Renungan

MERASA CUKUP

157views

Bacaan : 1 Timotius 6 : 3-16

“Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup,memberi keuntungan besar” (1 Timotius 6 : 6)

Berapa jumlah barang   yang cukup untuk Saudara miliki?Berapa jumlah uang yang cukup untuk gaji Saudara? Berapa banyak waktu yang cukup untuk keluarga? Berapa banyak pujian yang cukup untuk memuaskan ego Saudara? Pertanyaan ini penting untuk kita renungkan .

Gary Inrig dalam bukletnya  “Cultivating a Heart of Contentment” menanyakan pertanyaan  “Berapakah cukup itu?” Dan saya yakin, jawaban tiap  orang tentu berbeda. Di era materialisme dimana segala sesuatu diukur dengan materi,  kita  perlu menyadari:

1) Bahaya  ketamakan. Benar, semua yang kita miliki adalah berkat Allah dan tidak ada yang salah dengan itu. Pahlawan-pahlawan iman dalam Alkitab banyak yang merupakan orang-orang kaya dan berpengaruh : Ayub, Abraham, Daud, Nehemia, Yusuf, Daniel , dsb. Charles Spurgeon, seorang pengkhotbah besar abad 19 mengatakan dalam bukunya bahwa ia telah mendengar bermacam-macam dosa diakui dihadapannya, kecuali  ketamakan/keserakahan. Tuhan Yesus melihat ketamakan sebagai sesuatu yang serius. Bahkan dalam Kolose 3:5, ketamakan/keserakahan dianggap sejajar dengan percabulan, kenajisan, hawa nafsu dan nafsu jahat serta penyembahan berhala.

2) Kita perlu mengembangkan sikap puas  terhadap ‘apa’ yang kita miliki. Tidaklah salah menginginkan sesuatu yang lebih baik dalam hidup ini, uang yang cukup supaya dapat hidup layak, tetapi salah jika kita memiliki  ‘sikap hati’  cinta uang,karena itu merupakan akar kejahatan (1 Tim.3: 10).

3) Kita perlu fokus pada karakter. Kita tidak boleh puas dengan ‘siapa’ diri kita:   kerohanian , karakter kita: harus ingin lebih sabar, lebih bijak, lebih mengasihi, lebih lemah lembut, dsb. dengan kata lain, harus ingin menjadi seperti Kristus. (1 Tim. 3:11)

Inspirasi : Soal matematika yang paling sulit adalah menghitung berkat yang telah kita terima dari Allah.  Karena itu mari kita mengucap syukur untuk semua yang kita miliki. Yang telah Dia sediakan bagi kita. (R)

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave a Response