}} Rekan Sekerja Archives - Multiplikasi https://multiplikasi.com/category/rekansekerja/ Multiplikasi.Com Mon, 31 Aug 2020 05:11:54 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.2.9 https://multiplikasi.com/wp-content/uploads/2020/03/cropped-66608901e051e4b485710ef70d11b8f6-1-32x32.png Rekan Sekerja Archives - Multiplikasi https://multiplikasi.com/category/rekansekerja/ 32 32 PUSAT LATIHAN AMANAT AGUNG KE X https://multiplikasi.com/pusat-latihan-amanat-agung-ke-x/ https://multiplikasi.com/pusat-latihan-amanat-agung-ke-x/#respond Mon, 31 Aug 2020 02:59:17 +0000 http://multiplikasi.com/?p=3843 PUSAT LATIHAN LPMI ANGKATAN 10 Latihan membawa perubahan, itulah motto setiap latihan yang diadakan oleh LPMI. Dari tahun ke tahun, kebutuhan Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia untuk mengembangkan pelayanan yang lebih luas dan kuat sangat terasa. Kebutuhan ini terasa semakin kuat dengan adanya beberapa perwakilan baru yang menurut rencana akan di buka. Untuk mengingat kasih setia […]

The post PUSAT LATIHAN AMANAT AGUNG KE X appeared first on Multiplikasi.

]]>
PUSAT LATIHAN LPMI ANGKATAN 10

Latihan membawa perubahan, itulah motto setiap latihan yang diadakan oleh LPMI. Dari tahun ke tahun, kebutuhan Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia untuk mengembangkan pelayanan yang lebih luas dan kuat sangat terasa. Kebutuhan ini terasa semakin kuat dengan adanya beberapa perwakilan baru yang menurut rencana akan di buka. Untuk mengingat kasih setia Tuhan yang telah kami alami, kisah ini ditulis kembali.

Setelah acara besar “Jakarta’88” dibukalah masa Pusat Latihan ini, tepatnya pada tanggal 1 September 1988 bertempat di Ruang serba guna GIA Pegangsaan. Tampil menyampaikan kesaksian mewakili para siswa Bambang Siswanto, Peserta Latihan dari Jogjakarta. Juga Saudara Erwin seorang mahasiswa Tehnik Universitas Indonesia. Dorongan Firman Tuhan disampaikan oleh Direktur nasional LPMI Drs. Agus Bale Lay.

Keesokan harinya kami langsung menuju tempat Retreat MASADA di daerah Cisarua-Bogor, Berkenalan dengan para mentor/Pelatih yang akan menolong kami selama masa Latihan. Ada 4 kampus yang saat itu dipersiapkan  menjadi tempat kami melayani. Antara lain :

Universitas Indonesia : Sebagai pelatih Ir. Adri Lombogia dengan siswa : Ir. Vicky Moniaga, Prayitno Dwi Nugroho SH, Jaya Siaga dan Wilfred Soplantila. Sedangkan Dra. Adel Kansil menjadi pelatih untuk para wanita : Dra.Johanna Margo Tahalele, Ita Nurchayani SH, Lisma Simanjuntak dan Enny Hadiah.

Universitas Kristen Indonesia : Sebagai Pelatih Johny Tambariki AmAd dengan siswa : Jefry Kipuw, Drs Bambang Siswanto, Sumping Kudandang, Frans Rampoloji SH, Imanuel Nahak .   Juga Direktur PLAA Karel Pattipeilohy M.Div menjadi pelatih untuk Pdt Elly Tilaar, Sedangkan  Ibu Emma Pattipeilohy memimpin tim Wanita yaitu : Ibu Tilaar, Mariani Anggen, Ibu Yuli Jarollo.

Universitas Tri Sakti : Sebagai pelatih August Siwy dengan siswa : Gusti Yoseph SH, Joko Birowo, Andrew Gilong. Hana Sukamti memimpin tim wanita : Karsini, Ita Sekeon, Ani Sembiring, Elly Adam, Novi Wuwungan.

IKIP Jakarta : Drs Edi Prabowo memimpin : Abednego, Laazar Manuain,  drs. Willy Pandensolang, Daniel Gagarin.  Dra. Djenny Lengkong menjadi pelatih bagi Diah Purwanti SH, Claudia Purwanti, dra. Dewi Koutji, Etty Catur Wulan.

Pelatihan berjalan sangat ketat dengan disipilin yang tinggi. 3 bulan sekali dipilih Student Committee yang secara berturut turut dipimpin oleh Bambang Siswanto, Wilfred Soplantila dan terakhir oleh Willy Pandensolang. Setiap pagi para siswa diatur untuk piket membersihkan ruang kelas dan membantu Ibu Merry Nanlohy menyiapkan sarapan. 9 bulan terasa berjalan lambat, karena banyak tugas, hafalan, menulis ceramah, check out materi-materi pemuridan. Belum lagi setiap hari Jumat menyiapkan acara College Life untuk pertemuan rutin bagi para mahasiswa di Asrama Kebon nanas.

Ada Campus Classic bulan Desember, sekaligus Natal LPMI, diadakan di Aula UKI Cawang. Ada Leadership Training Class (LTC) Bulan Maret 1989 di kelas & aula UKI Diponegoro dan diakhiri dengan acara EXPLO’89 bertempat di Hotel Lembah Nyiur Cisarua. Tidak ada waktu untuk bersantai karena padatnya acara-acara pelatihan. Namun kami tahu bahwa  semua itu  menolong kami diperlengkapi dengan Pengetahuan, Ketrampilan dan yang terpenting adalah Sikap hati sebagai Hamba Tuhan. Acungan jempol bagi Direktur dan para pelatih/mentor yang membuat semua berjalan baik dan lancar.

Berikut beberapa Kesan dari teman-teman Angkatan 10 yang sempat terekam :
Bambang Siswanto : Saya sangat bersyukur kepada Tuhan, ketika saya mengikuti Pusat Latihan Angkatan X, saya dibentuk bagaimana memiliki karakter  seorang hamba Tuhan yang  disiplin, memahami perbedaan dan berintegritas. Yang menolong saya sampai hari ini dalam pelayanan saya.

Diah Purwanti : Saya sangat bersyukur kepada Tuhan, ketika saya mengikuti latihan angkatan ke 10 , saya dipersiapkan menjadi hamba Tuhan yang hanya  bergantung sepenuh nya kepada  Tuhan, bekerja secara tim dan menjaga kekudusan.

Gusti Yoseph : Ada rasa bangga sebagai anggota staf LPMI. Kekompakan dan kebersamaan tim pelayanan sangat terkesan. Apalagi komunikasi kekeluargaan diantara para staf senior dan yunior. staf senior selalu memberi motivasi dan menjadi inspirator bagi saya dalam pelayanan. Melatih iman saya untuk bergantung sepenuhnya pada Tuhan khususnya. Dalam usaha dana Explo.

Dalam pelatihan Angkatan ini, ada 2 teman dari Sabah Malaysia yang sama-sama dilatih. Sumping Kudandang dan Andrew Gilong. Mereka hanya mengikuti pelatihan selama 6 bulan saja. Jadi bulan Februari setelah LTC mereka harus Kembali ke negaranya.

Saat-saat yang ditunggu akhirnya tiba juga. 1 Juni 1989 hari wisuda itu tiba. Bertempat di Wisma Kana jalan Gondangdia wisuda dilaksanakan, dihadiri oleh Dr. Thomas Abraham Direktur wilayah Asia Tenggara pelayanan ini. Setelah itu kami Kembali ke wilayah masing-masing, walupun  ada beberapa teman yang ditempatkan ke perwakilan lain sesuai dengan kebutuhan nasional.

Tahun tahun telah berlalu, namun kasih setia Tuhan tidak pernah layu. Setelah 32 tahun kami melayani, puji Tuhan semua dalam keadaan baik.
Sebuah syair  karya drs. Agus Bale Lay Direktur nasional saat itu, telah digubah menjadi sebuah lagu oleh Joko Birowo salah seorang teman kami.

Tuhan kami bukanlah tukangnya,
Bukan arsitek pembangun Menara.
Kami sekedar pekerja.
Pengangkat pasir, pemikul batu
yang bertekat bahu membahu.
Membangun  mendirikan bangunan rohani,
beralaskan keikhlasan hati kami.
Segala kemuliaan kami brikan padaMu.

SOLIDEO GLORIA (WS)

Jika saudara diberkati dengan Kisah di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

The post PUSAT LATIHAN AMANAT AGUNG KE X appeared first on Multiplikasi.

]]>
https://multiplikasi.com/pusat-latihan-amanat-agung-ke-x/feed/ 0
KEN DAN ANN COCHRUM https://multiplikasi.com/ken-and-ann-cochrum/ https://multiplikasi.com/ken-and-ann-cochrum/#respond Fri, 05 Jun 2020 11:07:47 +0000 http://multiplikasi.com/?p=3575 Wakil Presiden, Strategi Digital Global Ken mulai mengikut Yesus dengan sepenuh hati setelah tahun kedua sebagai mahasiswa teknik mesin di University of Texas. Setelah lulus, Tuhan menuntunnya untuk bergabung menjadi anggota staf Lembaga Pelayanan mahasiswa dengan hasrat untuk memuridkan para pria dan membangun gerakan spiritual. Ken memegang gelar Master dalam Studi Biblika dari Dallas Theological […]

The post KEN DAN ANN COCHRUM appeared first on Multiplikasi.

]]>
Wakil Presiden, Strategi Digital Global

Ken mulai mengikut Yesus dengan sepenuh hati setelah tahun kedua sebagai mahasiswa teknik mesin di University of Texas. Setelah lulus, Tuhan menuntunnya untuk bergabung menjadi anggota staf Lembaga Pelayanan mahasiswa dengan hasrat untuk memuridkan para pria dan membangun gerakan spiritual.

Ken memegang gelar Master dalam Studi Biblika dari Dallas Theological Seminary dan Doktor Pelayanan dari Bethel Seminary.

Dia menjabat sebagai direktur kampus, direktur regional, dan direktur kampus nasional Asia Impact sebelum kembali ke Amerika Serikat pada 2007 untuk melayani bersama tim Eksekutif Global Lembaga Pelayanan Mahasiswa.

Ken sangat berbeban  tentang Amanat Agung dan percaya bahwa Kristus akan dimuliakan di tempat-tempat yang belum dikenalnya. Jantungnya berdetak dengan keinginan untuk menyembah Yesus ketika dia melayani dan memperkuat para pemimpin-Nya di seluruh dunia.

Ken dan istrinya Ann telah menginvestasikan  30 tahun hidup  mereka bersama sebagai anggota staf Lembaga Pelayanan Mahasiswa dalam membantu menumbuhkan gerakan dalam pelayanan para mahasiswa.

Pada 2010, mereka sepakat untuk mengembangkan dan memimpin  Strategi Digital di lembaga ini untuk mempercepat penggunaan strategi digital di seluruh organisasi.

Ken percaya bahwa dunia digital adalah kunci untuk membantu memenuhi Nubuat dari Habakuk 2:14, yang mengatakan, “Karena Bumi akan dipenuhi dengan pengetahuan tentang kemuliaan Tuhan seperti air menutupi laut.”

Untuk itu, pada 2013 Ken mendirikan Indigitous, sebuah gerakan yang berbeban untuk menghubungkan lebih banyak orang dengan Yesus menggunakan strategi digital.

Ken saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden untuk Strategi Pelayanan Digital secara Global. Ken dan Ann memiliki dua anak, Travis dan Amy, yang juga melayani Tuhan di Marketplace.

Pada 2013, Ken menerbitkan sebuah buku tentang kepemimpinan global abad ke-21 berjudul CLOSE: Leading Well Across Distance and Cultures.
Ken juga mengisi blog secara teratur di www.onleadingwell.com.

Diterjemahkan dari https://www.cru.org/us/en/about/our-leadership/international/cochrum-ken.html  (Oleh WS)

Jika saudara diberkati dengan Artikel di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

The post KEN DAN ANN COCHRUM appeared first on Multiplikasi.

]]>
https://multiplikasi.com/ken-and-ann-cochrum/feed/ 0
JOSH DAN DOTTIE MCDOWELL https://multiplikasi.com/josh-dottie-mcdowell/ https://multiplikasi.com/josh-dottie-mcdowell/#respond Tue, 02 Jun 2020 05:10:37 +0000 http://multiplikasi.com/?p=3556 Josh McDowell Pendiri dan Presiden, Josh McDowell Ministry Sebagai seorang pemuda, Josh McDowell menganggap dirinya seorang agnostik. Dia benar-benar percaya bahwa kekristenan tidak berharga. Namun, ketika ditantang untuk secara intelektual memeriksa klaim-klaim agama Kristen, Josh menemukan bukti kuat yang meyakinkan tentang keandalan iman Kristen. Setelah mempercayai Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan, kehidupan Josh berubah […]

The post JOSH DAN DOTTIE MCDOWELL appeared first on Multiplikasi.

]]>
Josh McDowell

Pendiri dan Presiden, Josh McDowell Ministry

Sebagai seorang pemuda, Josh McDowell menganggap dirinya seorang agnostik. Dia benar-benar percaya bahwa kekristenan tidak berharga.

Namun, ketika ditantang untuk secara intelektual memeriksa klaim-klaim agama Kristen, Josh menemukan bukti kuat yang meyakinkan tentang keandalan iman Kristen. Setelah mempercayai Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan, kehidupan Josh berubah secara dramatis ketika ia mengalami kuasa kasih Allah.

Setelah pertobatannya, rencananya untuk sekolah hukum beralih ke rencananya untuk memberi tahu dunia yang meragukan tentang kebenaran Yesus Kristus. Pada 1961, Josh bergabung dengan staf Lembaga Pelayanan Mahasiswa. Tidak lama kemudian, ia memulai Pelayanan Josh McDowell untuk melayani orang lain sampai seluruh dunia mendengar tentang Yesus.

Terkenal sebagai pembicara yang fasih berbicara, Josh telah berbicara kepada lebih dari 25 juta orang, memberikan lebih dari 27.000 pembicaraan di 125 negara.

Sejak 1960, Josh telah menulis atau menulis bersama 148 buku, dengan dua buku lagi dirilis pada musim gugur 2017. Buku-bukunya telah diterjemahkan ke dalam 128 bahasa dan termasuk:

  • Lebih dari Tukang Kayu – 27 juta kopi didistribusikan
  • New Evidence That Demands a Verdict – menyebutkan satu dari 40 buku top abad kedua puluh dan salah satu dari tiga belas buku paling berpengaruh dalam 50 tahun terakhir tentang pemikiran Kristen oleh World Magazine.

Josh akan memberi tahu siapa pun bahwa kegembiraan dan kesenangannya yang terbesar datang dari keluarganya. Dia dan istrinya Dottie telah menikah selama 50 tahun l. Mereka memiliki empat anak dan sepuluh cucu.

Jika ingin lebih banyak mengetahui tentang pelayanan Josh dapat melihat di website josh.org

Diterjemahkan dari  https://www.cru.org/us/en/about/our-leadership/cru-leadership/josh-mcdowell-bio.html  (By WS)

Jika saudara diberkati dengan Artikel di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

The post JOSH DAN DOTTIE MCDOWELL appeared first on Multiplikasi.

]]>
https://multiplikasi.com/josh-dottie-mcdowell/feed/ 0
BEKELE DAN SHEWAYE SHANKO https://multiplikasi.com/bekele-dan-shewaye-shanko/ https://multiplikasi.com/bekele-dan-shewaye-shanko/#respond Sat, 11 Aug 2018 00:00:00 +0000 http://multiplikasi.com/2018/08/11/bekele-dan-shewaye-shanko/ Bekele dan Shewaye Shanko Vice President of Global Church Movements Bekele Shanko, lahir dan besar di Ethi0pia, bergabung menjadi hamba Tuhan sepenuh waktu dengn CCC Internasional di Ethiopia pada tahun 1993. Sejak saat itu, ia menduduki berbagai jabatan kepemimpinan termasuk direktur nasional Ethiopia selama 5 tahun, direktur wilayah bagi Afrika Timur dan Selatan selama 11 […]

The post BEKELE DAN SHEWAYE SHANKO appeared first on Multiplikasi.

]]>
Bekele dan Shewaye Shanko

Vice President of Global Church Movements

Bekele Shanko, lahir dan besar di Ethi0pia, bergabung menjadi hamba Tuhan sepenuh waktu dengn CCC Internasional di Ethiopia pada tahun 1993. Sejak saat itu, ia menduduki berbagai jabatan kepemimpinan termasuk direktur nasional Ethiopia selama 5 tahun, direktur wilayah bagi Afrika Timur dan Selatan selama 11 tahun, dan global Vice President sejak 2010.

Bekele juga bertindak sebagai ketua dari GACX (Global Alliance for Church Multiplication), organisasi jaringan global penanaman gereja yang ia bantu mengawalinya, yaitu pada tahun 2011, serta presiden GATL (Global Academy for Transformational Leadership), sebuah Perguruan Tinggi global dalam bidang kepemimpinan, yang didirikan pada tahun 2008. Selain itu, Bekele terlibat dalam mendesain dan memimpin proyek penginjilan
internasional dan nasional seperti Operation Philip di Ethiopia, Operation Sunrise Afrika di Afrika bagian Selatan dan Timur, Global Church Movement yang bertujuan menanam gereja bagi tiap 1,000 orang di dunia ini.

Sebelum bergabung Bersama CCC, Bekele bekerja sebagai Kepala Manajemen Informasi untuk Program Pengendalian HIV/AIDS Nasional di Ethiopia selama 5 tahun.
Bekele memiliki ijazah B.Sc. dalam bidang Statistik dan Matematika dari Addis Ababa University di Ethiopia, M.A. dalam bidang Organizational Leadership dari Azusa Pacific University, dan gelar doctor dalam bidang Global Transformational Leadership dari Bakke Graduate University.

Bekele dan istrinya, Shewa serta ke-4 anak mereka, Nathan, Elim, Philip, and Nesiel, tinggal di Orlando, FL. Shewa terlibat dalam pengembangan pelayanan Wanita dan memiliki passion dalam pelayanan anak, seni dan menolong anak-anak yatim-piatu. Selama pelayanan mereka, keluarga Shanko pernah tinggal di Ethiopia, Uganda,
Zimbabwe, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat.

Pernyataan misi Bekele adalah, “Melakukan tujuan Allah dalam generasi saya, dengan memberdayakan Tubuh Kristus untuk melakukan penginjian di seluruh dunia, yang menghasilkan transformasi manusia secara holistik.

Translate by Reva from :  https://www.cru.org/us/en/about/our-leadership/international/shanko-bekele.html

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

The post BEKELE DAN SHEWAYE SHANKO appeared first on Multiplikasi.

]]>
https://multiplikasi.com/bekele-dan-shewaye-shanko/feed/ 0
STEVE DAN JUDY DOUGLASS https://multiplikasi.com/steve-dan-judy-douglass/ https://multiplikasi.com/steve-dan-judy-douglass/#respond Tue, 24 Jul 2018 00:00:00 +0000 http://multiplikasi.com/2018/07/24/steve-dan-judy-douglass/ Steve and Judy Douglass Steve Douglass adalah Presiden Lembaga Pelayanan Mahasiswa Internasional dan di Amerika Serikat dikenal sebagai Cru. Steve Douglass terjun dalam pelayanan setelah lulus dari Massachusetts Institute of Technology dan Harvard Business School. Dalam 45 tahun lebih pelayanannya, ia mengemban berbagai posisi, termasuk Wakil Presiden (di Lembaga ini), juga pernah menjadi Direktur Administrasi […]

The post STEVE DAN JUDY DOUGLASS appeared first on Multiplikasi.

]]>
Steve and Judy Douglass

Steve Douglass adalah Presiden Lembaga Pelayanan Mahasiswa Internasional dan di Amerika Serikat dikenal sebagai Cru.

Steve Douglass terjun dalam pelayanan setelah lulus dari Massachusetts Institute of Technology dan Harvard Business School. Dalam 45 tahun lebih pelayanannya, ia mengemban berbagai posisi, termasuk Wakil Presiden (di Lembaga ini), juga pernah menjadi Direktur Administrasi untuk pelayanan di Amerika Serikat. Dalam tahun 2001, beliau menjadi Presiden LPM International menggantikan Bill Bright yang adalah pendiri Lembaga ini.

Steve Douglass adalah seorang penulis buku yang produktif dan bersama orang-orang yang lain menulis beberapa buku, termasuk Managing Yourself, How to Achieve Your Potential and Enjoy Life, How to Get Better Grades dan Have More Fun dan Enjoying Your Walk with God. Program radionya, Making Your Life Count, mengudara setiap hari di 900 stasiun radio.

Bersama istrinya, Judy, Steve tinggal di Orlando, Florida. Mereka memiliki 3 anak yang telah dewasa dan 9 cucu.

Diterjemahkan oleh RS dari :

https://www.cru.org/us/en/about/our-leadership/cru-leadership/douglass-steve.html

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

The post STEVE DAN JUDY DOUGLASS appeared first on Multiplikasi.

]]>
https://multiplikasi.com/steve-dan-judy-douglass/feed/ 0
PAUL ESHLEMAN https://multiplikasi.com/paul-eshleman/ https://multiplikasi.com/paul-eshleman/#respond Tue, 24 Jul 2018 00:00:00 +0000 http://multiplikasi.com/2018/07/24/paul-eshleman/ Paul Eshleman Vice President Coverage Paul menjadi anggota staf Lembaga pelayanan Mahasiswa tahun 1966. Sejak itu ia melayani dan memimpin berbagai bidang pelayanan di Lembaga ini. Ia memimpin acara EXPLO 72 di Dallas, sebuah acara yang mengumpulkan hampir 80,000 mahasiswa dari seluruh Amerika Serikat untuk mengikuti latihan men’sharing’kan iman mereka dalam Yesus Kristus. Ia juga […]

The post PAUL ESHLEMAN appeared first on Multiplikasi.

]]>
Paul Eshleman

Vice President Coverage

Paul menjadi anggota staf Lembaga pelayanan Mahasiswa tahun 1966. Sejak itu ia melayani dan memimpin berbagai bidang pelayanan di Lembaga ini. Ia memimpin acara EXPLO 72 di Dallas, sebuah acara yang mengumpulkan hampir 80,000 mahasiswa dari seluruh Amerika Serikat untuk mengikuti latihan men’sharing’kan iman mereka dalam Yesus Kristus. Ia juga mengkoordinir kampanye “I Found It” yang memproklamirkan kasih Kristus di lebih dari 20 kota di Amerika.

Pada tahun 1979, Paul memulai pelayanannya selama 26 tahun sebagai direktur JESUS Film Project®, sebuah pelayanan penginjilan yang menggunakan Film  berdasarkan Injil Lukas yang mengisahkan kehidupan Yesus. Di bawah arahan Paul, film tersebut diterjemahkan ke dalam 850 bahasa dan telah disaksikan oleh 5,6 milyar orang. Pada saat itu, lebih dari 195 juta orang memberikan indikasi mengikut Kristus setelah menonton film tersebut.

Pada tahun 2004, Paul dipilih sebagai wakil presiden Pelayanan Coverage. Dalam perannya yang baru, Paul menyediakan strategi dan konsultasi bagi pelayanan LPM yang terlibat dalam pelayanan penginjilan secara masal.  Ia mengkoordinasi kemitraan antara LPM dengan sejumlah organisasi Kristen lain. Ia memberikan arahan bagi gerakan Finishing the Task yang berusaha menjangkau 639 kelompok/suku, yang mewakili 550 juta orang, yang belum disentuh oleh Injil. Ia juga menjadi ketua Kelompok kerja Strategis untuk Lausanne Committee for World Evangelization. Kerinduan Paul adalah agar setiap orang di mana pun mendengar Kabar Baik tentang Kristus.

Kami adalah ahli strategi bagi Kristus, memikirkan cara-cara baru bagaimana menjangkau orang lain dengan pesan tentang kehidupan,” kata Paul.

Paul menikah dengan Kathy dan mereka memiliki 2 orang anak, Jenniffer dan Jonathan.

Diterjemahkan oleh Reva dari :

https://stage.cru.org/us/en/about/our-leadership/eshleman-paul.html

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

The post PAUL ESHLEMAN appeared first on Multiplikasi.

]]>
https://multiplikasi.com/paul-eshleman/feed/ 0
MELAYANI SAMPAI AKHIR, MEMURIDKAN SAMPAI MAHIR https://multiplikasi.com/melayani-sampai-akhir-memuridkan-sampai-mahir/ https://multiplikasi.com/melayani-sampai-akhir-memuridkan-sampai-mahir/#respond Mon, 25 Jun 2018 00:00:00 +0000 http://multiplikasi.com/2018/06/25/melayani-sampai-akhir-memuridkan-sampai-mahir/ MELAYANI SAMPAI AKHIR, MEMURIDKAN SAMPAI MAHIR Akhir tahun 1978, pertama kali saya mengenal dan melihat pria yang satu ini: jeans belel, jaket parasit dan sepatu kets ciri khasnya ketika bermain bersama. Saya baru tahu kemudian bahwa pria ini bernama Jerry. Ada 2 Jerry di rumah para mahasiswa dari Ternate di kota Malang di mana pria […]

The post MELAYANI SAMPAI AKHIR, MEMURIDKAN SAMPAI MAHIR appeared first on Multiplikasi.

]]>
MELAYANI SAMPAI AKHIR, MEMURIDKAN SAMPAI MAHIR

Akhir tahun 1978, pertama kali saya mengenal dan melihat pria yang satu ini: jeans belel, jaket parasit dan sepatu kets ciri khasnya ketika bermain bersama. Saya baru tahu kemudian bahwa pria ini bernama Jerry. Ada 2 Jerry di rumah para mahasiswa dari Ternate di kota Malang di mana pria ini tinggal. Namun Jerry yang satu ini menjadi sangat spesial karena memiliki marga yang sama dengan saya, Soplantila.

Tepatnya tanggal 15 Juli 1961 di Ambon, lahir seorang bayi laki-laki pertama dari pasangan Oda Samuel Soplantila dan Wilhelmina Wattimury.

Sejak kecil ia dididik dengan disiplin tinggi, karena Bapak Oda bertugas di kantor Kejaksaan. Sebagai laki-laki pertama di  keluarga, karena masih ada beberapa adik di bawahnya, maka Jerry kecil tumbuh dewasa secara cepat. Masa remaja dan pemuda ia habiskan di ibu kota Maluku bagian utara, Ternate. Itulah sebabnya ketika lulus Sekolah Lanjutan Atas dan melanjutkan ke bangku kuliah, dia berkumpul dengan teman-teman sesama mahasiswa dari Ternate. Merencanakan untuk menjadi bankir ulung, ia pun masuk Akademi Bank Malang (ABM), namun karena keinginannya menguasai bahasa Inggris, ia juga mengambil kuliah jurusan bahasa Inggris di Akademi Bahasa Asing (ABA) Malang.

Sikap yang supel dan mau bergaul dengan siapa saja membuat Jerry dapat diterima di mana saja. Karena kepala asrama mahasiswa Ternate pada saat itu aktif dalam sebuah persekutuan, maka ikutlah Jerry dalam persekutuan dan pembinaan yang dilakukan secara rutin seminggu sekali. Awalnya terlihat sangat canggung karena setiap diminta membuka ayat-ayat Firman Tuhan dia membutuhkan bantuan dari teman disampingnya. Rupanya kegiatan seperti ini merupakan hal yang baru bagi pemuda ini. Namun dia setia mengikuti pembinaan-pembinaan tersebut.

Karena dukungan dana yang cukup kuat dari orang tuanya, sementara kuliah ia sudah dapat memiliki sebuah sepeda motor trail, motor idaman bagi kebanyakan pemuda pada saat itu. Jiwa mudanya membuat dia dan beberapa teman dari Ternate berkeliling pulau Jawa dengan menggunakan sepeda motor. Pengalaman ini selalu berulang setiap masa-masa liburan, sehingga kuliahnya kurang diperhatikan. Namun gelar sarjana muda ia dapat dengan nilai yang cukup baik.

Suatu hari, seorang teman membacakan buku kecil 4 Hukum Rohani dan menolong Jerry untuk berdoa menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Sejak saat itu hidupnya mulai diubahkan oleh Tuhan. Walau sering kali tarikan dari sesama teman pemuda mau menariknya kembali agar ia menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang kurang berguna, namun komitmennya tetap: mau bertumbuh secara rohani – sungguh luar biasa. Dalam salah satu retreat pemuda yang saya pimpin, saya ingat pada malam terakhir ketika pembicara menantang setiap peserta untuk mengambil keputusan menerima Yesus dan menjadi hamba Tuhan untuk melayani, Jerry berdiri dan menyerahkan hidupnya untuk memperbaharui hubungannya dengan Yesus dan mau melayani Yesus.

Tahun 1980 saya harus melanjutkan kuliah ke Jakarta, sehingga saya hanya dapat memantau perkembangan Jerry dari teman-teman pemuda gereja dan persekutuan yang melihat perkembangan rohaninya  terus maju secara signifikan. Sampai suatu saat saya mendengar bahwa pada tahun 1983, LPMI Perwakilan Malang mengirimkan beberapa pemuda untuk mengikuti  Pusat Latihan Amanat Agung di Jakarta dan salah satu nama yang disebutkan adalah Jerry Soplantila.

Saya yakin  masa-masa Pusat Latihan  tidaklah mudah, karena yang dia tahu hanya satu, pergi dan melayani. Teman-teman seangkatan di Pusat Latihan juga tahu bagaimana sikap dan perilakunya yang super ‘cuek’, namun banyak memiliki ide yang brilian, apalagi soal menyelesaikan masalah-masalah dalam pelayanan.

Lulus dari Pusat Latihan dan ditempatkan di kota Jogjakarta membuat pelayanannya berkembang secara cepat. Apalagi menjelang EXPLO 85, kota Jogja merupakan perwakilan yang cukup banyak mengutus peserta mengikuti acara ini. Jiwa kepemimpinan dan pengalaman pelayanan lapangannya maju secara pesat, membuat banyak staf yang lebih senior memperhitungkannya. Karena perkembangan kepemimpinannya dan ada sedikit masalah dengan pimpinan di Jogjakarta, akhirnya pimpinan di pusat, Jakarta, kemudian memindahkan Jerry ke kota asal pelayanannya, kota Malang.

Menurut direktur LPMI pada saat itu, Jerry ini sangat manual, artinya dia mengikuti semua manual untuk membangun pelayanan di manapun dia ditempatkan. Bulan Desember 1986, bersamaan dengan perayaan Natal LPMI Malang di gedung Paroki gereja Katolik di Jalan Ijen, diadakanlah ‘Pertemuan Visi’ untuk melaksanakan Latihan Pemuridan Mahasiswa (LPM). Bapak Dick Haba, MA  datang sebagai pembicara pada saat itu. Sebagai follow- up nya diadakanlah LPM angkatan pertama pada bulan Maret 1987. Luar biasa gebrakan yang dibuat di kota Malang, ada beberapa mahasiswa inti dari pelayanan di Jogjakarta hijrah ke kota Malang untuk pindah kuliah di sana. Pelayanan mahasiswa yang dibangun seakan menggeliat dan bangkit kembali setelah puluhan tahun tidak terdengar.

       

Sebagai hadiah bagi peserta LPM yang rajin dan menyelesaikan latihan dengan baik, mereka siap dikirim untuk mengikuti EXPO 87 di Cibubur jakarta. Sebagai follow-up nya, seluruh peserta Explo’87 menjadi panitia inti pelaksanaan Natal yang disebut “Campus Classic”. Saat itu belum ada dukungan dana seperti sekarang, usaha dana melalui para sponsor diperkenalkan kepada kami, para mahasiswa inti saat itu. Banyak perusahaan-perusahaan besar yang ditantang oleh Jerry untuk ikut ambil bagian dalam pelaksanaan acara ini. Gedung Olah Raga (GOR) Pulosari Malang penuh sesak malam itu. Bapak Karel Pattipeilohy menjadi pembicara, Jan Berlin Panjaitan, Solafide Vocal Group serta Bapak Henry Surentu dengan Vocal Group Malkiel meramaikan acara Campus Classic ini. Ada 1700-an orang yang hadir di GOR Pulosari dan ada 300-an respons yang harus kami follow-up. Luar biasa karya Tuhan melalui kepemimpinan Jerry.

  

Tahun 1988, LPMI perwakilan Malang mengutus 1 calon staf ke Pusat Latihan, tahun 1989 mengutus 3 orang calon staf, tahun 1991 mengutus 6 orang calon staf dan 1 pelatih untuk mengikuti pelatihan di Jakarta. Tahun berikutnya masih terus mengirim beberapa calon staf ke Pusat Latihan di Jakarta. Tahun-tahun penuaian terasa sangat cepat, karena memang banyak tuaian yang harus dan siap di tuai. Pelayanan LPMI Perwakilan Malang menjadi salah satu kiblat pelayanan secara nasional pada saat itu. Campus Classic di GOR Pulosari dilaksanakan dua tahun berturut-turut, 1987 dan 1988. Tahun 1989 LPMI Malang melaksanakan acara EXPLO’89 untuk Jawa Timur, banyak tenaga penuai yang dilatih untuk dapat terus menabur benih dan menuai gandum yang menguning. Tahun 1990, untuk pertama kali Campus Classic dilaksanakan di Ballroom Hotel Kartika Prince kota Malang, ruangan yang biasa dipakai untuk pagelaran tinju nasional. Saya melihat bagaimana Jerry, mengatasi kesulitan menghadapi pimpinan pusat, karena masalah intern saat pelaksanaan acara ini. Yang unik dari perwakilan Malang adalah, semua anggota staf intinya masih single, sayalah yang menikah pertama, kemudian diikuti oleh beberapa anggota staf lainnya. Dalam acara pernikahan saya, Jerry menjadi MC. Saat pernikahan teman anggota staf yang lain, dia siap menjadi sopir pengantin, sikap kerendahan hati yang luar biasa.

Setelah melalui masa berpacaran yang cukup lama, akhirnya pada tanggal 15 Juli 1983, Jerry menikah dengan kekasih hatinya, Maryam Ranti Luhuringtyas, seorang gadis Jawa asal Semarang. Pernikahan mereka dilaksanakan  di kota semarang, banyak ucapan selamat dari teman-teman anggota staf LPMI baik secara nasional maupun internasional. Mereka berdua dikaruniai dua orang anak, Rio dan Panji.

    

Setelah perwakilan Malang, Jerry berpindah ke beberapa kota perwakilan, di Semarang ia ditugaskan sebagai koordinator Pelayanan Mahasiswa, lalu melanjutkan study ke ISOT ASIA di Manila.

Sepulangnya dari Manila, ia berada di Semarang untuk beberapa saat lalu pindah ke Salatiga dan terakhir melayani di kota Jogjakarta.

Karena sikap santai dan cueknya, tidak ada yang tahu bahwa Jerry mengidap penyakit kanker darah – Leukimia. Awal tahun 2017 kami masih bersama dalam acara “ ASEA Leadership Forum ” di Mune Beach Vietnam. Saat santai dan bermain bersama tidak ada yang mengira kondisinya sakit. Berenang setiap pagi, bermain di pantai, bahkan menaiki sepeda motor pasir saat kami outing bersama. Setiap malam jalan bersama untuk makan malam di luar hotel, sampai kami mendengar berita bahwa Jerry harus dirawat di rumah sakit karena didiagnosa kanker darah – Leukimia akut stadium akhir. Masih sempat berkunjung ke kantor pusat LPMI di Orlando dalam rangka tugasnya sebagai koordinator Pelayananan Jesus Film di Asia Tenggara dan bertemu dengan Presiden LPM Internasional Bp. Steve Douglass bersama Ibu Judy.

Dalam hitungan bulan kemudian ia harus meninggalkan kita semua, menghadap Penciptanya yang jauh lebih mengasihi Jerry. Tepatnya tanggal 14 Oktober 2017, setelah dirawat selama 4 bulan, bung Jerry menghembuskan napasnya yang terakhir didampingi oleh istri dan anak-anaknya. Semangat untuk hidup dan terus melayani masih terlihat walau tubuhnya sudah tidak kuat. Dia masih berusaha untuk hadir makan pagi bersama dengan tim dari Jesus Film Project Office saat mereka datang ke Jogja.

Hari ini dia telah bersama Bapa di sorga, namun teladan dan semangat pelayanannya masih terus dapat kita rasakan.

SOLI DEO GLORIA..

Ditulis berdasarkan pengalaman melayani bersama bung Jerry Soplantila, oleh Wilfred Maret 2018.

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

The post MELAYANI SAMPAI AKHIR, MEMURIDKAN SAMPAI MAHIR appeared first on Multiplikasi.

]]>
https://multiplikasi.com/melayani-sampai-akhir-memuridkan-sampai-mahir/feed/ 0
COME HELP CHANGE THE WORLD https://multiplikasi.com/come-help-change-the-world/ https://multiplikasi.com/come-help-change-the-world/#respond Wed, 21 Mar 2018 00:00:00 +0000 http://multiplikasi.com/2018/03/21/come-help-change-the-world/ COME HELP CHANGE THE WORLD Di tengah konflik paham komunisme, sosialisme hingga maraknya aksi pemberontakan di Chicago, AS seorang wanita bernama Mary Lee Rohl Bright mengandung seorang anak laki-laki dari Forest Dale Bright yang ketika lahir dinamai William Rohl Bright yang kemudian  dikenal dengan Bill Bright.  Tepat di tanggal 19 Oktober 1921 inilah BIll Bright […]

The post COME HELP CHANGE THE WORLD appeared first on Multiplikasi.

]]>
COME HELP CHANGE THE WORLD

Di tengah konflik paham komunisme, sosialisme hingga maraknya aksi pemberontakan di Chicago, AS seorang wanita bernama Mary Lee Rohl Bright mengandung seorang anak laki-laki dari Forest Dale Bright yang ketika lahir dinamai William Rohl Bright yang kemudian  dikenal dengan Bill Bright.  Tepat di tanggal 19 Oktober 1921 inilah BIll Bright lahir dari proses yang sulit, setelah Mary didiagnosa memiliki kehamilan yang membahayakan dirinya. Namun hal ini tidak membuatnya terus berhenti mendoakan janin  di kandungannya dan berjanji pada Tuhan bahwa anaknya akan dipersembahkan untuk melayani. Ibu Bill Bright adalah seorang yang taat dan mengasihi Tuhan. Ia rajin membaca alkitab, melantunkan pujian hingga beribadah ke gereja. Ayah Bill, Dale Bright merupakan seorang pekerja keras yang lebih senang untuk berdiskusi mengenai bisnis dan politik. Ia menyerahkan pendidikan anak kepada sang Istri.

Seiring perjalanan hidupnya, layaknya kebanyakan anak laki-laki Bill remaja sangat mengidolakan ayahnya. Ia banyak belajar bagaimana menjadi seorang pengusaha peternakan walaupun Ia telah dibaptis pada usia 12 tahun di gereja Methodis, Namun kehidupan rohaninya biasa saja. Selain ibu dan ayahnya, Samuel Bright, kakek Bill juga memberi pengaruh besar dalam hidupnya. Samuel Bright adalah Walikota Beggs, Oklahoma yang dilantik karena berhasil merebut wilayah Indian pada tahun 1889-1895. Bill tumbuh dalam diskusi diskusi politik bisnis bersama ayah dan kakeknya. Ia pun mempraktekan prinsip kejujuran yang jarang ditemui dalam pola bisnis kala itu. Etika kerja ini terbentuk pada masa-masa kesulitan ekonomi yang dialami keluarga Bright. Masa sulit ini dianggap Dale Bright sebagai sebuah kesempatan untuk berbagi dengan tetangga sekitar.

Di Perguruan Tinggi Bill mulai belajar menulis dan berpidato. Ia menemukan kecintaan baru, berbicara di depan masyarakat. Dalam catatannya saat di perguruan tinggi Ia menulis bahwa dirinya adalah seorang humanis. Ia menetapkan tujuan hidupnya sebagai orang yang tidak percaya pada Tuhan sampai akhirnya Ia lulus dari perguruan tinggi dan berhasil menjalankan sebuah bisnis yang dinamakan Bright’s California Confections dan Bright’s Brandied Foods.

Ditengah kesuksesan bisnisnya, seorang wanita bernama Dr. Henrietta Mears dari pelayanan mahasiswa di gereja mengundang Bright dalam sebuah pertemuan bagi para pengusaha dan profesional muda yang diadakan di rumah seorang arsitek bernama Elwain Steinkamp. Saat Bill ingin mendengar kisah sukses Steinkamp, Arsitek ini menjelaskan bahwa “sukses secara materi bukanlah cara untuk memperoleh kebahagiaan. Mengenal dan melayani Kristus itulah yang penting. Kristus adalah satu-satunya cara untuk memperoleh kebahagiaan.” Perpektif ini jauh dari motivasi yang dimiliki Bill dalam bekerja. Sejak saat itu Bill juga sering duduk di baris paling belakang untuk menghadiri kebaktian di gereja Presbyterian Hollywood. Pendeta senior Louis Evnas menjelaskan siapa Yesus dengan cara yang belum pernah Ia dengar. Hal ini mendorong Bill untuk membuka kembali alkitabnya saat Ia pulang ke apartemen. Ia pun meyadari bahwa ada sesuatu yang kurang dalam hidupnya.

Dalam pertemuan kelompok yang dipimpin Dr. Henrietta Mears, Bill menemukan jawaban sebuah pertanyaan besar Dimana Pusat Kebahagiaan yang selama ini Ia cari ? Siapakah Tuhan Itu ? sepulang dari apartemen Bill pun menyerahkan hidupnya pada Kristus. Bill merasa tidak ada perubahan emosional yang dramatis namun saat itu Ia menyadari dirinya adalah orang berdosa serta betapa ajaib dan maha pengampunnya Tuhan.  Melalui penelaahan Alkitab, sekarang saya percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah, Ia telah mati bagi dosa saya, dan seperti telah dikatakan Dr.Mears kepada kami, jika saya mengundang DIA masuk dalam hati saya sebagai Tuhan dan Juruselamat, IA akan masuk, demikian kata-kata yang keluar dari mulut Bill.

Suatu saat Bill berpikir apakah dia juga dapat melayani ? Mungkinkah saya dapat mengumpulkan orang, mengajar, membawa orang mengenal Kristus ? Bill menjadi seperti pemantik dalam pelayanan Dr.Mears, ia makin memiliki keyakinan pribadi bahkan semakin berapi-api dalam memberitakan Kristus, bahkan dia mencobanya dengan mencoba berbagai cara. Saat itu keluar sebuah ide untuk membuat  film kisah tentang kehidupan Yesus , karena  Bill mengenal beberapa produser-produser film hebat dari Holywood, karena memang mereka tinggal di pusat pembuatan film dunia.

Dalam sebuah acara di Coconut Grove, hotel Ambassador yang terkenal, Bill dan saudara perempuannya Joann melihat salah satu bintang film terkenal saat itu Diana Lynn lalu teringat akan teman di kampung halamannya,  Vonette Zachary yang sangat cantik, yang saat itu menjadi mahasiswi di Texas Women’s University – Denton dekat Dallas. Keesokan harinya Bill menulis sebuah nota untuk Vonette melalui Joann.

“ kami berada di Coconut Grove tadi malam, kami melihat Diana Lynn, dan mengingatkan saya padamu, yakin bahwa kamu menikmati kuliahmu di musim panas ini.”                                                                                                              Salam, Bill

Ini adalah komunikasi pertama mereka, yang kemudian diikuti dengan telepon dan surat-surat lainnya, bahkan Bill mengunjungi Vonette saat perjalanan bisnisnya di Dallas. Sampai kemudian mereka bertunangan secara sederhana di kota tempat mereka berasal.

Setelah mulai dikenal sebagai pembicara yang sering berkeliling dari kota ke kota, Bill memikirkan bagaimana tentang ayahnya ? itulah sebabnya dalam perjalanan berikutnya dia mampir di Coweta kota asalnya, dalam ibadah kebangunan rohani yang dipimpin oleh orang lain, Bill memeluk ayahnya dan menolong dia untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi, setelah beberapa hari menghadiri acara kebangunan rohani tersebut.  Malam itu merupakan pengalaman yang indah bagi keluarga Bright dan gereja setempat. Bill mengingat “ mulai malam itu ayah saya telah menjadi satu pribadi yang baru.”

Pada libur natal tahun 1948 Bill kembali ke kota asalnya Coweta dan menikah dengan Vonette. Mereka menikah pada 30 Desember 1948, dalam sebuah acara yang sederhana, walau demikian acara pernikahan ini tercantum di halaman pertama harian Times Star. Setelah banyak hal mereka pelajari sebagai keluarga yang baru, sampailah mereka pada sebuah titik, membuat kontrak dengan Tuhan. Yang isinya mengatakan bahwa : “ Seluruh harta milik mereka adalah milik Tuhan dan mulai saat itu mereka adalah Hamba/Budak nya Tuhan.” Lalu mereka menanda tangani kertas kontrak itu bersama-sama.

Setelah melalui pergumulan panjang dan belajar bergantung kepada Tuhan, mereka mulai pelayanan mereka pada tahun 1951 di UCLA (University of California Los Angeles).                                                                                                      Disinilah gerakan Pelayanan Mahasiswa ini lahir. Bill Bright menjalankan gerakan ini hingga kemudian digantikan oleh penggantinya pada tahun 2000. dengan lebih dari dua puluh lima ribu misionaris yang tersebar di 191 negara. Dalam menjalankan misinya ini Bill tidak sendirian, Ia membangun pelayanan ini bersama banyak saudara-saudara diseluruh dunia yang bergandengan tangan untuk menyampaikan kasih Kristus kepada sebanyak mungkin orang..

Dalam pelayanannya pada tahun 1952, Bill dan Vonette juga mengembangkan buku saku 4 Hukum Rohani untuk memulai hubungan pribadi dengan Yesus yang telah diterjemahkan  ke lebih dari 200 bahasa.  Film kisah tentang Yesus yang pernah di impikan saat awal perkenalannya dengan Yesus, kemudian menjadi kenyataan pada tahun 1979. Melalui film ini kasih Kristus disampaikan kepada sebanyak mungkin orang. Bahkan sampai saat ini masih terus di dubbing kebanyak bahasa-bahasa di dunia, termasuk 80 an bahasa daerah di Indonesia.

Kesehatannya terus menurun setelah pergantian pemimpin secara internasional pada tahun 2000. Akhirnya pada tanggal 19 Juli 2003, Bill menghembuskan napasnya yang terakhir. Dia telah meninggalkan warisan yang kekal kepada jutaan orang diseluruh dunia. Salah satu pesan yang masih terngiang sampai saat ini adalah dorongan yang selalu diberikan setiap berbicara di berbagai negara dan wilayah “ COME HELP CHANGE THE WORLD.” Mari membantu mengubah dunia, melalui pengenalan kepada Kristus secara pribadi dan terus menyampaikan kabar baik ini kepada sebanyak mungkin orang. Bill Bright telah pulang kerumah Bapanya yang kekal, namun pesan dan teladan hidupnya kiranya menjadi berkat bagi kita semua.

Disarikan dari buku “AMAZING FAITH”-Michael Richardson by Kezia, Maret 2018

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

The post COME HELP CHANGE THE WORLD appeared first on Multiplikasi.

]]>
https://multiplikasi.com/come-help-change-the-world/feed/ 0
ORANG KECIL YANG DIPAKAI TUHAN https://multiplikasi.com/orang-kecil-yang-dipakai-tuhan/ https://multiplikasi.com/orang-kecil-yang-dipakai-tuhan/#respond Thu, 01 Mar 2018 00:00:00 +0000 http://multiplikasi.com/2018/03/01/orang-kecil-yang-dipakai-tuhan/ Di sebuah kampung kecil yang bernama Rerean di pulau Kei besar, 28 November 1951, lahir seorang bayi laki-laki, dari pasangan Otniel dan  Angeline Reimas. Anak yang kemudian diberi nama Solfianus Reimas ini bertumbuh di tengah keluarga yang mengasihi Tuhan. Bapak Otniel Reimas adalah seorang yang sangat tekun berdoa. Karena jumlah penduduk di kampung  itu  sedikit […]

The post ORANG KECIL YANG DIPAKAI TUHAN appeared first on Multiplikasi.

]]>

Di sebuah kampung kecil yang bernama Rerean di pulau Kei besar, 28 November 1951, lahir seorang bayi laki-laki, dari pasangan Otniel dan  Angeline Reimas. Anak yang kemudian diberi nama Solfianus Reimas ini bertumbuh di tengah keluarga yang mengasihi Tuhan. Bapak Otniel Reimas adalah seorang yang sangat tekun berdoa. Karena jumlah penduduk di kampung  itu  sedikit maka tidak ada pendeta di gereja setempat,  bapak Otniellah yang bertugas memimpin  dan melayani, semacam ketua majelis jemaat di sana. Ibu Angeline adalah seorang ibu yang penuh kasih, sangat mengasihi anak satu-satunya, itulah sebabnya Solfianus yang dipanggil Nus menjadi sangat dekat dengan ibunya.

Mata pencaharian penduduk di pulau ini selain nelayan, bertani, juga berburu babi hutan. Karena sangat terpencil, sekolahpun sangat terbatas. Namun sebagai orang tua yang baik, bapak Otniel menyekolahkan anaknya walaupun di sekolah kampung yang sangat terbatas sarananya. Nus kecil memulai pendidikan resminya di sekolah rakyat di kampung sampai kelas tiga, untuk melanjutkan kelas empat harus pindah ke kampung Elaar di seberang Rerean. Di tempatnya yang baru, hidup terpisah dari ayah dan ibunya, membuat Nus kecil belajar mandiri. Membantu keluarga di tempat tinggalnya yang baru dan belajar membantu semua pekerjaan yang dapat dilakukan seorang anak.

Lulus sekolah rakyat, Nus masuk SMP Kristen di Tual. Tual pada saat itu menjadi ibu kota Maluku Tenggara. Menumpang di rumah Om Aminadab yang banyak memberikan dorongan untuk sekolah dengan baik, mamacu semangat Nus untuk terus maju.

Berita duka datang dari kampung ketika Nus duduk di kelas 2 SMP, Ibu Angeline meninggal dunia. Dunia seakan berhenti, tidak ada lagi harapan. Suatu hari ketika Nus berjalan menyusuri pantai, masih menangis karena sedih, dengan memandang ke langit dia berdoa : “Tuhan, tolong saya.”. “Itu doa terpendek pertama dalam hidup saya” kenang Nus. Doa singkat sekaligus menjadi pilar yang sangat penting. Lulus SMP, Nus masuk SMA di Tual dan melanjutkan ke Fakultas Tehnik Universitas Pattimura,  Ambon. Masuk ke fakultas ini karena cita-citanya untuk membangun kapal yang akan dipakai untuk menghubungkan pulau-pulau kecil di Maluku.

Aktif dalam berbagai organisasi sejak masa Sekolah Lanjutan Pertama, sampai masa menjadi mahasiswa dilalui Nus dengan sangat antusias. Namun bagaimanapun juga, Nus tetap fokus pada pendidikan dan pelayanan di gereja. Ditengah – tengah kesibukan kuliah, Nus tetap menyempatkan diri untuk mengikuti berbagai pelayanan di gereja. Dia aktif sebagai guru sekolah minggu dan menjadi anggota pengurus Angkatan Muda ranting Jemaat Pandan Kasturi Gereja Protestan Maluku (GPM) di Tantui, Ambon.

Pada bulan Januari 1973 ada undangan dari klasis pulau Ambon untuk menghadiri sebuah pelatihan yang disebut KAUM (Kursus Awam Untuk Menginjil), mewakili unsur pemuda bersama wakil dari majelis jemaat dan pendeta, yang dilaksanakan di desa Amahusu, tidak jauh dari pulau Ambon. Ternyata acara tersebut dilaksanakan atas kerja sama GPM dan Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI). Acara yang berlangsung lima hari itu diisi dengan ceramah, pelatihan penginjilan, praktek menginjil dan kebaktian kebangunan rohani. Acara ini dihadiri oleh sekitar 300 orang peserta.

Pada acara pembukaan, Pendeta Ais Pormes, pendiri dan direktur LPMI, menyampaikan kotbah pembukaan, di akhir khotbahnya dia menyampaikan sebuah pertanyaan : “ Kalau kita semua meninggal malam ini, berapa di antara saudara yang yakin masuk surga?” Saat itu Nus sedang duduk sambil mengangkat kaki di bangku besar di belakang dekat pintu masuk gereja. Tidak ada yang melihat, namun dia mengamati, Kok tidak ada yang mengangkat tangan ?  Mendengar tantangan itu dia berpikir keras, kalau saja para pemimpin yang hadir malam ini tidak memiliki kepastian, bagaimana dengan mereka yang sama sekali belum pernah mendengar Injil ? Nus membatin. Ketika Pendeta Ais Pormes menyampaikan tantangan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi, Nus berdiri menyambut tantangan itu dengan berdoa menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi. Walaupun dia telah aktif melayani sebagai guru Sekolah Minggu, namun soal menerima Yesus secara pribadi baru dimengerti setelah ceramah malam itu. Itulah titik balik hidupnya dan menjadi pengalaman terbesar dalam kehidupan Nus. Hari itu tepatnya tanggal 21 Januari 1973, jam 9 malam.

Sekembalinya dari acara KAUM ini, pikiran masa kecil Nus timbul kembali, keinginan untuk menjadi seorang pendeta. Karena di kampungnya, Rerean, pendeta hanya datang setahun sekali. Jika datang ke kampung, pendeta akan disambut seperti seorang raja. Pikiran itu terus mengganggunya sampai tidak dapat tidur nyenyak. Ia ada di persimpangan jalan, mau melanjutkan kuliah di Fakultas Tehnik untuk meneruskan cita-cita membangun kapal-kapal di kepulauan Maluku atau menjadi Hamba Tuhan yang memberitakan kabar baik dan memberitahukan kepada semua orang bahwa barang siapa yang percaya kepada Yesus beroleh hidup yang kekal. Pergumulan itu mencapai klimaks pada keputusan terbesarnya, Nus mau menjadi seorang hamba Tuhan. Setelah berdiskusi dengang beberapa pimpinan LPMI, bahkan menulis surat kepada ayahnya dan mendapat dorongan, akhirnya bulat tekadnya untuk melayani melalui Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia.

Masa pusat latihan untuk menjadi hamba Tuhan di LPMI dilalui dengan cepat karena semangatnya melayani yang menggebu-gebu, walaupun tidak sedikit tantangan yang menarik Nus muda untuk keluar dari pelayanan. Pernah mantan guru SMA-nya semasa di Tual menantangnya untuk kembali pulang dan membangun daerahnya. Namun tekadnya sudah bulat untuk melayani di Lembaga ini. Di awal masa pelayanannya ada saja hal yang membuatnya sempat berpikir ulang tentang masa depannya di LPMI. Bagaimana tidak, semua staf LPMI tidak ada yang digaji. Bill Bright, pendiri Lembaga Pelayanan Mahasiswa ini, menetapkan kebijakan tersebut sejak awal yakni setiap orang yang mengambil keputusan melayani di lembaga ini harus mengusahakan biaya hidupnya sendiri. Yang luar biasa Nus muda, membangun sebuah prinsip di dalam hidupnya. “ Jika saya bekerja dari gaji, saya akan menghitung-hitung. Jika saya bekerja 24 jam dan teman saya bekerja hanya 5 jam, maka saya akan menghitung-hitung, saya harusnya dapat segini. Pikiran seperti ini dapat membuat teman lain sakit hati. Kalau tidak digaji, saya boleh bekerja 24 jam tapi tidak mengklaim, sebab itu adalah kesukaan dan kebanggaan.

“Puji Tuhan!” kata Nus, “Lebih dari 45 tahun dalam pelayanan, saya dan keluarga tidak pernah berkekurangan.    How great is our God. Di LPMI juga Nus menemukan kekasih hatinya yang kemudian menjadi istrinya, Dientje Bastiana Lopung, yang dinikahi,  3 Desember 1977. Dari pernikahan ini Nus dan  Dien dikaruniai 2 orang anak: Billy Natanael Reimas dan Imelda Angeline Reimas.

Saya beryukur karena sampai saat ini masih melayani di berbagai kalangan, kata Nus. Prinsipnya adalah “Tuhan, pakailah saya sehabis-habisnya hari ini.”  Itulah yang selalu menjadi doanya setiap pagi, ketika dia berlutut menghadap Tuhan mengawali seluruh pelayanannya dihari itu.

SOLI DEO GLORIA.

Di sarikan dari buku “ ORANG KECIL YANG DIPAKAI TUHAN “

Oleh Wilfred Maret 2018

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

The post ORANG KECIL YANG DIPAKAI TUHAN appeared first on Multiplikasi.

]]>
https://multiplikasi.com/orang-kecil-yang-dipakai-tuhan/feed/ 0