Multiplikasi
Multiplikasi.Com

DIA ADALAH KEPALA TUBUH

0

Bacaan : Kolose 1 : 17 – 18

“Ialah kepala tubuh yaitu jemaat ……….”(Kolose 1 : 18)

Lebih dari 50 persen orang yang hidup didunia ini hidup dalam tekanan yang tidak normal karena tidak menjadikan Tuhan Yesus pemimpin dalam hidupnya. Sebagian besar karena tidak tahu bagaimana caranya, tetapi ada juga yang tidak mau.

Dalam kehidupan kita sudah jelas bahwa Yesus Kristus harus selalu menjadi kepala/pemimpin dalam setiap langkah hidup ini. Dunia ini menawarkan banyak kepala/pemimpin yang dapat menggantikan posisi Yesus. Sehingga  tawaran-tawaran  itu lebih memikat kebanyakan orang percaya daripada menyerahkan hidupnya dipimpin oleh Yesus. Kesenangan  duniawi sering lebih memikat orang Kristen dibandingkan beribadah kepada Tuhan. Kesombongan rohani sering membuat orang Kristen saling menjerumuskan satu dengan yang lainnya. Sehingga orang Kristen yang harusnya menjadi penyelesai masalah, justru sering menjadi penyebab masalah.

Saya sering melihat anak-anak yang masih sekolah di taman kanak-kanak, harus mengerjakan tugas sekolah untuk mencocokkan kepala dan tubuh beberapa ekor binatang yang ada disebuah halaman buku pelajaran. Tubuhnya ditempatkan dibagian bawah halaman sedangkan kepalanya ditempatkan dibagian atas. Tubuh dan kepala setiap binatang dihubungkan dengan garis meliuk-liuk yang membingungkan mereka.

Kadang-kadang mereka benar , tetapi juga dapat salah menghubungkannya. Dapat dibayangkan kalau tubuhnya kerbau tetapi kepalanya tikus, atau tubuhnya jerapah tetapi kepalanya kelinci. Pasti tidak cocok dan aneh. Demikian pula kita orang-orang Kristen, kalau kita yang seharusnya memiliki kepala yaitu Kristus, tetapi diganti dengan kepala lain yang ditawarkan oleh dunia ini. Maka jelas ada sesuatu yang tidak normal dalam kehidupan kita.

Renungkan : siapa yang memimpin kehidupan saudara saat ini, Kristus atau ada yang lain, jika bukan Kristus, segera akui dosa dan kembali padaNya.  (WS)

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave A Reply

BERLANGGANAN
GRATIS
Masukkan email kamu untuk mendapatkan pemberitahuan ketika ada berita atau renungan terbaru!
BERLANGGANAN
close-link