Renungan

PEMIMPIN ROHANI & INTELEGENSINYA

224views

PEMIMPIN ROHANI & INTELEGENSINYA

 Bacaan : Mazmur 119:65-72

 “Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada  perintah-perintah-Mu.”(Mazmur 119 : 66)

Dalam kata pengantar bukunya, Foundation of Christian Faith – Dasar-dasar Iman Kristen, James Montgomery Boice menulis, “Tidak lama setelah Universitas Harvard didirikan pada tahun 1936, dewan penyantun sekolah itu menulis, “Semoga setiap siswa diajar dengan jelas, dan sungguh-sungguh didesak untuk mempertimbangkan dengan baik (bahwa) tujuan utama dari hidup dan studinya adalah mengenal Allah dan Yesus Kristus….dan karena itu meletakkan Kristus pada dasar, sebagai satu-satunya fondasi dari semua pengetahuan dan pembelajaran yang sehat.” Namun sayang, Boice melanjutkan, “Dalam waktu kurang lebih tiga ratus lima puluh tahun, Harvard telah melenceng jauh ke arah yang murni sekuler..”

Ini berbeda dengan pemazmur yang meminta supaya Tuhan mengajarkan kepadanya kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik. Hikmat dan pengetahuan dunia tanpa firman Tuhan, dapat menjadikan orang pandai di mata dunia, namun menjadi bodoh di mata Tuhan (Cf. 1 Korintus 1:20-21).

Senada dengan Daud, Salomo juga pernah berdoa meminta hikmat. Salomo memiliki IQ yang tinggi, namun ia menyadari pengetahuan yang ia miliki sangat terbatas. Dalam kepemimpinannya di tengah kerajaan Israel, banyak masalah yang harus ditangani dengan mengandalkan firman Tuhan (cf. 1 Raja-Raja 3). Daniel dan kawan-kawannya, juga sangat cerdas, sehingga sangat diperhitungkan dalam istana raja, karena ia banyak berdoa meminta hikmat dan pengetahuan dari Allah (Daniel 1:19-20; 6:11). Paulus juga, sempat membuat raja Agripa kagum karena ilmunya yang banyak, bahkan sampai dijuluki gila (Kisah Para Rasul 26:24),  karena Paulus terus berdoa, memohon pimpinan Tuhan dalam kepemimpinan rohaninya. Di sini nyata bahwa para pemimpin rohani, tetap menaruh hikmat dan pengetahuan sorgawi, di atas segala kemampuan intelektual mereka. Dr. Stanley Heath pernah berkata, “Andaikata di dunia ini kita punya segala macam buku namun tidak ada Alkitab, rasanya tidak ada apa-apa. Sebaliknya andaikata kita tidak punya segala buku tetapi ada Alkitab, itu lebih dari cukup.”

Bagaimana dengan kita hari ini? Kita juga adalah pemimpin, yang dipercayakan Tuhan untuk membimbing banyak orang kepada Kristus. Perkembangan global, yang sangat mempengaruhi perilaku dan pemikiran banyak orang, tak bisa dihadapi dengan kepandaian kita sendiri. Kita harus terus berdoa seperti Daud, minta Tuhan menolong dan mengajar kita sesuai kehendak-Nya.

Inspirasi: Universitas dapat mencetak sarjana yang pandai, namun tak dapat menciptakan orang berhikmat yang rendah hati, kecuali oleh Roh Kudus. (BB)

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave a Response