Multiplikasi
Multiplikasi.Com

BERGANTUNG PENUH

0

Bacaan : Mazmur 131

Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. (Mazmur 131 : 2)

Sebagai ciptaan kita memiliki harga diri, karena itu kita tidak ingin bergantung pada siapapun, kita ingin eksis berdiri sendiri agar dihargai orang lain. Kita enggan bergantung, cenderung mengandalkan “kebisaan” kita. Namun disisi lain, sebagai ciptaan kita memiliki keterbatasan, karena itu kita sangat tergantung pada Sang Pencipta dalam memaksimalkan peran kita sesuai dengan yang dirancangkan oleh Sang Pencipta.

Bila ingin menjalani hidup dengan kapasitas yang maksimal, tidak bisa tidak, kita harus bergantung penuh pada TUHAN Sang Pencipta, Pemazmur mengingatkan:

  1. Ada 2 perkara yang membuat kita enggan bergantung pada TUHAN: (a) Angkuh. Keangkuhan merupakan penghambat ketergantungan, karena orang sombong cenderung mengandalkan diri sendiri, sombong cenderung mengandalkan diri sendiri, sebaliknya pemazmur berkata “aku tidak tinggi hati” (ayat 1a)

    (b) Ambisius. Ambisi tidak salah, namun bila kita di kuasai ambisi dan menghalalkan segala cara, maka ambisi itu sudah menjadi penghalang ketergantungan kita pada TUHAN. Pemazmur menyadari hal itu, “aku tidak mengejar hal- hal yang terlalu ajaib bagiku”(1b)

    2. Ada 2 perkara yang perlu kita jaga dalam bergantung pada TUHAN (a) Menenangkan jiwa (ayat 2). Didalam jiwa ada pikiran, perasaan dan kemauan, menenangkan jiwa berarti menenangkan kepanikan menghadapi situasi yang mungkin sangat menguatirkan, mutlak harus dilakukan bila ingin bergantung pada TUHAN.

    (b) Mendiamkan jiwa (ayat 2) Mendiamkan jiwa dari berbagai upaya mengatasi situasi adalah wujud keterantungan penuh kepada TUHAN, “seperti anak yang di sapih berbaring dekat ibunya”(2)

Inspirasi : Kita memang didesain TUHAN untuk bekerjasama dengan-Nya dalam menjalani kehidupan, ketergantungan padaNya mutlak kita perlukan. Sehingga semua yang kita lakukan maksimal dan berdampak besar. (Arie W)

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave A Reply

Your email address will not be published.

BERLANGGANAN
GRATIS
Masukkan email kamu untuk mendapatkan pemberitahuan ketika ada berita atau renungan terbaru!
BERLANGGANAN
close-link