Renungan

BELAJAR DARI BANGSA ISRAEL 3

249views

BELAJAR DARI BANGSA ISRAEL # 3

Bacaan: Bilangan 11: 1- 15

Dan janganlah bersungut-sungut …. sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.” (1 Korintus. 10:10)

 Bangsa Israel telah melihat dan mengalami mujizat Tuhan ketika keluar dari Mesir. Dalam perjalanan  menuju tanah Kanaan, setiap pagi, saat bangsa Israel membuka pintu tenda mereka, Tuhan memberikan manna. Segera mereka merasa tidak puas, karena terpengaruh ‘orang-orang bajingan’ (ayat.4). Orang-orang bajingan adalah mereka yang bukan orang Israel (orang Mesir, dan bangsa lain) yang telah mengikuti bangsa Israel keluar dari mesir (Keluaran 12:38).

Ketidakpuasan bukan hanya dialami oleh orang dunia, tetapi juga anak-anak Tuhan. Ketidakpuasan bukan hanya masalah abad ini, tetapi sudah dimulai saat Adam dan Hawa, ketika iblis memperdayai Hawa untuk menjadi ‘seperti Allah’. Sejak saat itulah ketidakpuasan menjadi warisan yang diturunkan kepada manusia. Itulah sebabnya manusia tidak pernah merasa puas. Selalu merasa ada yang kurang, ada yang hilang, ada yang harus diperbaiki/diubah, sehingga kehilangan damai sejahtera. Ketidakpuasan terjadi, ketika:

  1. Mulai terpengaruh orang-orang yang ada di sekitar kita. Melihat gaya hidup, penampilan mereka, dsb. Saat ini media juga memberikan peran yang sangat besar dalam membuat orang menjadi tidak puas: dengan dirinya, pasangan, dan apa yang ia miliki. Bahkan anak-anak Tuhan pun sering kali tidak puas terhadap Tuhan, gereja, orang Kristen lain, dsb.
  2. Fokus pada apa yang tidak kita miliki, daripada apa yang kita miliki.

Ketidakpuasan dapat membuat manusia mengambil langkah yang salah dan menjauhi Tuhan, yang akhirnya menghasilkan air mata dan dukacita. Tetapi ketidakpuasan juga dapat menuntun manusia kepada Allah. “Di dalam diri manusia ada kekosongan yang tidak dapat diisi oleh apapun juga, kecuali oleh Allah di dalam Yesus Kristus.”(Blaise Pascal)

Tidak ada salahnya memiliki semua yang kita impikan. Tetapi jika motivasinya hanya untuk memuaskan keinginan kita semata-mata, maka kita tidak akan pernah merasa  puas.

Inspirasi: Mari renungkan , apa yang telah Tuhan berikan kepada kita, serta ucaplah syukur untuk apa yang telah Tuhan  berikan. (R)

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave a Response