Renungan

CUKUPLAH UNTUK HARI INI

202views

CUKUPLAH UNTUK HARI INI

Bacaan:  Matius 6 : 34

“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Matius 6 : 34)

Kita sering mendengar kata “move on” sebuah kata yang artinya belajar meninggalkan apa yang ada di belakang kita. Namun dalam hidup ini sering kali kita masih di bayang-bayangi oleh masalah masa lalu yang sulit kita lupakan. Masalah-masalah yang membuat kita sering ditarik kembali ke masa lalu, kemudian menjadi sedih bahkan marah kembali, padahal peristiwanya telah lama berlalu.

Gagal dalam pekerjaan, tidak lulus ujian, putus cinta, PHK atau banyak masalah lainnya. Sehingga sering kemudian kita menangis karenanya.

Ada seorang wanita bijak memasuki sebuah cafe dan mulai menceritakan sebuah lelucon dan membuat semua orang dalam cafe itu tertawa. Beberapa saat kemudian wanita itu mengulangi leluconnya, namun kali ini hanya beberapa orang saja yang tertawa. Lima menit kemudian wanita itu kembali menceritakan lelucon yang sama dan ternyata tak ada seorang pun yang tertawa.

Wanita ini pun tersenyum lebar, sambil berkata: “Bila anda tidak dapat tertawa berulang-ulang pada lelucon yang sama, lalu mengapa anda terus menangis berulang-ulang pada masalah yang sama?”

Mungkin cukup keras apa yang dikatakan wanita ini, namun Tuhan tidak ingin kita terus menerus ada dalam kedukaan karena masalah yang telah terjadi. Dia ingin kita belajar melalui masalah-masalah itu untuk lebih tegar dan mampu menguasai diri kita.

Kesusahan hari kemarin cukuplah untuk kemarin. Hidup adalah saat ini dan nikmati proses kehidupan ini dengan penuh rasa syukur.

Inspirasi: Waktu yang telah lewat, tidak akan kembali.  Percayalah rancangan Tuhan jauh lebih luar biasa daripada rancangan  kita. Karena apa yang Tuhan buat bagi kita, selalu yang terbaik. (WS)

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments