Multiplikasi
Multiplikasi.Com

ALLAH MEMEGANG KENDALI – 3

0

Bacaan : Mazmur 55:20-21

“Orang itu mengacungkan tangannya kepada mereka yang hidup damai dengan dia, janjinya dilanggarnya; mulutnya lebih licin dari mentega, tetapi ia berniat menyerang; perkataannya lebih lembut dari minyak, tetapi semuanya adalah pedang terhunus.

Mungkin  suatu saat kita pernah merasa dapat mengendalikan kehidupan juga keberhasilan kita. Kadang kala juga pernah merasa bahwa kita dapat mengendalikan keputusan yang orang lain lakukan. Tetapi benarkah demikian? “Orang itu mengacungkan tangannya kepada mereka yang hidup damai dengan dia, janjinya dilanggarnya; mulutnya lebih licin dari mentega, tetapi ia berniat menyerang; perkataannya lebih lembut dari minyak, tetapi semuanya adalah pedang terhunus.” (Mazmur 55:20-21).

Walaupun kita sudah berlaku baik dan penuh kasih, orang yang dekat dengan kita dapat menyakiti bahkan mengkhianati kita.  Suami atau istri dapat berubah menjadi tidak setia. Teman tidak menepati janji, anak-anak menjadi seperti ‘terhilang’, walaupun kita sudah berusaha menjadi orang tua terbaik semampu kita. Orang-orang yang pernah kita layani sepertinya tidak karuan hidupnya, walaupun kita pernah melayani semaksimal mungkin. Orang lain tidak dapat kita kendalikan.

Jadi, bagaimana? Apakah kita tidak perlu memperhatikan tubuh kita, apa kita tidak perlu melakukan perencanaan atau tidak perlu membangun hubungan yang baik dengan banyak orang? Alkitab mengatakan semua itu penting       (1 Korintus 6:19; Lukas 14:29)

Itu berarti bahwa kita perlu mencari kehendak Allah di atas kehendak sendiri. Setiap hari kita perlu mengingat bahwa rencana Allah adalah rencana yang tidak pernah gagal. Semakin kita berserah pada kehendak dan rencana-Nya, maka kita makin mengalami damai sejahtera dan sukacita, bahkan ketika segala sesuatu di sekitar kita tidak berjalan seperti yang kita rencanakan.

Inspirasi: Tuhan, tolong saya agar pertama-tama mencari kehendak-Mu, mempercayakan seluruh hidup saya dan orang-orang yang saya kasihi kepada-Mu.” (R)

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave A Reply

Your email address will not be published.

BERLANGGANAN
GRATIS
Masukkan email kamu untuk mendapatkan pemberitahuan ketika ada berita atau renungan terbaru!
BERLANGGANAN
close-link