Multiplikasi
Multiplikasi.Com

ANAK TUHAN DAN HATINYA

0

Bacaan: 1 Tawarikh 29:10-19

“Dan engkau anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab Tuhan menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita…..”
(1 Tawarikh 28 : 9)

Ketika Daud mengakhiri masa jabatannya., ia mengumpulkan semua orang di Yerusalem dan memberikan pesan-pesan terakhir, juga kepada anaknya, Salomo.  Sebagai seorang raja, Daud memberikan banyak warisan kepada Salomo: kerajaan, harta, juga master plan pembangunan Bait Suci serta segala persediaan emas, perak, besi, tembaga, kayu serta batu-batu yang mahal untuk semua perkakas di Bait Allah.

Tetapi yang sangat istimewa, Daud ingin mewariskan imannya kepada Salomo. Ia berkata: “Dan engkau anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab Tuhan menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita…..” (1 Tawarikh 28:9).

Daud: gembala,penyair, pembunuh Goliat, raja, kemudian  nenek moyang Tuhan Yesus adalah salah satu orang hebat dalam Perjanjian Lama. Tetapi di sisi lain, ia kita kenal sebagai seorang penghianat, pembohong, pezinah bahkan pembunuh. Alkitab  sama sekali tidak berusaha  menutupi kegagalan Daud. Tetapi ia sangat dihargai dan dihormati.  Ia disebut orang yang berkenan di hati Allah (1 Samuel 13:14).

Ketika Allah menegur Daud melalui nabi Natan karena mengambil Batseba, ia segera bertobat. Pengakuannya berasal dari hati dan pertobatannya tulus (Mazmur 51). Dan Allah tidak pernah menahan anugerah pengampunan-Nya, tetapi Daud harus tetap menerima  konsekwensi dari tindakannya. Dan itu diungkapkan Daud dalam berbagai Mazmur yang ditulisnya yang bertema ‘hati’ (Maz.24:4; 44:22; 51:12; dsb.). Daud berkata:”Selidikilah aku, ya Allah dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!”(Maz.139:23-24)

Dengan ‘hati’ Daud memuji Tuhan (1 Tawarikh 29:10-16). Ia mengakui bahwa segala sesuatu yang ia miliki: kekayaan, keagungan, kejayaaan, kerajaan, kemuliaan, kekuatan adalah dari Allah. Dan kalau ia menjadi raja itu juga karena Allah yang membesarkan dan mengokohkannya. Daud juga mendoakan Salomo, Agar Tuhan memberikan Salomo hati yang tulus sehingga  berpegang pada perintah dan peringatan Tuhan (ay.19) Daud juga berdoa, agar Tuhan  menjaga hati umat Israel  tetap tertuju kepada Allah (ayat 18). Karena Allahlah yang menguji hati (ayat 17). Mari  menjaga hati dengan menyimpan janji-Nya, “Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau” (Mazmur 119:11).

Inspirasi: Tidak ada warisan yang lebih besar yang dapat saudara berikan kepada generasi penerus selain hidup yang takut akan  Tuhan dan kenangan bahwa kita adalah pelaku Firman.  (R)

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave A Reply

Your email address will not be published.

BERLANGGANAN
GRATIS
Masukkan email kamu untuk mendapatkan pemberitahuan ketika ada berita atau renungan terbaru!
BERLANGGANAN
close-link