Multiplikasi
Multiplikasi.Com

APAKAH KITA PERLU MEMBERITAHU ORANG LAIN ?

1

 PERLU MEMBERITAHU

Apakah kita benar-benar perlu memberi tahu orang lain ketika merasa kita sedang berjuang dengan kelemahan tertentu (mis. hasrat seksual; kecanduan akan hal-hal tertentu, dan sebagainya)?

Dapatkah kita menemukan cara untuk berperang melawan hal-hal tersebut seorang diri, atau menyimpannya hanya untuk kita dan Tuhan?

Bergumul dengan rasa malu yang luar biasa membuat kita ingin  ‘berjuang’ sendiri. Kita harus mengerti mengapa hal itu terjadi….

Rasa malu membuat kita terisolasi dan kemudian memberitahu kita bahwa kita lebih aman jika berada di sana 

  • Apakah suara hati saudara pernah mengatakan salah satu dari yang berikut ini.
  • Tidak ada orang lain yang saudara kenal sedang berjuang dengan hal seperti ini.
  • Masalah saudara lebih buruk daripada apa yang dialami orang lain.
  • Jika saudara berterus terang, saudara akan dihakimi.
  • Jika saudara meminta bantuan, saudara akan terlihat lemah.
  • Saudara berjuang sendiri, dan hal itu tidak berubah.

Yang saudara dengar adalah rasa malu. Jika saudara mempercayai kebohongan ini, memberitahu orang lain tentang pergumulan saudara akan menjadi sesuatu yang  mustahil.

Rasa malu membuat saudara tidak mau mencari bantuan dan menemukan hubungan yang dapat mendukung saudara.

 Jujur dengan orang lain adalah salah satu langkah pertama dalam penyembuhan emosional dan spiritual. Alkitab menyebut transparansi ini sebagai pengakuan.

 Pengakuan secara Alkitabiah adalah tentang penyembuhan.

Memikirkan untuk melakukan pengakuan adalah seperti memilih untuk menemui dokter ketika saudara sakit.

Saudara membutuhkan bantuan dan saudara ingin sembuh, tetapi pertama-tama saudara harus jujur tentang apa yang terjadi. Pengakuan adalah tentang kejujuran yang menjadi landasan untuk penyembuhan. Tetapi saudara tidak perlu berdiri di depan jemaat gereja saudara atau ketika ada acara api unggun. Saudara dapat menceritakan kepada satu orang yang saudara percayai.

Jika saudara tidak yakin harus memberi tahu kepada siapa atau bagaimana seharusnya orang tersebut, pertimbangkan hal berikut ini:

  1. Apakah mereka orang Kristen?

Yesus ingin kita menjadi gambaran-Nya dalam kehidupan satu sama lain. Jadi ketika saudara harus menemukan seseorang agar saudara dapat  jujur dengan pergumulan saudara, masuk akal untuk memilih seseorang yang mengenal-Nya. Temukan seorang Kristen yang matang sehingga sehingga saudara dapat mempercayai mereka, bahwa masukan yang mereka berikan dimaksudkan untuk mengarahkan saudara kepada Allah yang adalah kunci penyembuhan saudara.

2.  Apakah orang itu mengenal saudara?

Tuhan rindu agar saudara mengalami penyembuhan dalam konteks komunitas yang otentik.

Mungkin terasa menyenangkan untuk “melepasnya” dengan seseorang secara anonim, dan menulis bisa bersifat katarsis, tetapi saudara akan mengalami lebih banyak penerimaan yang Tuhan inginkan bagi saudara  dalam hubungan nyata dengan orang lain. Jika saudara belum memiliki seseorang seperti ini dalam hidup saudara, siapa pun yang saudara pilih untuk menjadi orang yang dapat saudara percayai harus saudara libatkan dalam seluruh bidang kehidupan saudara, bukan hanya saat-saat pengakuan saja. Selain itu, mereka harus lebih tertarik pada masa depan yang saudara inginkan daripada masa lalu yang saudara  miliki .

Pengakuan adalah jalan untuk mengalami anugerah

Jika rasa malu adalah musuh keintiman, kasih karunia adalah musuh rasa malu.

Sederhananya, kasih karunia/rahmat berarti mendapatkan sesuatu yang baik yang tidak pantas kita dapatkan. Kasih karunia memandangi semua potongan kita yang jelek dan rusak dan berkata, “Masih ada harapan dan kesembuhan.”

Tanpa pengakuan, saudara akan menyimpan kebohongan dalam pikiran saudara,

“Jika mereka tahu kebenaran tentang aku, mereka tidak akan mengasihiku atau mereka tidak ingin aku terlibat dalam kehidupan mereka.”

Tanpa jujur dengan seseorang secara langsung, saudara tidak dapat mengalami penerimaan dan kasih tanpa syarat yang Tuhan ingin saudara alami.

Dalam sebuah artikel, Heidi berbagi cerita tentang rasa malu yang disebabkan oleh pergumulannya. Titik balik Heidi datang ketika dia jujur dengan orang tuanya:

“Di akhir sekolah menengah, Tuhan memberiku keberanian setelah mendengarkan cerita orang lain, untuk mengaku pada orang tuaku. Menjelang saat itu, orang tuaku mendengarkan aku tanpa rasa shock dan tetap mengasihiku.

Catatan jurnalku hari itu mengatakan, “Ini adalah hari di mana aku  merasa bebas.” Ini bukan karena aku langsung berhenti, tetapi karena hari itu saya membiarkan orang lain melihat keseluruhan diriku, dan aku tetap merasa dikasihi. Aku akhirnya dapat melepaskan rasa bersalah dan malu  dan berhenti mempercayai kebohongan bahwa aku adalah orang yang kotor. ”

Pengakuan sangat penting untuk mengalami kebebasan 

Bersikap terus terang/terbuka dengan teman-teman adalah salah satu hal paling menakutkan yang pernah aku lakukan, tetapi aku tidak akan mengalami kebebasan dari perilaku kecanduanku tanpa bersikap terbuka tentang hal itu. Selama bertahun-tahun aku hidup dengan ketakutan akan hal yang  dapat membebaskanku – yaitu pengakuan.

Mungkin di situlah saudara berada sekarang.

Saudara membutuhkan lima langkah sederhana untuk melakukan hal ini sendiri.

Saudara ingin sarana kebebasan yang bernama LAKUKAN SENDIRI (DO IT YOURSELF)?

Tidak ada.

Setelah itu bagaimana…?

  1. Bicaralah dengan Tuhan tentang pergumulan saudara saat ini. Katakan kepada Tuhan bagaimana perasaan saudara (bahkan jika saudara merasa, saudara menikmati perasaan tersebut). Jujurlah tentang ketakutan saudara.
  2. Mintalah kepada Tuhan untuk menunjukkan kepada saudara, seseorang yang dapat saudara ajak bicara dengan jujur.
  3. Carilah orang yang saudara percayai. Beberapa kemungkinan mungkin Anda:
  • Pendeta atau istri Pendeta
  • Anggota staf LPMI
  • Pemimpin pelayanan kampus
  • Guru
  • Konselor
  1. Tandai tanggal pada kalender saudara untuk memberi tahu mereka. Mengapa? Karena saudara ingin mempersiapkan percakapan, dan memiliki waktu untuk menceritakan seluruh kisah saudara.
  2. Ada kemungkinan orang pertama yang saudara dekati ternyata tidak cocok. Teruskan. Saudara perlu menemukan seseorang untuk mengisi tempat ini dalam hidup saudara walaupun hal itu membutuhkan beberapa upaya.

Saudara berharga berapapun waktu dan energi yang dibutuhkan. 

By. Jessica Harris (Diterjemahkan oleh RS)

https://www.cru.org/us/en/train-and-grow/life-and-relationships/women/desire/5-do-i-really-need-to-tell-somebody.html

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments
1 Comment
  1. Podatki Blog says

    If you dont know precisely what you want or need, you should think over the following conclusions.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

BERLANGGANAN
GRATIS
Masukkan email kamu untuk mendapatkan pemberitahuan ketika ada berita atau renungan terbaru!
BERLANGGANAN
close-link