Renungan

CEROBOH DAN MEREMEHKAN

226views

CEROBOH DAN MEREMEHKAN

Bacaan :  Hakim-hakim 16  : 16-20

Lalu berserulah perempuan itu: ‘Orang Filistin menyergap engkau, Simson!’ Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: ‘Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas.’ Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia.” ( Hakim-hakim 16 : 20)

Pada 15 April 1912 kapal pesiar termegah kala itu, Titanic, tenggelam setelah menabrak gunung es di lautan Atlantik. Dari 2.208 penumpang hanya 712 orang yang berhasil diselamatkan. Ternyata di kapal itu hanya tersedia 20 perahu penyelamat.  Kegagalannya menyelamatkan penumpang bersumber dari sebuah kesombongan. Sesumbar pemilik kapal megah itu ialah ‘kapal ini tidak mungkin tenggelam’. Tetapi itulah kesombongannya. Ia bahkan menantang Tuhan. “Kapal ini tidak akan dapat tenggelam, bahkan oleh Tuhan sekalipun,” kata Thomas Andrews, sang perancang kapal. Di Jepang, hal yang mirip seperti ini juga pernah terjadi. Seorang arsitek setelah menuntaskan pembangunan gedung di kota Kobe mengatakan, “Tidak ada gempa yang dapat meruntuhkan gedung ini.” Lalu apa yang terjadi? Tak lama kemudian gedung itu runtuh dilanda gempa.

Detik-detik terakhir pudarnya kekuatan Simson dikisahkan dalam bacaan hari ini. Kekuatannya lenyap? Di manakah kelemahannya? Sepintas kita akan menyangka pada rambutnya yang pantang untuk dicukur itu. Memang, secara teknis sejak rambutnya dipangkas, kekuatan Simson hilang.  Namun sesungguhnya persoalannya lebih dalam lagi. Sudah lama ia meremehkan ‘janji kenaziran’ yang ditetapkan Tuhan baginya, sampai akhirnya Simson benar-benar mengkhianatinya. Sungguh ironis, ia sampai tidak tahu bahwa Tuhan sudah meninggalkannya. Ia pongah, merasa kekuatannya berada dalam kendalinya.
Ketidaksetiaan dan kejatuhan seringkali bersumber dari kecerobohan dan meremehkan apa yang  Tuhan percayakan kepada kita. Sesungguhnya, karunia-Nya kepada kita tak terkira.
Tenaga, kesempatan, kesehatan, bakat, harta, ketrampilan, dan sebagainya.

Inspirasi : Janganlah  kejatuhan kita karena bersumber dari sikap  ceroboh dan memandang remeh kepada Tuhan dan anugerah-Nya. (WS)

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave a Response