Renungan

KESEPIAN

216views

Bacaan : Ibrani 13: 1-5

“… Karena Allah telah berfirman: Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau, dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13 : 5)

Apakah Saudara pernah merasa kesepian? Kesepian bukanlah kesendirian. Dari pengalaman kita tahu bahwa kita bisa sendiri tetapi tidak merasa kesepian. Atau kita bisa dikelilingi oleh banyak orang tetapi merasa kesepian.

Kesepian adalah suatu perasaan kosong akan satu atau beberapa hal dalam hidup manusia. Bisa terjadi karena ditinggalkan atau kehilangan orang yang kita kasihi: pasangan, orang tua, anak, dan lain sebagainya. Dapat juga terjadi karena kebutuhan emosi kita tidak terpenuhi. Kesepian bukan depresi tetapi bisa membuat orang menjadi depresi.

Merasa kesepian bukanlah dosa tetapi bisa menjadi dosa bila kita membiarkan kesepian begitu ‘menguasai dan membelenggu’ kita sehingga kita tenggelam dan terhanyut di dalamnya.
Kesepian menjadi dosa karena:

1. Kita tidak mempercayai apa kata Alkitab, artinya kita tidak percaya apa yang Allah katakan atau Allah adalah pembohong. “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku…”(Maz.23:1). “…Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau..dan tidak akan meninggalkan engkau”(Ibr.13:5).”Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna”(2Kor.12:9).

2. Kesepian dapat merusak tubuh kita – merusak bait Roh Kudus Allah. Tidak dapat tidur, merusak kebiasaan makan yang sehat, dan akhirnya menimbulkan berbagai macam penyakit: tekanan darah tinggi, stroke, dsb. termasuk kanker. Jadi, kesepian, seperti emosi negatif lainnya dapat mencuri tahun-tahun hidup kita.

3. Kesepian membuat kita tidak produktif dan berbuah. Orang yang mengasihi diri sendiri, sedih, tawar hati, tidak akan mencapai apa-apa dan berbuat apa-apa bagi orang lain dan bagi Tuhan.

Inspirasi : Orang yang kita kasihi dapat meninggalkan kita, tetapi Allah tidak pernah meninggalkan kita. Karena itu jangan pernah bersedih yang terlalu dalam sehingga  merasa kesepian dalam hidup ini. (R)

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave a Response