Renungan

BERJALAN SAAT DEMI SAAT DENGAN TUHAN

131views

BERJALAN SAAT DEMI SAAT DENGAN TUHAN

Bacaan: Hakim-hakim 4:1-10

“Lalu orang Israel berseru kepada TUHAN, sebab Sisera mempunyai sembilan ratus kereta besi dan dua puluh tahun lamanya ia menindas orang Israel dengan keras.”(Hakim hakim 4 : 3) 

Kereta perang (chariots) adalah senjata perang seperti tank-tank pada masa kini. Kereta tersebut dapat terbuat dari besi atau kayu dengan ditarik oleh satu atau 2 ekor kuda dan merupakan senjata yang paling mematikan  dan menakutkan pada saat itu. Bahkan ada kereta-kereta yang memiliki mata pisau yang tajam keluar dari jari-jari roda, seperti yang dapat kita lihat pada film ‘Benhur’. Bertujuan untuk memotong kaki tentara lawan ataupun menghancurkan kereta lawan. Tentara Kanaan memiliki 900 kereta perang dari besi. Sedangkan Israel tidak cukup kuat untuk melawan tentara sekuat itu. Karena itu tidaklah sulit bagi Yabin dan Sisera untuk menekan bangsa Israel selama 20 tahun, sampai Debora muncul.

Setelah mengalami penderitaan  yang tak tertahankan selama 20 tahun, akhirnya bangsa Israel berseru kepada Allah. Suatu tindakan yang tepat walaupun pada awalnya Israel memilih untuk melakukan segala sesuatu dengan jalan dan kehendak mereka sendiri yaitu melakukan apa yang jahat di mata Tuhan (ay.1). Akibatnya semua berakhir dengan kebingungan dan pergumulan. Menyadari adanya kesalahan/dosa merupakan awal atau langkah yang baik sebelum meninggalkannya. Dosa merusak diri sendiri dan orang lain, tetapi semua dosa terutama sekali menyakiti hati Tuhan, karena berarti melawan perintah-Nya. Kadang-kadang kita melakukan hal yang sama seperti bangsa Israel yang berkali-kali jatuh bangun berusaha mengontrol kehidupan tanpa pertolongan Tuhan sehingga menghasilkan kekacauan dan penderitaan.

Satu hal penting yang Tuhan inginkan dari kita anak-anak-Nya, adalah keputusan untuk kembali dan bertobat lalu datang kepada-Nya seperti kisah bacaan diatas.

Inspirasi : Ketika kita tidak taat kepada Tuhan, sebenarnya kita menciptakan situasi yang menyakitkan bagi diri sendiri. Kita perlu berjalan saat demi saat dengan Tuhan.( R )

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave a Response