}} Kampus Archives - Multiplikasi http://multiplikasi.com/category/kampus/ Multiplikasi.Com Tue, 26 Oct 2021 14:53:30 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.2.9 https://multiplikasi.com/wp-content/uploads/2020/03/cropped-66608901e051e4b485710ef70d11b8f6-1-32x32.png Kampus Archives - Multiplikasi http://multiplikasi.com/category/kampus/ 32 32 BAGAIMANA MENGHINDARI KELELAHAN YANG AMAT SANGAT https://multiplikasi.com/bagaimana-menghindari-kelelahan-yang-amat-sangat/ https://multiplikasi.com/bagaimana-menghindari-kelelahan-yang-amat-sangat/#respond Fri, 22 Oct 2021 04:32:21 +0000 https://multiplikasi.com/?p=4366  Sebuah Pergeseran Perspektif Bagaimana Saudara dapat menghindari burnout ? Apa visi Saudara dalam membangun hubungan dengan Tuhan? Dapatkah Saudara datang kepada-Nya dengan apa adanya? Apakah Saudara melihat diri sendiri seperti Ia memandang Saudara? Seperti apa rasanya menjalani kehidupan dan melayani bersama-Nya, beristirahat dalam kasih-Nya? Mintalah pada-Nya untuk membuka hati Saudara dan mempercayai kasih-Nya. Bacalah lebih […]

The post BAGAIMANA MENGHINDARI KELELAHAN YANG AMAT SANGAT appeared first on Multiplikasi.

]]>
 Sebuah Pergeseran Perspektif

Bagaimana Saudara dapat menghindari burnout ?

  • Apa visi Saudara dalam membangun hubungan dengan Tuhan?
  • Dapatkah Saudara datang kepada-Nya dengan apa adanya? Apakah Saudara melihat diri sendiri seperti Ia memandang Saudara?
  • Seperti apa rasanya menjalani kehidupan dan melayani bersama-Nya, beristirahat dalam kasih-Nya?
  • Mintalah pada-Nya untuk membuka hati Saudara dan mempercayai kasih-Nya.
  • Bacalah lebih banyak tulisan tentang bekerja dan beristirahat.

Saya selalu ingat saat-saat saya membenci pekerjaan saya dalam pelayanan.

Aktivitas dan acara-acara yang tiada henti, orang-orang yang keluar masuk rumah Saudara, kurangnya waktu dengan pasangan Saudara, anak-anak atau sahabat.

Yang lebih sering terlintas dalam pikiran suram saya adalah kapan saya bisa menikmati waktu untuk diri saya sendiri. Saat pertama kali saya mendapati diri saya merasakan seperti ini, saya tidak mengerti bahwa alasan sebenarnya adalah karena saya tidak memiliki sudut pandang Tuhan atas pekerjaan dan waktu istirahat.

Tumbuh di Amerika Serikat, saya dibesarkan dengan nilai-nilai bisnis, produktivitas dan bahkan ketergesa-gesaan. Istirahat adalah untuk orang lemah yang membutuhkan, saya tidak termasuk di dalamnya.

Apa yang saya dengar di gereja dan budaya Kristiani adalah “mati untuk diri sendiri,” “melihat orang lain lebih penting daripada diri anda sendiri,” “mengorbankan diri Saudara demi Kristus.” Semua prinsip alkitabiah yang baik ini diaplikasikan melalui jaringan budaya “kesuksesan” yang saya sebutkan di atas, tanpa menyebut istirahat secara alkitabiah. Tak heran burnout (Kelelahan yang amat sangat) adalah realitas yang umum bagi banyak orang yang bekerja dalam pelayanan, baik relawan maupun sepenuh waktu.

Jadi ketika pengalaman burnout saya terjadi, setelah kami bersama-sama sebagai staf dalam Cru selama 20 tahun dan melayani sebagai direktur kampus di Venezuela, saya tidak mengerti bagaimana saya bisa tiba di tempat yang teramat gelap ini.

Untunglah, Tuhan mempertemukan saya kembali dengan seorang teman lama, seorang mantan staf Cru, saat ini masih melayani sebagai pemimpin rohani. Dia menanyakan apa yang sedang saya alami bersama Tuhan.

Jawaban saya : Tuhan terasa jauh dan diam. Kemudian teman saya bertanya apa visi saya dalam hubungan saya dengan Tuhan.

Tak ada yang pernah mengajukan pertanyaan itu kepada saya sebelumnya. Sebaliknya, banyak yang menanyakan kepada saya tentang visi saya dalam pelayanan. Ketika saya menjawab bahwa saya ingin mengalami kasih-Nya setiap hari dan bertumbuh dalam keintiman dalam hubungan saya dengan-Nya, dia bertanya akankah itu terjadi saat ini dengan cara saya menjalani hidup. Dan saya segera menjawab, tidak mungkin terjadi. Itulah saat saya menyadari bahwa ini tidak akan menjadi sekedar penyesuaian kecil dalam jadwal saya akan tetapi pergeseran radikal dalam bagaimana saya berpikir tentang diri saya, hidup saya, pelayanan dan Tuhan.

Perubahan yang terjadi sejak saat itu :

  1. Bagaimana saya melihat diri saya sendiri – Belajar memberi perhatian pada siapa saya dan apa yang cenderung menggerakkan saya – gairah saya pada pengalaman-pengalaman baru, kecenderungan saya untuk selalu menyenangkan orang lain dan menerima penghargaan dari kesuksesan pelayanan – menolong saya datang pada Tuhan dengan kejujuran. Hingga kemudian saya dapat melihat siapa diri saya di mata-Nya, bahwa saya adalah anak yang dikasihi-Nya. Siapa yang saya dahulukan, dan bernilai lebih daripada apa yang saya hasilkan.
  2. Cara pandang saya tentang fokus hidup saya – Mengingat keinginan mendalam diri saya yang “nyata” untuk terhubung dengan Tuhan yang “nyata”, saya membutuhkan banyak ruang. Jadi, dalam jadwal mingguan, bulanan dan tahunan saya, saya berniat untuk menyediakan waktu bersama Tuhan dan bertumbuh dalam keintiman dengan-Nya. Saya belajar untuk mengatakan “tidak” pada ketergesa-gesaan dan melakukan segala sesuatu hanya karena saya merasa “harus,” dan saya belajar untuk beristirahat dalam kasih-Nya.
  3. Cara pandang saya tentang pelayanan – Selagi saya tinggal dan berdiam dalam kasih-Nya, saya bisa bekerja dan melayani BERSAMA-Nya, bukan hanya UNTUK-Nya, dan Dialah yang menghasilkan buah.
  4. Cara pandang saya akan Tuhan – Ia adalah Bapa yang terkasih, dan saya ingin bertumbuh dalam hasrat saya akan Tuhan lebih dari yang lainnya. Ia mengundang saya untuk bersama-Nya dan membangun kerajaan-Nya DENGAN-Nya setiap hari.

Oleh: Sheri Onishi (Translated by Anna)

https://www.cru.org/us/en/train-and-grow/life-and-relationships/work-and-rest/how-to-avoid-burnout-a-shift-in-perspective.html

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

The post BAGAIMANA MENGHINDARI KELELAHAN YANG AMAT SANGAT appeared first on Multiplikasi.

]]>
https://multiplikasi.com/bagaimana-menghindari-kelelahan-yang-amat-sangat/feed/ 0
BAGAIMANA MENGATASI KUATIR ? https://multiplikasi.com/bagaimana-mengatasi-kuatir/ https://multiplikasi.com/bagaimana-mengatasi-kuatir/#respond Wed, 08 Apr 2020 06:23:28 +0000 http://multiplikasi.com/?p=3361 Bagaimana cara berhenti kuatir, dan mempercayai Tuhan ? Di tengah-tengah tantangan saat ini, Tuhan mengundang kita untuk tidak kuatir, tetapi sebaliknya, percaya pada-Nya. Dan perhatikan bagaimana caranya… Saya harus jujur, saya memiliki kehidupan yang mudah. Namun, tidak peduli siapapun kita, pasti kita memiliki tantangan dalam hidup ini. Ada kekuatiran yang menyebabkan kita terjaga pada jam […]

The post BAGAIMANA MENGATASI KUATIR ? appeared first on Multiplikasi.

]]>
Bagaimana cara berhenti kuatir, dan mempercayai Tuhan ?

Di tengah-tengah tantangan saat ini, Tuhan mengundang kita untuk tidak kuatir, tetapi sebaliknya, percaya pada-Nya. Dan perhatikan bagaimana caranya…

Saya harus jujur, saya memiliki kehidupan yang mudah. Namun, tidak peduli siapapun kita, pasti kita memiliki tantangan dalam hidup ini.

Ada kekuatiran yang menyebabkan kita terjaga pada jam 3 pagi, memeriksa situasi. Ingin tahu tindakan apa yang harus atau bisa kita ambil. Apa yang harus dipikirkan? Apa yang harus dikatakan.

Bahkan hal-hal BAIK, peluang baru dapat menyebabkan rasa takut.

Jadi, apa yang kita lakukan dengan masalah-masalah yang menyebabkan kita kurang tidur, yang membuat hati dan pikiran kita tertekan? Apa yang kita lakukan dengan tantangan, ketakutan kita?

Jika kita bijaksana, kita pergi ke tempat di mana kita mendapatkan pertolongan! Kita membawa permasalahan tersebut kepada Tuhan.

Karena inilah yang dikatakan Tuhan …

Janganlah takut,sebab Aku menyertai engkau,  janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau  dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. (Yesaya 41:10) 

Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. (Yesaya 40:29)

Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.(Yesaya 41:13)

“… Akulah yang menolong engkau, demikianlah firman TUHAN, dan yang menebus  engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel. (Yesaya 41:14)

Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya. (Mazmur .73:28) 

 Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. (Mazmur 62:6-8)

Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat,  curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya;  Allah ialah tempat perlindungan kita.(Mazmur 62:9) 

Dari ayat-ayat ini kita menemukan, bahwa:

Tuhan akan menguatkan kita.

Dia bersama kita.

Dia adalah Tuhan kita.

Dia akan mengangkat kita.

Dia akan memegang tangan kita.

Dia akan menolong kita.

Dia adalah gunung batu kita. (Jadi kita dapat berdiri teguh.)

Dia adalah keselamatan kita. (Dia menyelamatkan kita, .)

Dia adalah kota benteng kita. (Dia melindungi kita)

Dia adalah perlindungan kita. (Dia kuat dan mengasihi kita.)

Ketika saya mulai kuatir, saya akan membaca Filipi 4:4-7

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan ! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat  ! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Saya memaksa diri saya untuk membaca ayat-ayat itu dengan keras. Lalu saya membuat kata kerja sebagai tindakan, pada setiap bagian:

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan ! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!  Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat.

[Inilah sebabnya kita dapat bersukacita … Tuhan dekat. Jadi, mari kita berhenti sejenak dan bersyukur kepada Tuhan bahwa Dia bersama kita, dia tahu semua tentang situasi dan kebutuhan kita. Dia  dekat]

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga [sama sekali tidak ada apa pun di sini yang perlu dikuatirkan].

Tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Mintalah pada Tuhan apa yang kita butuhkan. Minta.

Sebagai akibatnya…“Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu  dalam Kristus Yesus. (Hati dan pikiranmu….temukan damai dari Tuhan)

Ini adalah ayat-ayat yang bagus untuk dituliskan dan dihafal.

By. Marilyn Adamson (Translated by RS)

Jika saudara diberkati dengan Artikel di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

The post BAGAIMANA MENGATASI KUATIR ? appeared first on Multiplikasi.

]]>
https://multiplikasi.com/bagaimana-mengatasi-kuatir/feed/ 0
APAKAH TUHAN MAU MENGARAHKAN HIDUP SAYA ? https://multiplikasi.com/apakah-tuhan-mau-mengarahkan-hidup-saya/ https://multiplikasi.com/apakah-tuhan-mau-mengarahkan-hidup-saya/#respond Wed, 08 Apr 2020 06:06:15 +0000 http://multiplikasi.com/?p=3359 Tuhan akan memberi arahan dalam hidup kita jika kita memintanya dan percaya pada-Nya. Ini adalah contoh pribadi betapa jelasnya Tuhan dapat membimbing … Salah satu kegembiraan terbesar saya dalam hidup adalah bertindak atas sesuatu yang saya tahu adalah ide Tuhan. Saya suka melihat jika Allah mengambil prakarsa. Inilah jenis pola yang saya lihat: Ia memperhatikan […]

The post APAKAH TUHAN MAU MENGARAHKAN HIDUP SAYA ? appeared first on Multiplikasi.

]]>
Tuhan akan memberi arahan dalam hidup kita jika kita memintanya dan percaya pada-Nya. Ini adalah contoh pribadi betapa jelasnya Tuhan dapat membimbing …

Salah satu kegembiraan terbesar saya dalam hidup adalah bertindak atas sesuatu yang saya tahu adalah ide Tuhan.

Saya suka melihat jika Allah mengambil prakarsa. Inilah jenis pola yang saya lihat:

  1. Ia memperhatikan kebutuhan atau kesempatan kita.
  1. Lalu kita bertanya kepada-Nya bagaimana menyelesaikannya. Kita menanti Tuhan memimpin.
  1. Kemudian kita ikuti saja. Kadang-kadang kita mulai mengikuti tanpa seluruh rencana kita ketahui, tetapi tidak apa-apa. Kita mengikuti langkah apa pun yang Dia berikan kepada kita.

Ada banyak ayat Alkitab yang mengajarkan kita untuk melakukan ini. Beberapa diantaranya:

Jiwa kita menanti-nantikan  TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita! Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya  yang kudus kita percaya. Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.(Mazmur.33:20-22)

Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan   dalam jiwaku. (Mazmur.138:3)

Pimpinan Tuhan, kesetiaan Tuhan ketika kita berseru kepada-Nya, adalah bagian besar dari hidup saya. Dia begitu nyata. Begitu jelas dalam tuntunan-Nya.

Saya ingin menceritakan sebuah contoh kepada saudara, dengan harapan membangun iman, visi saudara, untuk menantikan Tuhan dan melihat Tuhan memimpin saudara.

Ini hanya satu contoh di mana Tuhan memulai.

Di berbagai kesempatan, Tuhan menaruh dalam hati saya untuk menulis surat kepada seorang teman atau kerabat yang tidak mengenal Yesus, dan membagikan Injil kepada mereka. Saya setia melakukan hal itu. Tanggapan mereka bukan urusan saya.

Saya hanya tahu Tuhan ingin saya menulisnya. Peluang akan muncul. Misalnya, situasi yang sulit terjadi pada saya, dan seorang kerabat berkomentar tentang “iman saya yang hebat.”

Beberapa hari kemudian, saya menulis kepadanya menjelaskan bahwa iman saya bukanlah masalahnya. Kita bisa mempercayai Allah karena Dia dapat dipercaya.

Saya mengatakan kepadanya, “Jika saya memintamu untuk mendekorasi rumah saya – itu bukan karena keyakinan saya yang besar. Itu karena engkau seorang dekorator yang hebat! ” Dan kemudian saya menjelaskan mengapa Allah dapat dipercaya.

Yah, saya setia menulis surat-surat ini kepada orang lain secara pribadi, karena Tuhan sepertinya membawa orang itu ke dalam pikiran saya. Saya akan bertanya kepada-Nya, “Apa yang harus saya katakan kepada orang ini?”

Ketika Tuhan memberikan pesan untuk disampaikan, saya menulisnya. Ini sepertinya terjadi secara teratur selama bertahun-tahun. ”

Kemudian suatu tahun tertentu, saya memiliki keinginan untuk menulis artikel yang bisa saya cetak dan bagikan kepada tetangga atau pegawai toko, selama Natal. Saya tahu semua orang sibuk sepanjang tahun itu. Namun, saya juga tahu, banyak yang tidak mengetahui kebenaran tentang Natal dan apa yang Yesus tawarkan kepada mereka. Jadi memberikan sebuah artikel kepada seseorang sepertinya mudah.

Agak menakutkan menulis sesuatu “untuk umum.” Saya merasa terbuka. Saya bertanya-tanya apakah saya seorang penulis yang cukup baik untuk melakukan sesuatu seperti itu. Dalam ketakutan saya, saya menghabiskan satu tahun penuh menulis satu artikel itu!

Saya memoles satu paragraf, lalu membuangnya. Itu adalah tempat pengujian saya. Laboratorium saya setahun penuh untuk satu artikel! Gila, saya tahu.

Selama waktu ini, saya diminta untuk menghadiri suatu pertemuan, di mana saya terlibat pelayanan di dalamnya, tetapi anak saya yang berusia 4 tahun kurang sehat dan saya melewatkan 95% waktu konferensi tersebut.

Kecuali satu jam yang penting ini ketika putri saya cukup sehat untuk hadir bersama saya …

Kami naik ke bangku-bangku yang lebih rendah, di bagian paling belakang auditorium besar itu, dengan buku mewarnai dan krayon di tangannya.

Ketika saya melihat ke kerumunan 5.000 orang yang besar, saya berkata kepada Tuhan, “Saya ingin tahu apa yang diperlukan untuk bertemu Linda di tengah orang banyak ini?” Linda adalah penulis penginjilan yang luar biasa, dan saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepadanya tentang menulis.

Kurang dari dua menit kemudian, Linda berjalan di pintu belakang auditorium, di lantai, dan berdiri tepat di bawah kaki saya. Saya hanya membungkuk dan menepuk pundaknya. Kami bertemu untuk makan siang hari itu … pada hari terakhir konferensi.

Sekali lagi,  Tuhan menjawabnya.

Ketika kedua anak saya cukup besar untuk memasuki sekolah dasar, saya berkata kepada Tuhan, “Saya pikir Engkau tentu ingin saya melakukan lebih banyak tulisan untuk penginjilan. Tetapi kita harus menemukan cara untuk menjadi lebih produktif daripada satu artikel dalam setahun. ”

Dalam beberapa bulan, seseorang mengundang saya untuk menjadi penulis untuk seri penginjilan yang ingin mereka lakukan di semua kampus Universitas di A.S. Ini terdiri dari artikel cetak, poster, iklan koran kampus.

Hal itu akhirnya mengarah ke EveryStudent.com, dalam 45 bahasa, mencapai lebih dari 150 juta orang hingga saat ini. Tapi itu cerita yang lain.

Yang saya ingin saudara tangkap adalah mengikuti Tuhan bagaimanapun dia memimpin. Itu dimulai dengan menulis surat kepada teman dan kerabat. “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.” Lukas 16:10

Mohonlah supaya Tuhan memimpin saudara. Dengarkan apa yang Ia taruh dalam hatimu. Minta Dia untuk menyediakan apa yang dibutuhkan. Kemudian ikuti. Tidak apa-apa untuk takut. Pandanglah kepada-Nya.

By. Marilyn Adamson (Translated by RS)

Jika saudara diberkati dengan Artikel di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

The post APAKAH TUHAN MAU MENGARAHKAN HIDUP SAYA ? appeared first on Multiplikasi.

]]>
https://multiplikasi.com/apakah-tuhan-mau-mengarahkan-hidup-saya/feed/ 0
ALLAH BENAR BENAR MENGASIHI SAYA ? https://multiplikasi.com/allah-benar-benar-mengasihi-saya/ https://multiplikasi.com/allah-benar-benar-mengasihi-saya/#respond Tue, 07 Apr 2020 10:37:47 +0000 http://multiplikasi.com/?p=3208 Apakah benar, Allah mengasihi saya ? Penting untuk mengetahui bahwa Allah mengasihimu, dan mengapa Dia mengasihimu. Lihat apa yang Alkitab katakan tentang kasih Allah yang luar biasa bagi kita …   Saudara bisa memasukkan nama saudara dalam judul ini: “______- Dikasihi oleh Allah.” Dan alasan Allah mengasihi kita bukan karena kita melayani-Nya. Bukan karena kita […]

The post ALLAH BENAR BENAR MENGASIHI SAYA ? appeared first on Multiplikasi.

]]>
Apakah benar, Allah mengasihi saya ?

Penting untuk mengetahui bahwa Allah mengasihimu, dan mengapa Dia mengasihimu. Lihat apa yang Alkitab katakan tentang kasih Allah yang luar biasa bagi kita …

 

Saudara bisa memasukkan nama saudara dalam judul ini: “______- Dikasihi oleh Allah.”

Dan alasan Allah mengasihi kita bukan karena kita melayani-Nya. Bukan karena kita berusaha untuk menyenangkan-Nya atau dipimpin oleh-Nya. Mudah untuk melupakan itu. Kita dapat mulai percaya bahwa kita sangat dikasihi karena kita bersaksi kepada orang lain tentang Yesus, atau karena kita berdoa atau membaca Alkitab atau pergi ke gereja, atau _____. Tapi ini bukan alasan mengapa Allah mengasihi kita.

Alasan Allah mengasihi kita adalah karena kasih adalah sifat-Nya. Dia Mahakasih. Selalu. Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, ” Ratapan 3:22

Kita dapat mengalami, yakin akan kasih-Nya karena kita memiliki hubungan dengan-Nya. Ketika kita membaca Alkitab dan melihat deskripsi kasih-Nya, kita tidak perlu bertanya-tanya, “Apakah itu benar tentang saya?” Itu benar karena iman kita kepada Yesus …

Kita diampuni. Diterima karena anugerah-Nya. Mengenakan jubah kebenaran Yesus. Diadopsi sebagai anak-Nya. Dimeteraikan dengan Roh Kudus. Penerima kehidupan kekal, menjadi miliknya selamanya.

Hidup itu penuh tantangan. Kasih Allah adalah kebenaran yang aman di tengah-tengah dunia yang tidak aman. Dia memberi tahu kita berulang-ulang di seluruh Alkitab. Ketika kita menghadapi kesulitan, Yesus meminta kita untuk percaya bahwa Ia lebih besar dari apa yang kita hadapi di bumi (Yohanes 16:33) dan Ia mampu menjaga kita.

Adapun Allah, jalan-Nya sempurna;   janji TUHAN adalah murni;  Dia menjadi perisai   bagi semua orang yang berlindung   pada-Nya. (Mazmur 18:31)

Banyak kesakitan diderita orang fasik,  tetapi orang percaya kepada TUHAN dikelilingi-Nya dengan kasih setia. (Mazmur. 32:10) 

Sesungguhnya, mata  TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia  , kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya. (Mazmur.33:18)

Betapa berharganya kasih setia-Mu,   ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu. (Mazmur 36:8)

Ketika aku berpikir: “Kakiku goyang,  maka kasih setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku (Mazmur 94:18)

Aku hendak sujud ke arah bait-Mu   yang kudus dan memuji nama-Mu,   oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu;  sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu   melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru,   Engkaupun menjawab aku,   Engkau menambahkan kekuatan   dalam jiwaku

TUHAN itu tinggi, namun Ia melihat orang yang hina,   dan mengenal orang yang sombong  dari jauh. (Mazmur 138:2,3,6)

Saya berada dalam situasi yang sulit sekitar seminggu yang lalu. Berjuang memperebutkan sesuatu yang ingin saya capai tetapi hal itu tidak terjadi. Saya berjalan-jalan beberapa blok, berbicara dengan Tuhan tentang semua hal tersebut. Lelah karena tidak melihat adanya kemajuan.

Dan saya diingatkan untuk menyerahkannya kepada Tuhan. Seolah-olah Tuhan berkata, “Ini milik-Ku. Biarkan Aku menanganinya. “

Bahkan jika SESEORANG mengatakan ini kepada Saudara, saudara akan berterima kasih. Tetapi kita memiliki hak istimewa untuk mempercayai ALLAH, yang kuasa-Nya tak batas, dalam mengetahui semua detail saat ini dan rincian masa depan. Dia tahu apa yang harus dilakukan.

Ia tidak suka kepada kegagahan  kuda,  Ia tidak senang kepada kaki laki-laki;  TUHAN senang  kepada orang-orang yang takut akan Dia,   kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya (Mazmur 147:10-11)  

 ”Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi  engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan   kasih setia-Ku kepadamu (Yeremia 31:3)

Di taman Getsemani, sebelum penyaliban-Nya Tuhan Yesus berdoa,  dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka   dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka  dan Aku di dalam mereka.” (Yohanes 17:26)

Dan sebelumnya, Tuhan Yesus mengatakan,Barangsiapa memegang perintah-Ku  dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.   Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku   dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya. (Yohanes14:21) 

Ini adalah pesan utama Yesus. Kita dipanggil untuk percaya padanya, mempercayai-Nya, bergantung pada kasih-Nya.

Tentang Benyamin  ia berkata: “Kekasih TUHAN yang diam pada-Nya   dengan tenteram! TUHAN melindungi dia setiap waktu dan diam di antara lereng-lereng gunungnya. (Ulangan 33:12) 

 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan  . Ia bergirang  karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya,   Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai, (Zefanya .3:17)  

Jika saudara diberkati dengan Artikel di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

The post ALLAH BENAR BENAR MENGASIHI SAYA ? appeared first on Multiplikasi.

]]>
https://multiplikasi.com/allah-benar-benar-mengasihi-saya/feed/ 0
BENARKAH SAYA BERBAHAGIA ? https://multiplikasi.com/benarkah-saya-berbahagia/ https://multiplikasi.com/benarkah-saya-berbahagia/#respond Wed, 04 Mar 2020 00:00:00 +0000 http://multiplikasi.com/2020/03/04/benarkah-saya-berbahagia/ SAYA   BERBAHAGIA  JIKA MEMILIKI PASANGAN, BENARKAH ? Ketika tiba pada menjalin sebuah relasi, masyarakat dapat mengirimkan berbagai pesan yang kadang membingungkan. Di satu sisi, perkawinan sering kali dipandang sebagai tujuan akhir dalam kehidupan, dan siapa pun yang berada di jalur yang berbeda dianggap kehilangan kesempatan. Di sisi lain, nilai tinggi yang diletakkan pada kemandirian dapat […]

The post BENARKAH SAYA BERBAHAGIA ? appeared first on Multiplikasi.

]]>
SAYA   BERBAHAGIA  JIKA MEMILIKI PASANGAN, BENARKAH ?

Ketika tiba pada menjalin sebuah relasi, masyarakat dapat mengirimkan berbagai pesan yang kadang membingungkan. Di satu sisi, perkawinan sering kali dipandang sebagai tujuan akhir dalam kehidupan, dan siapa pun yang berada di jalur yang berbeda dianggap kehilangan kesempatan. Di sisi lain, nilai tinggi yang diletakkan pada kemandirian dapat menyebabkan beberapa orang memandang pernikahan dan menjalin suatu hubungan sebagai suatu hambatan.

Tak satu pun dari pandangan ini menawarkan perspektif yang seimbang. Apakah Saudara orang yang masih lajang, berpacaran atau menikah, penting untuk memiliki pemahaman yang kuat tentang di mana Saudara berada dalam kehidupan. Berikut ini beberapa cara untuk melakukannya.

  1. Manfaatkan secara maksimal hubungan Saudara dengan teman dan keluarga.

Hubungan adalah bagian penting dari kehidupan. Penting untuk memupuknya dengan kuat terlepas dari apakah itu itu hubungan persaudaraan atau romantis. Memiliki jaringan dukungan yang kuat sangat bermanfaat khususnya saat Saudara mengalami pasang surut dalam kehidupan.

  1. Habiskan waktu dengan mengejar hasrat dan impian Saudara.

Jika Saudara merasa memiliki banyak waktu luang, pertimbangkan bahwa saat ini bisa menjadi kesempatan untuk mengejar salah satu passion hidup Saudara. Apakah ada hal baru yang tertarik untuk Saudara pelajari? Apakah ada langkah karier yang Saudara impikan? Ini bisa menjadi waktu terbaik untuk melakukan sebuah lompatan dan melakukan sesuatu yang baru!

  1. Ambil waktu untuk mengenal diri sendiri.

Ambil waktu dengan sengaja untuk mengeksplorasi lebih banyak tentang keberadaan diri sendiri. Cobalah mengambil beberapa tes kepribadian (mis. Enneagram atau Myers-Briggs*). Ini dapat membantu Saudara untuk memperhatikan diri sendiri dan orang-orang di sekitar Saudara dengan lebih baik.

  1. Luangkan waktu untuk bepergian.

Baik itu berlibur ke pantai, hiking di pegunungan atau menjelajahi budaya baru, bepergian bersama teman dan buatlah foto-foto sebagai kenangan! Pastikan Saudara meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang Saudara sukai.

  1. Bertumbuhlah dalam Kemandirian.

Apakah ada kecakapan hidup yang Saudara rasa tidak pernah dapat Saudara pelajari? Belajarlah untuk melakukan hal-hal itu sendiri. Ambil kelas memasak, mintalah seorang teman mengajar Anda tentang pajak. Siapa tahu, Saudara mungkin jatuh cinta dengan hobi baru tersebut.

  1. Ambil lebih banyak resiko.

Manfaatkan tanggung gugat pada diri sendiri. Saat ini, mungkin hanya ada beberapa orang lain yang terpengaruh oleh keputusan besar Saudara. Apakah Saudara ingin pindah ke negara lain? Apakah Saudara ingin keluar dari pekerjaan dan memulai bisnis sendiri? Apakah Saudara ingin ‘istirahat setahun’ dan bepergian ke luar negeri? Ambil risiko dan lompatlah menuju petualangan yang baru!

Ada banyak hal positif lainnya ketika Saudara masih single. Kapan terakhir kali Saudara merenung sejenak untuk menghargai hal-hal baik dalam hidup? Sangat mudah untuk menganggap remeh dan tidak terlalu memperhatikannya,  tetapi ketika kita benar-benar menghargai apa yang sudah kita miliki, hidup terasa jauh lebih indah dan kaya.

          *These assessments are not officially endorsed by Cru

Oleh: Mary Grace Rodgers (Diterjemahkan oleh RS)

https://www.cru.org/us/en/blog/life-and-relationships/dating/happiness-is-not-about-being-in-a-relationship.html

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

The post BENARKAH SAYA BERBAHAGIA ? appeared first on Multiplikasi.

]]>
https://multiplikasi.com/benarkah-saya-berbahagia/feed/ 0
APAKAH ENGKAU TETAP MENCINTAIKU…. ? https://multiplikasi.com/apakah-engkau-tetap-mencintaiku/ https://multiplikasi.com/apakah-engkau-tetap-mencintaiku/#respond Tue, 18 Feb 2020 00:00:00 +0000 http://multiplikasi.com/2020/02/18/apakah-engkau-tetap-mencintaiku/ Apakah engkau akan tetap mencintaiku, jika benar-benar mengenalku?  Seorang gadis remaja mendekati saya di sebuah acara di mana saya berbicara tentang pelajaran mengenai seks dan pornografi. Dia kemudian maju dan memberikan kepada saya sticky notes. Di bagian depan catatan itu tertulis, “Aku mengirim gambar-gambar telanjang kepada pacarku. Lalu dia memutuskan hubungannya denganku. Untuk membalasnya, aku […]

The post APAKAH ENGKAU TETAP MENCINTAIKU…. ? appeared first on Multiplikasi.

]]>
Apakah engkau akan tetap mencintaiku, jika benar-benar mengenalku? 

Seorang gadis remaja mendekati saya di sebuah acara di mana saya berbicara tentang pelajaran mengenai seks dan pornografi. Dia kemudian maju dan memberikan kepada saya sticky notes. Di bagian depan catatan itu tertulis, “Aku mengirim gambar-gambar telanjang kepada pacarku. Lalu dia memutuskan hubungannya denganku. Untuk membalasnya, aku mengirim gambar-gambar tersebut kepada dua teman baiknya.” Di belakang catatan tesebut, dia menulis empat kata, “AKU MERASA PUTUS ASA.”

Pernahkah saudara memikirkan sesuatu seperti ini:

Jika orang lain benar-benar tahu apa yang telah saya lakukan, siapa saya sebenarnya, mereka mungkin tidak akan benar-benar mencintai saya.

Ini adalah pesan inti dari rasa malu: orang tidak bisa mencintai diri saudara seutuhnya. 

Saudara hidup di dunia yang dibentuk oleh rasa malu, apakah itu harapan dari keluarga saudara dan tekanan teman sebaya dari kelompok sosial, atau filter di media sosial yang saudara gunakan untuk berbagi foto.

Pernahkah saudara merasa perlu menjadi seseorang atau sesuatu selain diri saudara yang sebenarnya agar dapat diterima?  Itu adalah bentuk rasa malu dengan nama yang berbeda. Saudara berusaha keras untuk menyembunyikan kekurangan dan kegagalan. Saudara tidak sendiri. Saudara ingin dikenal, tetapi saudara takut dikenal karena siapa saudara sebenarnya. Saudara tidak sendiri.

Saudara memasang tembok agar orang tidak tahu siapa saudara sebenarnya. Saudara tidak sendiri. Rasa malu pada dasarnya adalah krisis identitas. Orang percaya, bahwa pada intinya mereka tidak layak mendapatkan cinta dan tidak mampu berbuat baik.  Ketika sampai pada rasa malu yang disebabkan oleh pergumulan seksual kita, banyak kali hal itu berkaitan dengan cara kita diajarkan tentang seks. Ini masalahnya:

Seksualitas yang sehat tidak dapat berakar pada rasa malu. Hal itu tidak mungkin.

Seksualitas yang sehat berakar pada keintiman yang membutuhkan rasa aman.

Keintiman adalah mengenal dan mempercayai orang lain secara mendalam. Rasa malu justru sebaliknya. Rasa malu dan keintiman tidak dapat hidup berdampingan.

Untuk mengalami seksualitas secara penuh, bersemangat, dan sehat, saudara harus berperang melawan rasa malu.

Ketika saudara berjuang atau membuat pilihan buruk, rasa malu mengatakan, “sembunyikan”. Rasa malu mengatakan, “lindungi dirimu, berpura-puralah.”

Begitulah awal mulanya sejak manusia mulai berjuang dengan rasa malu. Di Taman Eden, ketika Adam dan Hawa tidak menaati perintah Allah, tanggapan langsung mereka adalah rasa malu. Mereka benar-benar bersembunyi dari Tuhan. Manusia telah melakukan hal yang sama sejak itu, terutama dalam hal seksualitas.

Rasa malu akan hal yang berbau seksual memasuki hidup kita dalam banyak hal. Terkadang itu karena pilihan yang kita buat, tetapi itu juga bisa disebabkan oleh tindakan orang lain. Apakah saudara tumbuh dalam keluarga di mana seks dibicarakan sebagai sesuatu yang kotor atau berbahaya? Apakah seks justru sering kali dibicarakan? Jika tidak, keheningan itu mengajarkan saudara bahwa seks terlalu tabu atau memalukan untuk didiskusikan.

 Mungkin saudara pernah mengalami pelecehan seksual. Sebagai hasil dari tindakan memalukan orang lain, saudara mungkin bertanya-tanya apakah saudara dapat benar-benar dicintai walalupun saudara telah ‘dirusak’.

Apa yang dilakukan rasa malu terhadap saudara?

  • Rasa malu mengatakan, bahwa orang-orang di sekitar saudara tidak akan pernah tahu siapa saudara sebenarnya, dan dalam perjalanan waktu saudara mulai menutup atau mengisolasi diri .
  • Rasa malu adalah ramalan yang terjadi karena saudara menganggap orang tidak akan menerima saudara, jadi saudara melindungi diri agar tidak dikenal untuk menghindari penolakan.
  • Rasa malu membuat saudara menolak keintiman, juga secara seksual kelak dengan pasangan atau justru sebaliknya. Ketika orang-orang pergi, saudara bisa membenarkan diri karena tidak mempercayai mereka.

Hubungan seksualitas yang sehat membutuhkan keintiman yang otentik. Kalau tidak, seks hanyalah tindakan fisik kosong, yang dirancang untuk mengejar kesenangan sementara atau rasa aman yang salah.

Keintiman dan rasa malu tidak dapat hidup berdampingan. 

Terkadang orang mencoba untuk menghapus rasa malu mereka dengan memindahkan diri mereka dari gereja, keluarga dan tempat-tempat lain yang dapat  mengingatkan mereka akan perasaan negatif mereka.

Rasa malu pada dasarnya bersifat mengisolasi. Saudara tidak dapat mengatasi rasa malu dengan mengisolasi diri sendiri.

Rasa malu diatasi dengan hubungan jujur dengan orang lain.

Jika saudara berjuang dengan rasa malu yang berakar pada pilihan seksual saudara sendiri atau tindakan orang lain, langkah pertama menuju penyembuhan adalah jujur. Beritahu seseorang. Hal itu bisa menjadi prospek yang menakutkan sehingga sangat penting untuk mencari orang yang dapat dipercaya di mana saudara merasa aman untuk bercerita.

Bagaimana saudara dapat mengenali orang atau komunitas yang aman sebagai tempat untuk berbagi? 

  1. Menjaga kerahasiaan. Ini bisa bersifat formal, seperti perjanjian kerahasiaan dalam kelompok pemulihan seksual. Atau informal, seperti jaminan dari seseorang bahwa mereka tidak akan membagikan perjuangan/ apa yang saudara alami kepada orang lain. Berpikir dua kali sebelum mengaku pada seseorang yang tidak pernah terbuka dengan saudara tentang diri mereka sendiri.

Jika saudara memilih untuk mendekati seorang konselor atau pemimpin gereja, prinsip kerahasiaan tentu perlu diterapkan; tetapi saudara mungkin ingin mengklarifikasi pengecualian yang mungkin dapat mereka buat (misalnya, jika perilaku saudara berpotensi ilegal atau membahayakan diri sendiri atau orang lain).

  1. Penyembuhan dari pergumulan seksual tidak pernah sesederhana pengakuan satu kali. Saudara membutuhkan seseorang atau sekelompok orang yang akan menjalani proses dengan saudara selama periode waktu yang lebih lama. Beberapa orang menyebutnya sebagai akuntabilitas. Dua panggilan telepon yang singkat tidak akan dapat menyembuhkannya, ini membutuhkan waktu.
  1. Kejujuran. Rasa malu takut dengan kejujuran. Dalam rasa malu saudara mungkin mencari komunitas di mana saudara bisa “curhat” dan merasa didukung. Yang saudara butuhkan adalah tempat di mana saudara dapat memproses pikiran dan perasaan dengan cara yang menuntun saudara ke arah penyembuhan sejati. Apakah orang-orang di komunitas saudara jujur tentang diri mereka sendiri? Apakah mereka mau jujur dengan saudara, bahkan jika saudaraa mungkin tidak menyukainya? Jika tidak, saudara mungkin perlu menemukan komunitas baru.

Rasa aman adalah sesuatu yang tidak bisa dinegosiasikan, orang perlu bersikap  jujur/tulus satu terhadap yang lain. Apakah komunitas pilihan saudara terdiri dari orang-orang yang dapat dipercayai? Apakah mereka saling mempercayakan/ berbagi tentang hal-hal nyata? Jika ya, saudara dapat melakukan hal yang sama juga.

Rasa malu diatasi dengan bersikap jujur tentang rasa sakit yang saudara alami dan perjuangan khusus yang saudara lakukan. Jangan mencoba melakukan hal ini sendirian. 

Setelah ini Bagaimana?

  • Daftarkan orang atau kelompok, di mana saudara dapat bersikap terbuka terhadap mereka, sesuai dengan kriteria di atas.
  • Pilihlah orang atau kelompok yang paling memenuhi kriteria tersebut. Buat komitmen untuk bertemu dengan orang tersebut atau menghadiri pertemuan kelompok dengan komunitas yang saudara pilih.
  • Baca artikel selanjutnya,”Apakah Kita Perlu Memberitahu Orang Lain?”

Oleh: Jessica Harris (Diterjemahkan oleh RS)

https://www.cru.org/us/en/train-and-grow/life-and-relationships/women/desire/1-how-could-you-love-me-if-you-really-knew-me.html

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

The post APAKAH ENGKAU TETAP MENCINTAIKU…. ? appeared first on Multiplikasi.

]]>
https://multiplikasi.com/apakah-engkau-tetap-mencintaiku/feed/ 0
HATI-HATI MEMPOSTING DI MEDSOS https://multiplikasi.com/hati-hati-memposting-di-medsos/ https://multiplikasi.com/hati-hati-memposting-di-medsos/#respond Thu, 05 Dec 2019 00:00:00 +0000 http://multiplikasi.com/2019/12/05/hati-hati-memposting-di-medsos/ APA YANG HARUS DIPERHATIKAN SAAT MEMPOSTING DI MEDIA SOSIAL Media sosial adalah alat yang hebat, tapi juga bisa menjadi  hal yang mengganggu. Hampir semua orang saat ini bisa menggunakan dan mengakses media sosial. Begitu banyak orang yang ingin menyuarakan pendapat dan memberikan komentar pada postingan kita. Tujuan kita adalah menunjukkan kasih Allah dan membagikan Injil […]

The post HATI-HATI MEMPOSTING DI MEDSOS appeared first on Multiplikasi.

]]>
APA YANG HARUS DIPERHATIKAN SAAT MEMPOSTING DI MEDIA SOSIAL

Media sosial adalah alat yang hebat, tapi juga bisa menjadi  hal yang mengganggu. Hampir semua orang saat ini bisa menggunakan dan mengakses media sosial. Begitu banyak orang yang ingin menyuarakan pendapat dan memberikan komentar pada postingan kita. Tujuan kita adalah menunjukkan kasih Allah dan membagikan Injil melalui media sosial, tanpa merugikan orang lain  dalam prosesnya.

Dengan tujuan tersebut dalam lingkungan yang penuh dengan komentar ini,  apakah yang harus kita perhatikan saat memposting di media sosial?

 Keenam hal ini jika dilakukan dengan baik, dapat menolong saudara  agar postingan di media sosial memberi dampak kepada lebih banyak orang.

  1. Perhatikan siapa audiens Saudara

Platform media sosial yang berbeda menarik  audiens yang berbeda.

Pengguna Instagram cenderung siswa sekolah menengah dan mahasiswa. Rentang usia di Facebook mencakup audiens yang lebih tua. Sehingga beberapa hal akan lebih sesuai di Instagram daripada Facebook, juga sebaliknya.

Jika audiens Saudara lebih tua,  memposting sesuatu yang lebih serius dan menyentuh hati adalah sesuatu yang perlu dilakukan. Kenali bahasa audiens, apa yang mereka cari – apakah itu sebuah dorongan untuk memahami tentang iman, atau jawaban tentang siapa  Allah. Keterangan di Instagram  lebih sedikit dan menunjukkan emoji, sebaliknya  keterangan di Facebook lebih panjang dan menyentuh.

Jadi bagaimana Saudara bisa lebih mengenal siapa audiens Saudara?

      2. Evaluasi keterlibatan follower Saudara

Penelitian adalah awal yang baik untuk mencari tahu audiens Saudara, tapi ini barulah setengah perjalanan. Dari sana Saudara masih harus terus berjalan untuk mencoba dan akhirnya berhasil mengenal mereka.

Cari tahu apa yang relevan dengan audiens Saudara dengan melacak keterlibatan follower Saudara. Postingan mana yang mereka berikan “like”? Postingan mana yang tidak banyak mendapatkan “like”? Apakah mereka memberi komentar? Jika ya, apakah positif atau negatif? Dan jangan lupa ketika  Saudara mengevaluasi ketertarikan pengikut Saudara, mereka pun sedang mengevaluasi Saudara. Pengikut Saudara ingin mengetahui apakah mereka bisa mempercayai Saudara.

  1. Jadilah orang yang dapat dipercaya

Kepercayaan sangat penting ketika itu datang pada audiens Saudara. Follower Saudara – secara sadar atau tidak  – akan mengevaluasi apa yang Saudara posting untuk melihat apakah hal itu dapat dipercaya dan tidak mengganggu.

Jadi tetaplah dapat dipercaya setiap kali Saudara memposting. Sekali kepercayaan itu rusak, sulit untuk dibangun kembali. Tetapi mendapatkan kepercayaan adalah ikatan yang powerful antara Saudara dan pengikut Saudara.

Salah satu cara untuk kehilangan kepercayaan adalah tidak memposting- atau tidak cukup memposting –  peristiwa penting yang terjadi saat ini.

  1. Tetaplah up to date dengan acara-acara penting

Orang-orang di media sosial suka melihat peristiwa terkini yang dapat mereka kenali dan dilakukan oleh organisasi-organisasi  yang lebih besar.

Mengenali peristiwa terkini untuk diposting memang sulit. Tetapi kita bertanggung jawab menghadirkan Kristus ketika berbicara tentang apa yang terjadi di seluruh dunia.

Kecepatan juga merupakan kunci disini. Jika peristiwa terkini tidak cukup cepat direspon ini akan memberi kesan bahwa Saudara atau organisasi Saudara tidak memiliki kepedulian.

Kita perlu memberi perhatian terhadap apa yang sedang terjadi di seluruh dunia, di komunitas-komunitas atau sekolah di sekitar kita. Jika tidak, akan berpotensi merusak relasi yang telah Saudara ciptakan dengan audiens Saudara.

Cara lain untuk merusak relasi adalah dengan membiarkan rasa frustasi terlihat dalam apa yang Saudara posting.

  1. Jangan mengungkapkan rasa frustasi Saudara

Ketika merespon suatu peristiwa, komentar atau kritikan di akun Saudara, ingatlah organisasi apa yang sedang Saudara wakili atau hadirkan.  Yang lebih penting lagi, ingatlah Siapa yang Saudara hadirkan –  Yesus.

Tetaplah ramah dan baik meskipun orang lain tidak. Media sosial bukanlah tempat untuk berargumen. Penting untuk disadari bahwa Saudara tidak dapat mengubah pikiran seseorang – hanya Allah yang mampu.

Saudara dapat mengasihi orang-orang yang terlihat seperti ‘musuh online’  melalui respon Saudara. Hal praktis yang baik dilakukan adalah berdoa untuk mereka sebelum Saudara terlibat dengan mereka.

Berdoa bagi mereka akan mengingatkan Saudara tentang hal yang terpenting– yaitu Injil.

  1. Tetaplah mengingat Injil

“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.”  (Yohanes 13:34, TB)

Kita dipanggil untuk memberitakan kebenaran dengan kasih dan mengasihi satu dengan yang lain. Terkadang sulit untuk dilakukan terutama ketika – Saudara merasa – orang lain sedang ‘menyerang’ Saudara.

Bagaimanapun, tetap mengingat Injil akan memampukan kita untuk menempatkan segala sesuatu dalam perspektif yang tepat. Perspektif Injil ini menjadi satu dengan kekuatan yang kita terima dari Roh Kudus akan memampukan kita untuk sungguh-sungguh mengasihi dan peduli pada orang lain.

Oleh Summer Koering 

Diterjemahkan oleh Renike

Diambil dari :

https://www.cru.org/us/en/digitalministry/training/more/what-to-be-aware-of-when-posting-on-social-media.html

Jika saudara diberkati dengan Artikel di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

The post HATI-HATI MEMPOSTING DI MEDSOS appeared first on Multiplikasi.

]]>
https://multiplikasi.com/hati-hati-memposting-di-medsos/feed/ 0
APAKAH KITA PERLU MEMBERITAHU ORANG LAIN ? https://multiplikasi.com/apakah-kita-perlu-memberitahu-orang-lain/ https://multiplikasi.com/apakah-kita-perlu-memberitahu-orang-lain/#respond Tue, 15 Oct 2019 00:00:00 +0000 http://multiplikasi.com/2019/10/15/apakah-kita-perlu-memberitahu-orang-lain/  PERLU MEMBERITAHU Apakah kita benar-benar perlu memberi tahu orang lain ketika merasa kita sedang berjuang dengan kelemahan tertentu (mis. hasrat seksual; kecanduan akan hal-hal tertentu, dan sebagainya)? Dapatkah kita menemukan cara untuk berperang melawan hal-hal tersebut seorang diri, atau menyimpannya hanya untuk kita dan Tuhan? Bergumul dengan rasa malu yang luar biasa membuat kita ingin  […]

The post APAKAH KITA PERLU MEMBERITAHU ORANG LAIN ? appeared first on Multiplikasi.

]]>
 PERLU MEMBERITAHU

Apakah kita benar-benar perlu memberi tahu orang lain ketika merasa kita sedang berjuang dengan kelemahan tertentu (mis. hasrat seksual; kecanduan akan hal-hal tertentu, dan sebagainya)?

Dapatkah kita menemukan cara untuk berperang melawan hal-hal tersebut seorang diri, atau menyimpannya hanya untuk kita dan Tuhan?

Bergumul dengan rasa malu yang luar biasa membuat kita ingin  ‘berjuang’ sendiri. Kita harus mengerti mengapa hal itu terjadi….

Rasa malu membuat kita terisolasi dan kemudian memberitahu kita bahwa kita lebih aman jika berada di sana 

  • Apakah suara hati saudara pernah mengatakan salah satu dari yang berikut ini.
  • Tidak ada orang lain yang saudara kenal sedang berjuang dengan hal seperti ini.
  • Masalah saudara lebih buruk daripada apa yang dialami orang lain.
  • Jika saudara berterus terang, saudara akan dihakimi.
  • Jika saudara meminta bantuan, saudara akan terlihat lemah.
  • Saudara berjuang sendiri, dan hal itu tidak berubah.

Yang saudara dengar adalah rasa malu. Jika saudara mempercayai kebohongan ini, memberitahu orang lain tentang pergumulan saudara akan menjadi sesuatu yang  mustahil.

Rasa malu membuat saudara tidak mau mencari bantuan dan menemukan hubungan yang dapat mendukung saudara.

 Jujur dengan orang lain adalah salah satu langkah pertama dalam penyembuhan emosional dan spiritual. Alkitab menyebut transparansi ini sebagai pengakuan.

 Pengakuan secara Alkitabiah adalah tentang penyembuhan.

Memikirkan untuk melakukan pengakuan adalah seperti memilih untuk menemui dokter ketika saudara sakit.

Saudara membutuhkan bantuan dan saudara ingin sembuh, tetapi pertama-tama saudara harus jujur tentang apa yang terjadi. Pengakuan adalah tentang kejujuran yang menjadi landasan untuk penyembuhan. Tetapi saudara tidak perlu berdiri di depan jemaat gereja saudara atau ketika ada acara api unggun. Saudara dapat menceritakan kepada satu orang yang saudara percayai.

Jika saudara tidak yakin harus memberi tahu kepada siapa atau bagaimana seharusnya orang tersebut, pertimbangkan hal berikut ini:

  1. Apakah mereka orang Kristen?

Yesus ingin kita menjadi gambaran-Nya dalam kehidupan satu sama lain. Jadi ketika saudara harus menemukan seseorang agar saudara dapat  jujur dengan pergumulan saudara, masuk akal untuk memilih seseorang yang mengenal-Nya. Temukan seorang Kristen yang matang sehingga sehingga saudara dapat mempercayai mereka, bahwa masukan yang mereka berikan dimaksudkan untuk mengarahkan saudara kepada Allah yang adalah kunci penyembuhan saudara.

2.  Apakah orang itu mengenal saudara?

Tuhan rindu agar saudara mengalami penyembuhan dalam konteks komunitas yang otentik.

Mungkin terasa menyenangkan untuk “melepasnya” dengan seseorang secara anonim, dan menulis bisa bersifat katarsis, tetapi saudara akan mengalami lebih banyak penerimaan yang Tuhan inginkan bagi saudara  dalam hubungan nyata dengan orang lain. Jika saudara belum memiliki seseorang seperti ini dalam hidup saudara, siapa pun yang saudara pilih untuk menjadi orang yang dapat saudara percayai harus saudara libatkan dalam seluruh bidang kehidupan saudara, bukan hanya saat-saat pengakuan saja. Selain itu, mereka harus lebih tertarik pada masa depan yang saudara inginkan daripada masa lalu yang saudara  miliki .

Pengakuan adalah jalan untuk mengalami anugerah

Jika rasa malu adalah musuh keintiman, kasih karunia adalah musuh rasa malu.

Sederhananya, kasih karunia/rahmat berarti mendapatkan sesuatu yang baik yang tidak pantas kita dapatkan. Kasih karunia memandangi semua potongan kita yang jelek dan rusak dan berkata, “Masih ada harapan dan kesembuhan.”

Tanpa pengakuan, saudara akan menyimpan kebohongan dalam pikiran saudara,

“Jika mereka tahu kebenaran tentang aku, mereka tidak akan mengasihiku atau mereka tidak ingin aku terlibat dalam kehidupan mereka.”

Tanpa jujur dengan seseorang secara langsung, saudara tidak dapat mengalami penerimaan dan kasih tanpa syarat yang Tuhan ingin saudara alami.

Dalam sebuah artikel, Heidi berbagi cerita tentang rasa malu yang disebabkan oleh pergumulannya. Titik balik Heidi datang ketika dia jujur dengan orang tuanya:

“Di akhir sekolah menengah, Tuhan memberiku keberanian setelah mendengarkan cerita orang lain, untuk mengaku pada orang tuaku. Menjelang saat itu, orang tuaku mendengarkan aku tanpa rasa shock dan tetap mengasihiku.

Catatan jurnalku hari itu mengatakan, “Ini adalah hari di mana aku  merasa bebas.” Ini bukan karena aku langsung berhenti, tetapi karena hari itu saya membiarkan orang lain melihat keseluruhan diriku, dan aku tetap merasa dikasihi. Aku akhirnya dapat melepaskan rasa bersalah dan malu  dan berhenti mempercayai kebohongan bahwa aku adalah orang yang kotor. ”

Pengakuan sangat penting untuk mengalami kebebasan 

Bersikap terus terang/terbuka dengan teman-teman adalah salah satu hal paling menakutkan yang pernah aku lakukan, tetapi aku tidak akan mengalami kebebasan dari perilaku kecanduanku tanpa bersikap terbuka tentang hal itu. Selama bertahun-tahun aku hidup dengan ketakutan akan hal yang  dapat membebaskanku – yaitu pengakuan.

Mungkin di situlah saudara berada sekarang.

Saudara membutuhkan lima langkah sederhana untuk melakukan hal ini sendiri.

Saudara ingin sarana kebebasan yang bernama LAKUKAN SENDIRI (DO IT YOURSELF)?

Tidak ada.

Setelah itu bagaimana…?

  1. Bicaralah dengan Tuhan tentang pergumulan saudara saat ini. Katakan kepada Tuhan bagaimana perasaan saudara (bahkan jika saudara merasa, saudara menikmati perasaan tersebut). Jujurlah tentang ketakutan saudara.
  2. Mintalah kepada Tuhan untuk menunjukkan kepada saudara, seseorang yang dapat saudara ajak bicara dengan jujur.
  3. Carilah orang yang saudara percayai. Beberapa kemungkinan mungkin Anda:
  • Pendeta atau istri Pendeta
  • Anggota staf LPMI
  • Pemimpin pelayanan kampus
  • Guru
  • Konselor
  1. Tandai tanggal pada kalender saudara untuk memberi tahu mereka. Mengapa? Karena saudara ingin mempersiapkan percakapan, dan memiliki waktu untuk menceritakan seluruh kisah saudara.
  2. Ada kemungkinan orang pertama yang saudara dekati ternyata tidak cocok. Teruskan. Saudara perlu menemukan seseorang untuk mengisi tempat ini dalam hidup saudara walaupun hal itu membutuhkan beberapa upaya.

Saudara berharga berapapun waktu dan energi yang dibutuhkan. 

By. Jessica Harris (Diterjemahkan oleh RS)

https://www.cru.org/us/en/train-and-grow/life-and-relationships/women/desire/5-do-i-really-need-to-tell-somebody.html

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

The post APAKAH KITA PERLU MEMBERITAHU ORANG LAIN ? appeared first on Multiplikasi.

]]>
https://multiplikasi.com/apakah-kita-perlu-memberitahu-orang-lain/feed/ 0
ALASAN YANG BENAR DALAM PEMURIDAN https://multiplikasi.com/alasan-yang-benar-dalam-pemuridan/ https://multiplikasi.com/alasan-yang-benar-dalam-pemuridan/#respond Fri, 05 Apr 2019 00:00:00 +0000 http://multiplikasi.com/2019/04/05/alasan-yang-benar-dalam-pemuridan/ ALASAN YANG BENAR DALAM PEMURIDAN Setelah dua tahun lulus dari Penn State, Roger Hershey mengunjungi almamater nya, hadir dalam pertemuan mingguan yang diadakan oleh Cru. Di sana ia berkenalan dengan seseorang yang tidak pernah ia duga. Setelah pertemuan itu, Roger didekati oleh seorang mahasiswa yang memperkenalkan dirinya sebagai Doug, dan ia mulai menceritakan kesaksian pribadinya, […]

The post ALASAN YANG BENAR DALAM PEMURIDAN appeared first on Multiplikasi.

]]>
ALASAN YANG BENAR DALAM PEMURIDAN

Setelah dua tahun lulus dari Penn State, Roger Hershey mengunjungi almamater nya, hadir dalam pertemuan mingguan yang diadakan oleh Cru. Di sana ia berkenalan dengan seseorang yang tidak pernah ia duga.

Setelah pertemuan itu, Roger didekati oleh seorang mahasiswa yang memperkenalkan dirinya sebagai Doug, dan ia mulai menceritakan kesaksian pribadinya, bagaimana ia bertemu Kristus. Doug menyebutkan bahwa ia dibawa kepada Kristus dan dimuridkan oleh seorang bernama Lee.

“Lee. Maksudmu Lee Carerra yang di Theta Chi House?” Tanya Roger.

Roger ingat bahwa Lee Carerra mengenal Kritus melalui seorang pemuda bernama Jack, yang juga tinggal di Theta Chi House. Ia kemudian ingat bahwa Jack mengenal Kristus ketika Roger dan seorang teman bernama Zeke duduk dan membawanya kepada Kristus.

Sementara Roger berbicara dengan Doug, yang telah dibawa kepada Kristus dan dimuridkan oleh Lee, yang telah dimuridkan oleh Jack, dan jack telah dimuridkan oleh Zeke (pemuda yang dimuridkan sendiri oleh Roger). Roger menyadari bahwa ia sedang berdiri di hadapan cicitnya secara  rohani.

Pada saat itu, semua aktifitas yang Roger anggap sebagai pencapaian  selama ia menjadi mahasiswa – marching band, pemandu sorak, koordinator asrama, itu hanya sedikit dari banyak – terlihat tidak berarti dibandingkan dengan penghargaan karena melihat kehidupan Doug yang diubahkan karena Injil – sebuah transformasi  diakibatkan relasi berkelanjutan, yang diawali oleh Roger sendiri.

Tiga puluh tahun sejak pertemuan itu, Roger Hershley berkata,” Saya selalu mengingat kembali  sebuah fakta bahwa saya mendapat kehormatan untuk menginvestasikan hidup saya dalam kehidupan para pria yang sekarang, bertahun-tahun kemudian, menginvestasikan hidup mereka dalam kehidupan para pria yang lain… dan dalam perjalanan ada ratusan orang yang hidupnya diubahkan karena kehormatan melakukan pemuridan di kampus.”

Itu sebabnya Cru ada. Cru bukanlah sebuah gerakan persekutuan dan penyembahan. Cru bukanlah gerakan kelompok kecil dan party/kumpul-kumpul. Kami suka memuji dan menyembah Tuhan, bersekutu, party/kumpul2, tetapi Cru adalah tentang penginjilan dan pemuridan.

Mengapa? Inilah tiga alasannya:

  1. Karena Pemuridan adalah Alkitabiah

Dalam Matius 28:18-20, kita diperintahkan untuk memuridkan. Yesus berkata,”Pergilah ke seluruh dunia dan jadikan murid.” Ia tidak berkata,”Pergi ke seluruh dunia dan jadikan kelompok persekutuan, pergilah ke seluruh dunia untuk kumpul-kumpul”, atau pergilah ke dunia untuk membuat klub orang Kristen di  kampus. Ia berkata, “Pergilah ke seluruh dunia dan jadikanlah murid.” Itulah Amanat Agung. Itulah sebabnya kami serius tentang hal itu. Karena hal itu merupakan apa yang Yesus ingin kita lakukan.

  1. Karena Yesus Melakukannya

Pelajari ke-4 Injil dan saudara akan melihat bahwa ketika Kristus melayani selama 3 tahun kepada banyak orang, Ia menghabiskan waktunya terutama dengan ke-12 orang murid-Nya kepada siapa Ia mecurahkan seluruh hidupnya. Ia membawa mereka kemana saja Ia pergi, mengajar mereka, melatih mereka, dan menginvestasikankan hidup-Nya kepada mereka. Mereka melihat kehidupan Kristus dengan menghabiskan waktu bersama-Nya.

Yesus mendirikan kerajaan rohani yang berlangsung lebih dari 2,000 tahun karena Ia menginvestasikan hidup-Nya kepada 12 orang murid. Robert Coleman dalam bukunya “Rencana Agung Penginjilan” merupakan study tentang kehidupan Kristus dan bagaimana Ia membawa ke 12 orang murid-Nya tersebut dan memuridkan mereka. Jika kita mau memberikan hidup kita kepada orang lain, strategi Tuhan Yesus merupakan strategi yang terbaik.

Ada banyak cara agar orang dapat bertumbuh dan mau bersungguh-sungguh, di gereja atau di kampus. Di kampus, kita memiliki pertemuan Cru mingguan, ada retreat, pemahaman Alkitab, party/kumpul-kumpul (dalam rangka penjangkauan), waktu untuk pujian/penyembahan dan bersekutu. Kita menciptakan situasi kondisi  di mana orang dapat memahami visi kami dan bertumbuh melalui pengajaran dalam kelompok besar dan persekutuan.

Tetapi jantung dari pemuridan ada dalam kelompok kecil orang percaya yang dibina dalam level yang lebih dalam – yang memiliki tanggung gugat kepada seseorang yang bergerak ke kehidupan mereka lebih dalam untuk membantu mereka mengetahui apa yang mereka pelajari. Seperti yang dikatakan Yakobus, kita ingin orang tidak hanya menjadi pendengar Firman, tetapi juga pelaku Firman. Melakukan Firman Tuhan sering kali berhasil dalam konteks hubungan pemuridan.

Model dalam Pertumbuhan

Rahmat + Kebenaran + Waktu = Perubahan atau Pertumbuhan

Sebuah hubungan yang didasari rahmat, ditandai dengan seorang pemimpin kelompok pemuridan yang mau mendengarkan dan mau memahami seseorang. Mereka berkomunikasi. Mereka percaya kepada orang tersebut. Mereka mendorong, mereka berjalan bersama, menjalani kehidupan dengan orang tersebut – bukan hanya saat mengalami kemenangan, tetapi juga saat mengalami kegagalan dan ketika jatuh dalam dosa.

Hubungan yang didasari kebenaran ditandai dengan menanamkan Firman Allah ke dalam hidup kita – memahaminya, belajar bagaimana menerapkannya, memiliki tanggung gugat untuk menjalaninya.

Hubungan pemuridan harus ditandai oleh Rahmat + Kebenaran. Bukan hanya salah satu. Pemuridan berarti mengusahakan Firman Allah yang benar dalam konteks hubungan yang penuh kasih. Tanpa seseorang yang secara relasional terlibat dalam hidup mereka – mengasihi mereka, memberikan rahmat kepada mereka, berjalan bersama saat mengalami hal-hal yang sulit – orang percaya mungkin kehilangan/tidak mengalami kehidupan yang berkelimpahan seperti yang dijanjikan Kristus kepada kita.

  1. Karena Memiliki Manfaat Jangka Panjang

Alasan ketiga kita memuridkan adalah karena manfaat pemuridan yang sangat luas bagi gerakan di tempat kita (secara lokal), di gereja lokal, dan tubuh kristus /orang-orang percaya di seluruh dunia.

Manfaat 1 – Komunitas Pemuridan yang Sehat

Hubungan otentik hanya dapat muncul ketika kita memberikan diri dalam kehidupan orang lain. Ada kedalaman di dalam kelompok-kelompok kecil dan relasi satu – satu yang tidak dapat terjadi pada pertemuan Cru yang dihadiri oleh 200 orang. Pemuridan adalah tentang kedalaman.

Manfaat 2 – Pertumbuhan Gerakan

Sebuah gerakan memiliki pertumbuhan jangka panjang hanya ketika kepemimpinan dikembangkan dan direproduksi. Sebagai contoh, jika kita mulai dengan 20 pemimpin di semester musim gugur, dan masing-masing dari 20 pemimpin itu memuridkan satu orang, kita akan memiliki 40 pemimpin pada tahun berikutnya.

Jika masing-masing dari 20 murid awal mengembangkan dua pemimpin lagi, kita akan memiliki 60 pemimpin. Pertimbangkan bahwa Yesus mulai dengan 12. Injil kemudian berbicara tentang Yesus – dari 12 murid ke 70 murid.

Dalam kitab Kisah Para Rasul, 120 orang berada di ruang atas berdoa bersama dia.Tuhan Yesus berawal dari 12 murid menjadi 70 murid kemudian menjadi 120 murid. Selama Pentakosta, Petrus mengkhotbahkan Injil untuk pertama kalinya, dan 3.000 orang percaya.

Pertumbuhan gerakan memungkinkan kita untuk melayani lebih banyak orang. Ini berarti setiap orang di kampus akan memiliki kesempatan untuk mendengar tentang Yesus dan tumbuh lebih dalam tentang pengetahuan tentang Allah. Upaya membangun kerajaan (secara rohani) pada gilirannya akan membangkitkan lebih banyak pemimpin.

Manfaat 3 – Usia Gerakan yang Panjang

Dua ribu tahun setelah Yesus mencurahkan hidup-Nya ke dalam 12 orang murid di awal, jutaan orang di seluruh dunia telah diubah oleh pesan Injil. Bagi kami, usia gerakan yang panjang berarti bahwa dalam 20 tahun, kampus ini akan memiliki tubuh orang percaya yang berkembang dan berkembang karena investasi yang dilakukan oleh para pemimpin kita saat ini.

Ketika kita berbicara tentang pemuridan, apa yang kita harapkan untuk dihasilkan? Bagaimanakah seharusnya seorang murid yang matang menurut alkitab?

  • Murid berjalan dengan iman

Mereka mengembangkan hubungan mereka dengan Allah dengan menggali Alkitab dan mengembangkan kehidupan doa. Mereka memiliki Saat Teduh yang konsisten. Para murid berdasarkan Firman Tuhan, dapat menangani masalah kekudusan dalam hidup mereka. Mereka dapat menyelesaikan dosa, dan mengembangkan kepekaan untuk berbalik dari dosa ketika mengalaminya dalam hidup mereka. Mereka belajar bagaimana beribadah, dan bagaimana bertahan ketika menghadapi pencobaan. Mereka mempraktekkan bagaimana berjalan  bersama Kristus.

  • Murid mengkomunikasikan iman mereka

Murid-murid berdasarkan Firman Tuhan mengembangkan hati mereka seperti hati Tuhan, dan salah sat isi hati Tuhan adalah orang-orang yang belum mengenal Dia. Mereka memiliki hati untuk yang terhilang, belas kasih yang semakin besar akan kenyataan bahwa orang-orang yang tidak mengenal Yesus, perlu mengenal Yesus. Murid adalah orang yang ingin tahu bagaimana berhubungan dengan orang yang non-Kristen dan bagaimana membagikan kesaksian pribadi dengan cara yang dapat dimengerti oleh mereka. Mereka ingin memulai percakapan rohani dengan cara yang penuh kasih, bijaksana, dan belajar bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit yang diajukan selama pertemuan itu.

  • Murid melipatgandakan iman mereka

Mereka dapat mengambil hal-hal yang telah diajarkan Allah kepada mereka dan meneruskannya kepada orang lain. Misalnya, jika mereka menuntun seseorang kepada Kristus, apakah mereka tahu apa yang harus dilakukan selain mengundang mereka ke Cru atau membawa mereka ke gereja? Murid dapat mempelajari cara mempelajari Firman Allah secara mendalam, cara menggali, mengamati, dan menerapkan Kitab Suci, sehingga mereka sendiri dapat menolong orang percaya baru dalam iman dengan berjalan bersama-sama menaati Firman Tuhan dengan mereka. Mereka juga dapat belajar bagaimana melayani orang percaya baru, memimpin pemahaman Alkitab, dan bertindak sebagai rekan tanggung gugat.

Ketika saudara bertemu dengan seorang murid, tanyakan pada diri sendiri: “Di mana posisi orang ini saat ini?”

  • Apakah kita perlu berfokus pada berjalan dengan iman? Apakah mereka membaca dan merenungkan Firman Tuhan?
  • Apakah orang ini sudah bertumbuh? Apakah mereka belajar dan melakukan Firman Tuhan? Apakah mereka termotivasi untuk belajar bagaimana menjangkau orang-orang di sekitar mereka yang belum mengenal Kristus?
  • Apakah orang ini berkembang pada bidang-bidang tersebut di atas? Dan ingin meneruskan pengetahuan yang dipercayakan Tuhan kepada mereka?

(Oleh Tim Henderson, diterjemahkan oleh RS)

Artikel diambil dari The Compass.

Tim Henderson adalah Direktur Kampus di Penn State University dan telah menulis atau ikut menulis banyak Resources Pelayanan Kampus seperti Compass dan The Community.

/www.cru.org/us/en/train-and-grow/help-others-grow/discipleship/the-right-reasons-for-discipleship.html

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

The post ALASAN YANG BENAR DALAM PEMURIDAN appeared first on Multiplikasi.

]]>
https://multiplikasi.com/alasan-yang-benar-dalam-pemuridan/feed/ 0
KONTEN YANG BENAR DALAM PEMURIDAN https://multiplikasi.com/konten-yang-benar-dalam-pemuridan/ https://multiplikasi.com/konten-yang-benar-dalam-pemuridan/#respond Fri, 05 Apr 2019 00:00:00 +0000 http://multiplikasi.com/2019/04/05/konten-yang-benar-dalam-pemuridan/ KONTEN YANG BENAR DALAM PEMURIDAN Ketika saudara mulai memuridkan, apa yang saudara ingin sampaikan? Apa yang ingin saudara ajarkan kepada mereka? Seperti yang telah kita diskusikan, relasi/hubungan adalah bagian terbesar dalam pemuridan. Tetapi pemuridan seperti yang Firman Tuhan sampaikan bukanlah hanya kumpul-kumpul dengan seseorang. Itu adalah pertemanan. Kita semua memiliki teman-teman yang sering  jalan dan […]

The post KONTEN YANG BENAR DALAM PEMURIDAN appeared first on Multiplikasi.

]]>
KONTEN YANG BENAR DALAM PEMURIDAN

Ketika saudara mulai memuridkan, apa yang saudara ingin sampaikan? Apa yang ingin saudara ajarkan kepada mereka?

Seperti yang telah kita diskusikan, relasi/hubungan adalah bagian terbesar dalam pemuridan. Tetapi pemuridan seperti yang Firman Tuhan sampaikan bukanlah hanya kumpul-kumpul dengan seseorang. Itu adalah pertemanan. Kita semua memiliki teman-teman yang sering  jalan dan bergaul dengan kita, tetapi kita tidak memuridkan semua teman-teman kita. Pemuridan berhubungan dengan bertemu seorang teman untuk tujuan membawa orang ini ke satu ‘tempat’, membawa mereka agar menjadi murid seperti yang alkitab maksudkan.

Untuk mengetahui ke mana saudara mau membawa seseorang, membutuhkan beberapa pemikiran ke depan. Saudara perlu memiliki gambaran di mana saudara ingin membawa orang ini dan apa saja hal yang perlu mereka pelajari untuk tiba di sana. Apa kebenaran alkitab yang perlu mereka pelajari? Pembangunan karakter seperti apa yang harus terjadi dalam hidup mereka? Ketrampilan seperti apa yang mereka butuhkan dalam pelayanan? Bagaimana mereka harus diperlengkapi?

Bayangkan seorang pelatih football yang ingin anak asuhnya dengan posisi ‘quarterback’ untuk memimpin timnya dan bermain dalam Pertandingan 10 Besar. Pelatih itu memiliki hal-hal khusus yang ingin ia ajarkan kepada anak asuhnya tersebut. Ia harus belajar bagaimana membaca pertahanan dan bagaimana mengoper bola ke teman dengan baik. Anak asuhannya dengan posisi ‘quarterback’ perlu tahu bagaimana mundur dalam tiga langkah untuk dapat menerima bola dengan cepat.

Seorang pelatih tidak hanya berimprovisasi bagaimana melakukannya. Ia harus berpikir sungguh-sungguh,”Bagaimana membawa orang ini  ke sana?”

Dua Macam Pemimpin Kelompok Pemuridan

  1. Planners (Perencana) – Pada titik ekstrim, seorang planner adalah orang yang merencanakan segala sesuatu dengan sangat rinci. Minggu 1, Minggu 2, Minggu 3…. Saudara mungkin sangat disiplin, dan itu baik. Tetapi saudara perlu fleksibel dan bersedia membahas pertanyaan yang mungkin ingin disampaikan murid-murid, yang mungkin tidak sesuai dengan rencana saudara.
  1. Wingers (Berimprovisasi sesuai situasi)– Wingers adalah pemimpin kelompok yang muncul, dan apa yang keluar, itulah yang dipelajari.

Hal itu dapat berjalan dengan baik, jika orang yang saudara muridkan adalah seseorang yang setiap minggu datang dengan pertanyaan. Mereka memiliki hal-hal yang ingin mereka pelajari. Tetapi saudara perlu yakin bahwa saudara benar-benar memberikan hal-hal yang mereka butuhkan untuk dipelajari, dan tidak bergantung pada pertanyaan yang terus menerus.

Di sisi yang lain, jika saudara bekerja dengan seseorang yang muncul dalam kelompok tanpa pertanyaan apapun dalam pikiran mereka, menjadi pemimpin kelompok tipe ‘winger’ (berimprovisasi sesuai situasi) dapat saja berarti saudara akan ada di sana, dan tidak tahu harus berbuat apa dalam pertemuan itu.

Bagi kedua tipe pemimpin kelompok, keseimbangan diperlukan. Jadilah fleksibel, siap sedia, dan memiliki perencanaan yang matang dalam pertemuan kelompok.

Tiga Bidang Konten 

Saudara telah membagikan visi tentang apa arti menjadi seorang murid dan orang ini sudah berkomitmen untuk bertemu dengan saudara. Sekarang bagaimana?

  1. Berfokus pada kebutuhan dan tujuan utama dalam hidup mereka saat ini

Tanyakan – “Apa tujuanmu dalam semester ini?” Apa yang kamu butuhkan?” “Hal apa yang sedang kamu gumuli?”

Tanyakan, apa yang menurut mereka menjadi kekuatan dan kelemahan mereka. Catat hal-hal tersebut sehingga saudara mengerti apa yang mereka butuhkan. Hal ini berarti, tidak hanya memiliki Saat Teduh, tetapi juga bagaimana bergumul dengan nafsu berahi mereka, hubungan dengan pacar, hubungan mereka dengan orang tua. Mungkin mereka akan berkata,”Saya tidak mengerti hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan rohani,” atau  “Saya bergumul dengan pencobaan dan godaan.”

Dalam keadaan seperti ini, fokuslah pada bagaimana mereka berjalan bersama Kristus dan karakter mereka, itu adalah fondasi dari pemuridan. Roger Hershley yang melayani selama 30 tahun memuridkan para pria, menyampaikan bahwa ia menghabiskan lebih banyak waktu berfokus pada perjalanan mereka bersama Kristus dan karakter mereka lebih dari yang lain.

Menghabiskan waktu mengembangkan mereka dalam pelayanan dan belajar bagaimana membagikan iman mereka juga penting. Tetapi jika saudara tidak mengejar mereka dengan hal-hal yang berhubungan dengan karakter dan bagaimana mereka berjalan bersama Kristus, kompetensi & ketrampilan mereka sebagai pemimpin dalam pelayanan mungkin sangat baik – dan perkembangannya mungkin lebih tinggi dari karakter mereka. Mereka bisa sangat trampil, tetapi kita memiliki banyak pemimpin di dunia yang sangat kompeten, tetapi tidak memiliki karakter yang baik.

Berapa banyak contoh dalam sejarah yang kita miliki, di mana pada akhirnya kurangnya karakter merongrong kompetensi. Presiden Amerika bisa saja seorang pemimpin yang berbakat, tetapi jika ia tidak memiliki karakter, itu akan menyakiti dirinya.

Buatlah pengamatan dalam kehidupan seseorang. Apa masalah karakter yang mereka miliki? Bagaimana keadaan orang ini dalam hal kesombongan? Hal itu sering menjadi masalah yang nyata, terutama ketika orang-orang Kristen di kampus berasal dari gereja atau latar belakang Kristen. Mereka mungkin berpikir mereka sudah memahami semuanya. Dan halangan terbesar bagi perkembangan mereka selanjutnya adalah kebanggaan/kesombongan.

Ada hal-hal yang lain – sikap hati seorang pelayan, kerentanan dan transparansi, menghakimi, bagaimana mereka menggunakan lidah mereka untuk membangun atau meruntuhkan orang lain.

Selama satu tahun, Roger memuridkan seorang pria yang berasal dari sebuah keluarga yang sangat legalistik di mana orangtuanya selalu menyalahkan dan mempermalukannya. Jika orang ini mau memiliki dampak jangka panjang bagi Kristus, ia harus memahami tentang anugerah dan dibebaskan dari legalisme. Dia dan Roger menghabiskan banyak waktu bersama untuk menggali Firman Tuhan untuk memahami arti anugerah/ kasih karunia. Itulah yang dia butuhkan.

  1. Sampaikan tentang keyakinan/iman Anda

Buat penilaian terhadap keyakinan yang telah Tuhan taruh/bangun dalam hidup saudara. Saudara dapat mempelajari tulisan dari banyak buku  dan mencoba mengajarkan hal-hal yang ditulis orang lain, tetapi hal-hal yang saudara sampaikan dengan penuh semangat kepada seseorang adalah keyakinan yang Tuhan telah letakkan/bangun di dalam diri saudara.

Buatlah daftar dan pikirkan  tentang keyakinan terdalam yang telah Tuhan ajarkan dan bangun dalam hidup saudara. Mungkin itu adalah kehidupan yang dipenuhi Roh kudus. Mungkin itu adalah anugerah. Mungkin tentang doa. Mungkin tentang kekudusan dan atribut Allah. Mungkin perlunya untuk memiliki Saat Teduh yang konsisten dan keinginan untuk belajar Firman Tuhan. Mungkin perspektif tentang kekekalan. Jika saudara membuat daftar dan berbicara tentang hal-hal yang telah Tuhan ajarkan kepada saudara, saudara akan melakukan pekerjaan yang hebat dalam memuridkan seseorang.

Apakah saudara tahu apa itu pemuridan? Pemuridan adalah menularkan ‘penyakit’ saudara. Itu berarti membawa ‘kuman’ keyakinan yang telah terinfeksi dalam diri saudara, dan ‘menghembuskannya’ kepada seseorang. Ketika saudara menghabiskan waktu dengan seorang murid dalam  pertemuan-pertemuan, ketika saudara nongkrong di pusat kota untuk makan pizza, ‘menghembuskan’ kepada mereka tentang apa yang telah Tuhan lakukan dalam hidup saudara. Mereka akan ‘terinfeksi’ dan mendapatkan ‘penyakit’ yang saudara miliki. Itulah pemuridan.

  1. Masukkan konten yang mendasar bagi perjalanan setiap orang Kristen

Ada prinsip-prinsip tertentu yang benar-benar perlu dimiliki setiap orang percaya sebagai landasan yang baik selama perkembangan mereka secara rohani.

Staf Cru telah mengembangkan sarana yang disebut The Compass. Di dalamnya ada topik-topik Firman Tuhan yang penting dan mendasar yang perlu dimiliki setiap orang percaya untuk diinternalisasi dan dipahami.

Ini tentu tidak lengkap. Tetapi ini adalah beberapa topik utama di mana kami ingin setiap mahasiswa yang menjadi bagian dari gerakan ini dimuridkan. Ini adalah sarana – yang dapat digunakan saat memikirkan perkembangan murid saudara.

Tiga Perspektif tentang Pertumbuhan 

Mari kita lihat 3 perspektif tentang pertumbuhan dari murid-murid saudara. Jika saudara merasa tertekan sebagai seorang pemimpin kelompok, mari melihat perspektif berikut untuk membebaskan diri dari tekanan yang tidak semestinya.

  1. Allah yang memberikan pertumbuhan

Setiap pemimpin kelompok perlu memiliki dan menginternalisasi 1 Korintus pasal 3, ketika Paulus sedang berbicara tentang pelayanannya dan Apolos kepada orang-orang di Korintus. “Aku menanam, Apolos menyiram tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.” Paulus telah pergi dan memberitakan Injil di Korintus. Apolos mengikutinya dan lebih banyak memberitakan Injil, membantu orang-orang percaya yang baru untuk bertumbuh. Tetapi Paulus menekankan bahwa baik yang menanam, maupun yang menyiram, bukanlah apa-apa.

Allah yang memberikan pertumbuhan. Allah akan bekerja melalui saudara. Ciptakan lingkungan untuk pertumbuhan. Bangun hubungan, bawa mereka ke dalam Firman, dan berikan mereka kesempatan untuk pelayanan. Tetapi Allah Roh Kudus perlu bekerja dalam hati mereka.

Ada murid-murid yang mungkin tidak pernah tumbuh secara signifikan atau lepas landas secara rohani. Kita dapat menyalahkan diri kita sendiri karena tidak mengatakan atau melakukan hal-hal yang benar, tetapi sebagai seorang pemimpin kelompok, saudara melangkah dengan iman, melakukan yang terbaik yang saudara bisa dengan apa yang saudara ketahui, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah.

  1. Allah menggunakan seluruh tubuh Kristus dalam proses pemuridan mereka, bukan hanya saudara

Dengan kata lain, bobot penuh pertumbuhan mereka tidak bergantung pada apa yang saudara lakukan dengan mereka secara individu. Itu sebabnya kami memiliki gerakan di mana murid dapat mendengarkan Firman Tuhan dan bersekutu.

Ketika mereka mengikuti retret, pertemuan-pertemuan, mission-trip, atau hanya pertemuan sosial dengan Cru, mereka dikelilingi oleh orang percaya lainnya. Sebagai seorang pembimbing, undanglah murid saudara untuk menjadi bagian dari komunitas orang percaya yang lebih besar. Saudara tentu tidak ingin orang itu menjadi tergantung pada Anda.

Pertama – saudara tidak memiliki semua karunia rohani. Kedua – saudara tidak memiliki semua pengetahuan Alkitab yang ada. Ketiga – saudara tidak memiliki jawaban untuk semua pertanyaan mereka. Jujurlah tentang keterbatasan saudara dan sertakan murid saudara dalam ‘tubuh’ yang lebih besar sehingga orang lain dapat mengatakan kebenaran dalam kehidupannya di area yang mungkin belum saudara sentuh. Tekanan tidak akan terjadi ketika saudara menyadari bahwa Tuhan akan menggunakan saudara, tetapi Ia akan melakukannya dalam konteks gerakan dengan jumlah orang yang lebih besar.

3.Tiap murid bertanggung jawab terhadap pertumbuhannya

Saudara bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan untuk bertumbuh. Tetapi setiap murid bertanggung jawab atas tanggapan hati mereka kepada Allah. Ajari mereka dengan Firman, undang mereka mengikuti retret, tetapi jika mereka tidak merespons, itu masalah mereka.

Kasihi mereka, doakan mereka, bawa mereka. Tetapi sadari bahwa dalam pemuridan kita tidak memiliki wewenang untuk membuat murid melakukan apa pun. Saudara dapat menjadi mentor, mengarahkan serta menjadi gembala. Saudara dapat dengan penuh kasih mencoba membawa mereka kepada Kristus dan firman-Nya, dan mendorong mereka untuk mengikut Kristus.

Tapi mari kita perjelas. Pemujaan pada suatu aliran tertentu (kultus) membuat orang melakukan sesuatu. Kita bukanlah seperti itu. Kita adalah gerakan orang Kristen yang ingin menolong orang lain untuk bertumbuh, dan mengarahkan mereka kepada Tuhan. Mereka harus membuat keputusan sendiri tentang pertumbuhan rohani mereka.

Pemuridan adalah hak istimewa. Dengan terlibat dalam kehidupan seseorang, saudara dapat memberikan perspektif rohani dan kebenaran serta hikmat yang akan membentuk sisa hidup mereka. Saudara dapat menginvestasikan waktu untuk berbagai hal. Tetapi tidak ada yang dapat membantu mengubah seluruh hidup seseorang selama 50 tahun ke depan. Kita dapat menjadi pelayanan yang mentransformasi kehidupan. Kita dapat menjadi pelayanan yang mengubah kekekalan orang lain. Itulah pentingnya pemuridan. Dan hal itu adalah investasi yang berharga! 

(Oleh Tim Henderson)

Tim Henderson adalah Direktur Kampus di Penn State University dan telah menulis atau ikut menulis banyak Resources Pelayanan Kampus seperti Compass dan The Community.

Diterjemahkan & disesuaikan oleh RS

Artikel diambil dari The Compass.

https://www.cru.org/us/en/train-and-grow/help-others-grow/discipleship/the-right-content-for-discipleship.html

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

The post KONTEN YANG BENAR DALAM PEMURIDAN appeared first on Multiplikasi.

]]>
https://multiplikasi.com/konten-yang-benar-dalam-pemuridan/feed/ 0