Multiplikasi
Multiplikasi.Com

KOMPONEN YANG BENAR DALAM PEMURIDAN

0

KOMPONEN YANG BENAR DALAM PEMURIDAN

Apa yang membuat sebuah pemuridan berkualitas? Apa saja ha-hal dalam suatu relasi pemuridan yang menghasilkan pertumbuhan yang sejati dan membuat pemuridan sebuah pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan?

Ke-4 Injil memberikan jawaban yang luar biasa ketika saudara memperhatikan 2 hal:   Apa yang Yesus berikan/komunikasikan kepada para murid-Nya dan bagaimana Ia melakukannya? Yesus mengkomunikasikan belas kasihan-Nya kepada yang terhilang dan pentingnya penatalayanan. Ia mendemonstrasikan pentingnya hubungan dengan Bapa, dan bagaimana berdoa.

Sekarang perhatikan bagaimana Yesus melakukannya – bagaimana Ia mengkomunikasikan hal-hal tersebut ketika mengajar di kelompok besar; bagaimana Ia menceritakan kisah-kisah untuk mengilustrasikan Kerajaan Allah; dan bagaimana Ia memberikan teladan dalam melayani dengan membasuh kaki murid-murid-Nya.

Markus 3:13-14 menjelaskan metode Tuhan Yesus dalam pelayanan:

“Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil.”

Tuhan Yesus memilih 12 orang yang dapat bersama-sama dengan Dia selama dua setengah tahun berikutnya, mengikuti-Nya ke mana Ia pergi, dan akhirnya diutus dalam pelayanan. Teladan Tuhan Yesus adalah contoh pemuridan yang diharapkan dapat kita teladani.

Berikut adalah 3 komponen dari sebuah pemuridan yang berkualitas.

Komponen pertama: Membangun Relasi

Hal pertama yang Yesus lakukan adalah terlibat dalam kehidupan orang lain. Ketika saudara memuridkan seseorang, saudara bukan sedang melakukan sebuah ‘proyek’, saudara sedang berinvestasi dalam kehidupan seseorang.

Lihat 1 Tesalonika 2:7-12, sebuah perikop klasik di mana Paulus secara jelas menunjukkan isi hatinya kepada orang-orang di Tesalonika, kepada siapa ia membagikan hidupnya.

“Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.” (Ayat 8).

Orang-orang percaya di Tesalonika, bukanlah suatu kelompok orang saja; mereka bukan saja obyek atau proyek. Ini adalah orang-orang yang dikasihi Paulus. Betapapun hebatnya karunia saudara secara rohani atau seberapa banyak teologia yang saudara ketahui,”Orang tidak akan peduli apa yang saudara ketahui, sampai mereka tahu bahwa saudara peduli.”

Berikut adalah 5 cara membangun relasi dalam pemuridan:

  1. Belajar Mengajukan Pertanyaan – Ketika saudara ingin tahu kehidupan seseorang, berpindahlah dari mengajukan pertanyaan klise ke pertanyaan yang lebih dalam, ajukan pertanyaan yang menyentuh jiwa, seperti, “Bagaimana keadaan jiwamu hari ini?” Bagaimana perjalanan rohanimu bersama Tuhan?” Apa yang saudara pelajari dari Tuhan?” 

Tanyakan pertanyaan tentang keluarganya. Bagaimana keadaan di rumah? Bagaimana keadaan orang tuanya. Jika saudara memiliki murid yang bertumbuh dalam sebuah keluarga di mana ia dilecehkan secara verbal oleh ayahnya, maka hal itu mungkin dapat menjelaskan kepada saudara tentang apa yang mungkin saja ia butuhkan dalam hidupnya. Jika saudara sedang memuridkan seseorang yang dilecehkan secara seksual, hal itu dapat menjadi sesuatu dalam hidupnya yang mungkin saudara perlu benahi/selesaikan bersamanya.

Tanyakan pertanyaan tentang seseorang secara menyeluruh, bukan hanya pelayanannya, tetapi pertanyaan tentang kehidupannya secara utuh.

  1. Belajar Mendengarkan – Belajar mendengarkan juga sama penting seperti mengajukan pertanyaan. Satu hal yang dapat menjadikan saudara seorang pemimpin kelompok pemuridan yang buruk (dan jahat) adalah jika saudara duduk dengan seseorang dan menyampaikan 10 agenda yang saudara inginkan dari mereka. 

Saudara mungkin saja memiliki beberapa hal di kepala, yang ingin saudara komunikasikan. Tetapi, yang pertama dan terutama, saudara perlu mendengarkan apa yang terjadi dalam jiwa mereka. Jika saudara bertemu dengan murid-murid saudara, dan ia baru saja mengalami percakapan yang tidak mengenakkan dengan orang tuanya, tetapi saudara sudah memiliki rencana untuk menyampaikan beberapa topik,  tujuan saudara mungkin tidak tercapai seperti yang saudara inginkan. Kadang kala kita perlu diam dan mencoba mendengarkan apa yang ia alami.

  1. Ambil Waktu Bersama untuk Membina Hubungan – Pemuridan seharusnya berisi lebih dari sekedar janji pertemuan setiap minggu dan Pemahaman Alkitab. Minta ia untuk makan malam bersama, berolah raga bersama dan melakukan hal-hal yang mereka sukai bersama. Dengan cara ini mereka melihat hidup saudara di luar acara pemuridan. Waktu ekstra untuk belajar bersama, pergi ke gereja bersama, jalan-jalan setelah pemuridan, dan makan bersama adalah cara-cara bagaimana membangun sebuah hubungan. 
  1. Belajar Menjadi PendorongApakah saudara memperhatikan bagaimana seseorang suka jika diberi semangat? Apakah saudara pernah memperhatikan bagaimana saudara menikmati ketika berada bersama seseorang yang menguatkan saudara? Itu merupakan sebuah seni, sebuah ketrampilan. Belajar untuk memuji seseorang untuk kualitas yang Tuhan berikan dalam hidup mereka. Belajar mengidentifikasi hal-hal baik dalam kehidupan seseorang dan bagaimana memuji dan memberikan afirmasi dengan cara yang sehat.
  1. Tunjukkan Kerentanan – Jika saudara menunjukkan kerentanan dan terbuka terhadap apa yang terjadi dalam hidup, jika saudara membagikan pergumulan dan godaan yang saudara alami, akan mudah bagi seseorang yang saudara muridkan untuk terbuka. Jika saudara menunjukkan sebagai seorang pemimpin kelompok yang tidak mempunyai masalah atau problem, maka mereka akan merasa inilah artinya menjadi murid, mereka akan mencoba menjadi sama seperti pemimpin kelompok mereka. Tidak ada orang yang sempurna. Jangan berpura-pura dan jujurlah tentang apa yang terjadi dalam hidup saudara.

Ketika melayani di University of Miami – Ohio, Roger Hershley bertemu dengan seorang bernama Eric, seorang pria Amerika keturunan Afrika yang bertumbuh di daerah kumuh Cleveland dan berhubungan dengan narkoba dan membenci orang kulit putih. Roger, 25 tahun lebih tua dari Eric, kulit putih dan bertumbuh di daerah peternakan di daerah pedesaan Pennsylvania.

Eric telah menerima Kristus, dan Tuhan telah mengubah seluruh hidupnya. Roger mulai memuridkan Eric pada tahun pertama di kampus, dan Eric menjadi seperti seorang anak bagi Roger. Roger mengingat kembali hari-hari saat ia duduk makan bersama Eric di ruang makan dan ia berkata,”Hersh, saya ingin menyampaikan sesuatu kepadamu. Pertemuan mingguan kita bersama, janji-janji pertemuan dalam kelompok pemuridan adalah saat-saat yang paling aku sukai dalam seminggu.”

“Benarkah?” Kata Roger. “Mengapa demikian?”

“Karena ketika kita duduk bersama setiap minggu, aku sadar ini adalah tempat teraman ketika berada di kampus sepanjang minggu karena aku tahu engkau mengasihiku, engkau percaya padaku, engkau memberi semangat kepadaku, dan engkau mendengarkan semua pergumulanku dan engkau mau berjalan bersamaku walaupun akau seringkali gagal dan berdosa, dan aku tahu engkau peduli.”

Ras, usia, latar belakang – tidaklah menjadi masalah. Ketika saudara masuk dalam kehidupan seseorang, ketika saudara mengasihi mereka dan mereka mengetahuinya, mereka akan memberikan respons.

Komponen kedua: Firman Tuhan 

Pemuridan yang berkualitas mencakup menanamkan Firman Tuhan dalam kehidupan seseorang. Kita tahu bahwa Roma 12:2 berkata,” Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu,…” . Jangan  menjadi serupa dengan dunia ini – berubahlah, bertransformasilah. Tetapi bagaimana caranya? Dengan menanamkan Firman Tuhan dalam hidup saudara, dengan memperbaharui pikiran dengan Firman Allah.

Berikut adalah 3 alasan, mengapa Firman Tuhan menjadi kunci sebuah Pemuridan:

  1. Firman Tuhan menghasilkan perubahan hidup – Orang tidak akan berubah kecuali Firman Tuhan mengubah pikiran dan mengubah perspektif mereka tentang hidup. Transformasi kehidupan datang dari Firman Tuhan.
  2. Firman Tuhan membangun keyakinan hidup – Kita tidak ingin para mahasiswa yang dimuridkan melakukan hal itu hanya karena mereka terlibat dengan LPMI ketika mereka ada di kampus. Kita ingin melihat bahwa hal-hal tersebut berasal dari Firman Tuhan, dan memiliki Firman Tuhan membangun keyakinan yang dalam dan terinternalisasi untuk menjalani pemuridan yang alkitabiah selama sisa hidup mereka.
  3. Firman Tuhan adalah kebenaran – Setiap kita memiliki kebohongan-kebohongan yang tersimpan dalam sistem keyakinan kita, dan kebohongan-kebohongan tersebut hanya dapat digantikan dengan kebenaran Firman Tuhan.

Bagaimana kita menanamkan Firman Tuhan dalam hidup mereka? Ada banyak cara – selama janji-janji pertemuan dalam pembinaan bersama mereka  dan selama melakukan pemahaman alkitab.

Tetapi inilah kabar baiknya: Saudara lebih sering memberikan perspektif dari Firman Tuhan daripada yang saudara pikirkan.

Saudara memberikan perspektif Allah ketika saudara nongkrong sampai jauh malam di restoran Pizza setelah acara pembinaan. Saudara duduk-duduk dan berbicara tentang kehidupan dan kebenaran alkitab baru saja dimulai. Saudara mulai berbicara tentang perspektif Allah tentang hubungan dalam berpacaran, perspektif Allah tentang uang, dan apa yang membuat saudara bahagia.

Ketika saudara melibatkan murid-murid saudara dalam kelompok yang lebih besar, mereka akan mendapatkan Firman Tuhan dalam hidup mereka ketika mereka mengikuti acara-acara LPM dan mendengarkan ceramah-ceramah yang baik. Ketika retreat, mereka akan mendapatkan Firman Tuhan sepanjang akhir pekan. Tanggung jawab menanamkan Firman Tuhan bukan hanya tanggung jawab saudara. Ketika saudara melibatkan mereka dalam kelompok yang lebih besar, Firman Tuhan akan ditanamkan dalam hidup mereka.

Komponen ketiga: Melakukan Pelayanan Bersama-sama

Melatih murid-murid saudara bagaimana melakukan pelayanan mencakup lebih dari hanya sekedar berbicara tentang betapa luar biasanya menjangkau orang yang belum mengenal Kristus. Melakukan pelayanan bersama berarti merencanakan melakukan penjangkauan bersama dan secara aktif membagikan iman saudara kepada orang lain.

Lihat apa yang Yesus lakukan. Ia membawa murid-murid-Nya dan pergi ke seluruh Galilea dan Israel, melayani orang lain. Ia berbicara kepada banyak orang; Ia menyembuhkan; Ia mengusir setan; Ia mengajar. Selama dua tahun setengah, Yesus pergi melayani dan Ia membawa murid-murid bersama dengan-Nya.

Ketika Paulus menantang Timotius dalam Kisah 16, ia tidak berkata,”Timotius, mari kita bertapa selama tiga tahun. Saya akan mengajarkanmu segala sesuatu yang saya ketahui tentang Perjanjian Lama, memberikan kursus singkat Teologia, dan kemudian kamu akan siap untuk melayani.”

Sebaliknya., Paulus berkata,”Timotius, pergilah bersamaku,” dan Timotius bergabung dengan Paulus dalam perjalanan misinya. Timotius belajar bagaimana melayani dengan pergi bersama Paulus.

Bagi saudara dan murid-murid saudara, pelayanannya dapat berupa berbicara kepada mereka yang berada di lapangan basket, di mana saudara sedang berlatih simpai (hulahoop). Mungkin, hal itu berarti menunjukkan kepada murid-murid saudara bagaimana berbicara tentang Yesus ketika sedang ngopi bareng teman sekelasnya. Mungkin juga memberikan contoh kepada murid-murid saudara bagaimana memulai percakapan dengan seseorang, membangun hubungan dengan mereka, dan melakukan transisi ketika berbicara tentang Injil. Memberikan contoh dengan cara-cara tersebut memungkinkan para murid untuk melihat hati saudara bagi mereka yang terhilang.

Empat hal terjadi ketika saudara melayani bersama-sama.

  1. Pemahaman kita tentang Allah bertumbuh – ketika saudara dan para murid bersaksi tentang iman saudara dan membina kontak, pemahaman murid-murid saudara tentang Allah akan bertumbuh karena Tuhan bekerja dan orang tersebut menerima Kristus. Saudara akan memiliki percakapan rohani yang menarik, dan murid-murid saudara akan berkata,”Wow, luar biasa!! Lihat apa yang Allah lakukan!” Allah hadir dan bekerja dalam hidup seseorang ketika engkau melayani. Bukan ketika saudara duduk-duduk dan berbicara tentang hal itu, tetapi ketika saudara keluar da melakukan hal itu.
  2. Belas kasihan terhadap yang terhilang bertumbuhBelas kasihan terhadap mereka yang terhilang benar-benar bertumbuh ketika kita berbicara secara langsung dengan seseorang, mendengarkan sakit hati dan luka dalam hidup mereka. Bahkan ketika kita bertemu seseorang yang hidupnya terlihat bahagia dengan berpikir bahwa sains memiliki semua jawaban dan menganggap Tuhan sama sekali tidak relevan, belas kasih kita bertumbuh ketika kita menyadari betapa tersesatnya dia.
  3. Keyakinan bahwa Allah akan memakai kita bertumbuh Ketika saudara pergi dan membagikan iman saat liburan atau dalam sebuah acara misi, saudara melihat bagaimana Allah memakai saudara untuk membawa seseorang kepada Kristus. Atau saudara hanya melakukan percakapan yang menyenangkan karena Roh Kudus memberikan kata-kata hikmat bagaimana saudara harus berbicara. Ia menuntun saudara; Ia mengingatkan saudara akan Firman Tuhan dalam pikiran saudara, dan mengingatkan jawaban terhadap hal-hal yang saudara pelajari di waktu lalu. Saudara akan berkata,”Wow, bahkan Tuhan mau memakai saya!” Keyakinan kepada Allah biasanya bertumbuh ketika saudara terlibat dalam pelayanan. 
  1. Pelayanan membangun visi dan bebanKetika para murid keluar dan bersaksi tentang iman mereka, itulah yang dapat mereka ceritakan. Ada passion/beban, kegairahan dan sukacita. Karena begitu saudara memuridkan dan terlibat dalam pelayanan, para murid melihat apa yang Allah lakukan, dan hal-hal yang alami membawa kegembiraan. Sebagai seorang pemimpin kelompok, saudara tentu mengasihi murid-murid saudara: memberikan contoh dengan cara mempersiapkan mereka, meningkatkan keyakinan mereka bahwa Allah dapat memakai mereka, dan menolong mereka mengembangkan belas kasihan bagi yang terhilang.

Pemuridan yang sehat meliputi ketiga komponen tersebut di atas – membangun hubungan, mempelajari Firman Tuhan dan melakukan pelayanan bersama-sama. Tantangannya adalah menyeimbangkan ketiga hal tersebut dan secara periodik mengevaluasinya jika ada komponen yang perlu ditingkatkan.

Tidak ada pemimpin kelompok pemuridan yang sempurna. Saudara belajar memuridkan dengan melakukannya. Membangun relasi dan belajar Firman Tuhan mungkin mudah bagi saudara. Pelayanan biasanya lebih sulit karena itu berarti melangkah dengan iman dan membawa orang lain bersama dengan saudara. Tetapi jika kita tidak melakukan ketiganya, kita akan membuat orang lain tidak mendapatkan kehormatan untuk bertumbuh,  melihat bagaimana Allah bekerja atau melihat karya Allah.

Oleh Tim Henderson.  (Diterjemahkan oleh RS) 

Artikel diambil dari The Compass.

Tim Henderson adalah Koordinator    Kampus di Penn State University dan telah menulis atau ikut menulis banyak Resources untuk Pelayanan Kampus seperti Compass dan The Community. 

https://www.cru.org/us/en/train-and-grow/help-others-grow/discipleship/the-right-components-of-discipleship.html

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave A Reply

BERLANGGANAN
GRATIS
Masukkan email kamu untuk mendapatkan pemberitahuan ketika ada berita atau renungan terbaru!
BERLANGGANAN
close-link