Renungan

POLA PIKIR YANG BENAR

381views

POLA PIKIR YANG BENAR

Bacaan : Kejadian 50 : 14 – 21

“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” (Kejadian 50 : 20)

Kisah tentang Yusuf yang mengampuni saudara-saudaranya menjadi contoh baik bagi kita belajar memiliki pola pikir yang benar. Simak kisah berikut ini yang sangat menginspirasi:

“Pada th 1892, toko buah Yu mengangkut 50 keranjang nanas dari Laiyang ke Shanghai. Karena perjalanan yang jauh maka nanas-nanas tersebut membusuk dan dibuang. Di seberang toko buah Yu ini ada toko kecil dihuni sepasang suami istri yang tidak memiliki sesuatu untuk dimakan dan segera memungut nanas yang dibuang itu. Nanas dikupas, dipotong kecil2 dan dijualnya. Bisnis ini berjalan lancar.

Suami istri ini membeli nanas busuk dari toko Yu. Toko Yu dengan senang hati menjual murah. Nanas itu diproses jadi kue dodol nanas & terjual laris.  Dalam waktu singkat kue dodol nanas ini jadi makanan khas daerah Tiongkok Selatan dan sampai ke kerajaan.

Pemilik toko Yu menjadi  iri, karena tahu bahwa kue dodol nanas itu terbuat dari nanas busuk yang ia jual. Malam harinya, Yu menulis  “Tian Zhi Dao” (Langit Tahu) lalu menempelnya di pintu toko kue dodol nanas. Esoknya suami istri itu melihat tulisan ini. Mereka terperanjat, tahu kalau ada orang yang ingin merusak bisnis mereka. Sang suami tertawa dan berucap, “Kita kebetulan sedang berpikir mencari nama toko, hari ini ada orang yang menuliskan nama toko dan mengirimnya ke depan pintu, itu bagus sekali.”

Yu jadi semakin berang.  Lalu Yu dengan liciknya melukis di dinding toko itu seekor kura2 yang menyembunyikan kepala di dalam tempurung dengan disertai tulisan: “Tidak tahu malu”. Keesokan harinya, melihat lukisan kura-kura ini, sepasang suami istri itu terdiam, namun sejenak kemudian berucap secara bersamaan, “Kita gunakan gambar kura-kura ini sebagai logo produk.

Dari kisah ini, kita dapat mengambil pelajaran tentang pentingnya belajar memiliki pola pikir yang benar, tidak cepat marah dan putus asa. Seperti Yusuf yang menganggap bahwa rencana saudara2nya  telah di buat oleh Tuhan untuk kebaikan dirinya. Sehingga dapat menerima kakak2nya denga baik dan tidak dendam.

Inspirasi: Seseorang yang bijak akan mampu mengubah hinaan, kegagalan dan kekecewaan menjadi sebuah motivasi hidup yg membawa kesuksesan. Miliki pola pikir yang benar agar tidak mudah putus asa dan menyerah karena masalah. (WS)

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments