Renungan

HIKMAT = TAKUT AKAN TUHAN

346views

HIKMAT = TAKUT AKAN TUHAN

Bacaan:  Amsal 1: 1 -7

Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan. (Amsal 1: 7)

Di era informasi seperti ini, kita dapat memiliki banyak pengetahuan dari berbagai sumber. Sayangnya saat ini banyak sekali orang yang pandai tetapi sedikit sekali orang yang bijaksana. Orang yang berhikmat  tidak sekedar memiliki banyak pengetahuan tetapi  lebih dari itu, ia memiliki pengertian/ pemahaman yang dalam mengenai sesuatu, kejadian/ situasi, yang menghasilkan kemampuan untuk menerapkan persepsi, penilaian dan tindakan sesuai pemahaman tersebut.

Hikmat akan efektif jika dipraktekkan dalam tindakan. Di awal masa pemerintahannya Salomo sadar bahwa ia membutuhkan hikmat, tetapi kemudian ia mulai memiliki kebiasaan yang membuat hikmatnya tidak lagi efektif. Ia membuat perjanjian dengan Mesir dan menikahi putri Firaun. Hal itu merupakan langkah awal bagaimana Salomo mulai ‘melenceng’ dan hal itu terus berjalan selama ia memerintah. Kejatuhan Salomo dimulai ketika ia mulai kompromi dengan dosa, sedikit demi sedikit, sehingga ia sudah tidak peka lagi akan suara Tuhan.

Ketika Allah memberikan hikmat bagi Salomo, tidak berarti bahwa Salomo tidak bisa berbuat kesalahan. Ia telah diberikan kesempatan yang besar sebagai raja dari umat pilihan Tuhan sendiri. “Salomo duduk di atas takhta Daud, ayahnya, dan kerajaannya sangat kokoh“(1 Raja-raja 1:12) Tetapi bersamaan dengan itu ada tanggung jawab/kewajiban yang sangat besar. Apa kewajiban Salomo? “Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kau lakukan dan dalam segala yang kau tuju,” (1 Raja-raja 1: 3)

Sayangnya ia cenderung mengejar kesempatan yang besar untuk mengokohkan kerajaannya, dan mengabaikan kewajibannya.

Sementara ia begitu terkenal karena membangun bait Allah dan istana yang hebat, tetapi ia menjadi pemimpin yang tidak disenangi karena membebani rakyat dengan pajak yang tinggi dan membuat mereka harus bekerja keras melayaninya untuk memenuhi gaya hidupnya yang mewah dan bergengsi sehingga orang terkagum-kagum. Sementara banyak orang dari jauh datang untuk mendengar hikmatnya, rakyatnya sendiri sedikit demi sedikit makin menjauh darinya.

Alkitab tidak banyak mencatat akhir dari masa pemerintahan Salomo, tetapi kitab Pengkhotbah merupakan catatan dari refleksi pribadinya tentang kehidupan. Dalam kitab itu kita melihat seorang yang membuktikan melalui pengalamannya yang menyakitkan bahwa mencari arti hidup di luar Tuhan adalah sesuatu yang sia-sia. Kepuasan karena mendapatkan kesempatan dan keberhasilan dalam hidup ini hanyalah sementara. Kepuasan sejati hanya didapat melalui persekutuan pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus.

Inspirasi: Apa kesempatan besar yang Tuhan berikan pada saudara? Lakukanlah dengan takut akan Tuhan. (R)

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave a Response