Renungan

PEMIMPIN ROHANI & INTEGRITASNYA

113views

PEMIMPIN ROHANI & INTEGRITASNYA

Bacaan :  Mazmur 119:1-8

  “… yang juga tidak melakukan kejahatan, tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya.” (Mazmur 119 : 3) 

Ketika bicara tentang integritas, George Elliot berkata: “Keep true. Never be ashamed of doing right. Decide on what you think is right and stick to it.” Tetaplah melakukan yang benar, jangan pernah malu untuk melakukannya. Putuskan apa yang benar dan jangan bergeser dari sana. Ketika seorang pemimpin yang rohani tampil bertentangan dengan prinsip ini, maka integritasnya dipertanyakan. Memang tidaklah mudah untuk berdiri di dalam kebenaran, karena akan berbenturan dengan sistem dunia yang penuh kepalsuan.

Tetapi pemazmur ini terlihat begitu ketat berpegang pada prinsip, bahwa orang yang punya integritas, tidak suka melakukan yang jahat, karena ia mau hidup sejalan dengan Firman Tuhan. Kebenaran menjadi pemandu yang tak mungkin salah terhadap segala pikiran dan perbuatan seorang pemimpin yang mengasihi Tuhan. Ada godaan di tengah jalan? Pasti! Bila bertanya pada raja Daud, sudah pasti ia akan menjawab banyak dan itu tak ada habis-habisnya, namun kebenaran firman akan terus mengawal dan melindunginya.

 Charles Spurgeon menjuluki Mazmur 119 ini sebagai Treasury of David (harta kekayaan Daud). Mazmur yang berkembang dari pengalaman rohaninya, yang kemudian telah memperkaya semua orang percaya segala abad. Orang yang hidup tak bercela adalah orang yang hidup dalam kebenaran. Raja Salomo sendiri menulis, “Orang yang serong hatinya adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi orang tak bercela, jalannya dikenannya (Amsal 11:20). Hidup tak bercela atau memiliki integritas, tidaklah berarti sudah sempurna. Namun selalu berusaha untuk belajar hidup sesuai dengan kehendak Allah. Dapat dipercaya bukan saja oleh Allah tetapi juga manusia. Dengan demikian menjadi berkat bagi orang lain.

Nuh sebagai pemimpin rohani disebut sebagai orang yang yang tidak bercela di zamannya (Kejadian 6:9). Kualifikasi pemimpin rohani juga ditegaskan Paulus kepada Timotius (1 Timotius 3:1-7). Semua orang percaya sebenarnya adalah pemimpin bagi yang lain, apakah itu struktural atau tidak. Maka bagaimana dengan kita, apakah kita dipandang sebagai pemimpin rohani saat ini? Kalau ya, bagaimana dengan integritas kita?

Inspirasi: Orang tidak saja mau melihat apa yang kita kerjakan dan hasilkan tetapi bagaimana kita mengerjakan dan menghasilkannya. (BB)

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave a Response