Renungan

BELAJAR DARI BANGSA ISRAEL 2

104views

BELAJAR DARI BANGSA ISRAEL  # 2

Bacaan: 1 Korintus 10 : 1 – 12

Janganlah kita melakukan percabulan, ….. sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang” ( I Korintus 10 : 8)

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman merasa gelisah  dan terusik karena mengetahui bahwa orang-orang yang selama ini terlibat aktif dalam pelayanan rohani ternyata hidupnya tidak lebih baik dari mereka yang di luar Kristus.

Pelajaran ke 2 yang menjadi peringatan bagi orang Korintus adalah tentang percabulan/ perzinahan. Akhir-akhir ini, Kejahatan seksual bukan hal yang baru. Dosa seksual  menjadi tantangan terbesar zaman ini. Percabulan tidak hanya menyerang orang dewasa baik single maupun menikah, tetapi juga remaja dan anak-anak. Pornografi menjadi situ yang paling banyak dikunjungi.  Pencobaan berupa percabulan/perzinahan juga dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak Tuhan.

Perkataan Tuhan Yesus dalam Matius 5:27-28  dengan tegas dan jelas mengatakan  : “Barangsiapa memandang seorang perempuan dan mengingininya maka ia sudah berzinah…”

Bagaimana caranya  agar  kita dapat mengalahkan pencobaan tentang percabulan:

  1. Kita perlu peka dengan ‘situasi dan orang-orang’ yang kira-kira dapat menjatuhkan kita. Dan ‘lari’ dari hal-hal tersebut. Seperti Yusuf yang lari ketika digoda istri Potifar. Apa yang menjadi situasi saudara saat ini? Situs porno yang mudah diakses, rekan kerja yang menggoda, dsb dapat menjadi potensi pencobaan, apalagi ketika rumah tangga sedang tidak stabil. ‘Lari’ merupakan langkah awal menuju kemenangan.
  2. Akui kelemahan saudara dalam bidang itu dan minta Tuhan menolong melepaskan dari jebakannya. Jangan merasa saudara dapat melepaskan diri sendiri sewaktu-waktu jika saudara mau. Sebelum terlambat dan menyadarinya, saudara telah terperangkap.
  3. Carilah teman yang dapat menolong dan menegur jika saudara sudah terlalu jauh melangkah. Teman yang mengenal saudara, dan dapat dipercaya, dimana saudara dapat bersikap terbuka.
  4. Tetap waspada dan berjaga-jaga dengan mengenakan selengkap senjata Allah termasuk melawan dengan pedang Roh yaitu FIrman Allah.

Inspirasi: Senantiasa dipimpin dan dikuasai Roh Kudus adalah kunci agar kita senantiasa menang dalam pencobaan. (R)

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave a Response