Renungan

PROSES DOA – 4

82views

Bacaan : Nehemia 1:9-10

“Tetapi, bila kamu berbalik kepada-Ku dan tetap mengikuti perintah-perintah-Ku serta melakukannya, maka sekalipun orang-orang buanganmu ada di ujung langit, akan Ku kumpulkan mereka kembali dan Kubawa ke tempat yang telah Kupilih untuk membuat nama-Ku diam di sana.” (Nehemia 1 : 9)

Ketika Nehemia menggunakan waktu “pengakuan”, ia tidak berkubang dalam introspeksi berkepanjangan tentang kesalahan dan dosa orang-orang dan saudara-saudaranya. Dia kemudian dengan cepat mengekspresikan janji-janji Allah: “Ingatlah akan firman yang Kau pesan kepada Musa hamba-Mu itu, yakni: ”…bila kamu berubah setia, kamu akan Kucerai-beraikan di antara bangsa-bangsa, tetapi jika kamu berbalik kepada-Ku dan tetap mengikuti perintah-Ku serta melakukannya, …akan Ku-kumpulkan mereka kembali dan Kubawa ke tempat yang telah Kupilih untuk membuat nama-Ku diam di sana.”

Dalam hal ini Nehemia mengingat kata-kata Musa tentang bahaya kemurtadan Israel dan janji rahmat Ilahi yang besar dari Perjanjian Lama ( Imamat, Ulangan, 1 Raja-raja, 2 Tawarikh dan Mazmur 130).

Apa janji- janji tersebut? Pertama, jika Israel tidak taat, mereka akan dikirim ke negeri asing, yang telah digenapi. Bagian kedua adalah bahwa kalau mereka berbalik, Tuhan akan mengirim mereka kembali ke Yerusalem. Mereka masih menunggu agar itu digenapi. Nehemia berdoa, “Tuhan, bagian pertama adalah benar. Kami sudah tidak taat dan kami berada di pengasingan. Tapi Tuhan, Engkau telah membuat janji untuk membawa kami kembali ke tempat asal kami dan melindungi kami, – dan yang belum terjadi. Aku mengklaim janji-Mu yang akan Engkau genapi.”

1 Yohanes 5:14 mengatakan, “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jika kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.”

Inspirasi: Apakah saudara mempercayai janji-janji Allah sebagaimana Nehemia? Jika Allah mengatakan dalam Firman-Nya, saudara dapat percaya dan memegang janji itu. Nehemia tahu bahwa Tuhan akan setia menjaga perjanjian-Nya dengan umat-Nya. Nehemia juga tahu bahwa Allah dapat melakukan tanpa bantuannya, tapi dia siap untuk membuat komitmen untuk terlibat. (MoI)

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave a Response