Renungan

JANGAN PERCAYA KATA-KATA MANIS

242views

Bacaan : Hakim Hakim 16 : 4 – 18

Berkatalah perempuan itu kepadanya: “Bagaimana mungkin engkau berkata: Aku cinta kepadamu, padahal hatimu tidak tertuju kepadaku? Sekarang telah tiga kali engkau mempermain-mainkan aku dan tidak mau menceritakan kepadaku, karena apakah kekuatanmu demikian besar.”(Hakim Hakim 16 : 15 )

Dalam kehidupan ini sering kali kita merasa senang, hati kita menjadi hangat, apabila mendengar kata-kata yang manis. Dampak kata-kata manis memang baik bagi jiwa. Sayangnya, kata-kata manis tidak selalu keluar dari hati yang manis pula. Bahkan, bisa juga hal itu diucapkan dengan maksud licik, didorong oleh akal bulus, atau sarat dengan keculasan.

Inilah ironinya. Kata-kata manis yang enak didengar telinga tidak selalu berasal dari hati yang manis! Dalam bacaan kita hari ini itulah yang dialami oleh abdi Allah, Simson. Nampaknya perasaan cintanya kepada Delila membuat dia lupa akan janjinya kepada Tuhan. Perkataan dan rayuan Delila yang manis ternyata tidak keluar dari hati yang manis, tetapi keluar dari hati yang licik. Kalau kita membaca dan mempelajari kisah tentang abdi Allah ini, ada beberapa hal penting yang dapat kita renungkan.

  1. Kurang peka pada pimpinan Tuhan. Sebenarnya bangsanya bahkan Manoah dan istrinya (orang tua Simson) sudah tidak setuju ketika mengetahui Simson dekat dengan Delila. Namun tutur kata, kecantikan Delila seakan membuat Simson ‘buta’. Apalagi bujuk rayu dan kata-kata manis itu terus disampaikan kepada Simson.
  2. Tidak belajar dari pengalaman. Ada sebuah kata bijak yang mengatakan “Keledai tidak akan jatuh pada lubang yang sama”. Tetapi hal itu tidak dilakukan oleh Simson.  Peristiwa dibujuk dan dirayu dengan kata-kata manis telah dialami Simson sebelumnya (Hakim-hakim 14 : 16-17), namun pengalaman itu tidaklah menjadi pelajaran yang baik bagi Simson.
  3. Melupakan perintah Tuhan. Mudah sekali bagi seseorang jika sudah tidak peka pada pimpinan Tuhan, tidak belajar dari pengalaman-pengalaman dalam hidup sehingga melupakan perintah Tuhan.

Itulah yang terjadi pada kehidupan Simson, dia kemudian melupakan perintah Tuhan sehingga menjadi bulan-bulanan musuh.

Inspirasi : Ingat jangan selalu percaya pada kata-kata yang manis saja, belajarlah peka pada pimpinan Tuhan dan belajar dari pengalaman hidup kita. (WS)

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave a Response