Multiplikasi
Multiplikasi.Com

OBYEK IMAN KITA

0

Bacaan: Mazmur 125: 1-5

Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; kepada Allah,yang Firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. …..”  (Mazmur 56 : 4,5)

Siapa yang tidak pernah merasa takut, kuatir, cemas, stres, dan sebagainya? Mungkin saudara berkata,”Ah, saya kan anak Tuhan, hamba Tuhan, saya tidak boleh bersikap seperti orang pada umumnya. Jika saudara berpandangan seperti ini, saya pikir saudara lebih hebat dari para nabi dan raja yang pernah ditulis dalam Alkitab. Saya yakin,  kita semua pernah mengalaminya tetapi masing-masing dengan ‘kadar’ dan alasan yang berbeda.

Musa pernah merasa takut ketika diminta untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir. Elia pernah bersembunyi ketika mendengar intimidasi dari Izebel. Gideon mengirik gandum di tempat pemerasan anggur, karena takut ketahuan orang Midian. Daud, Petrus dan masih banyak lagi, mereka semua pernah takut.

Merasa takut, kuatir, juga cemas adalah respons awal yang manusiawi jika mendengar atau mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan atau menakutkan, khususnya saat-saat ini: pandemi yang mendunia serta berbagai dampak yang ditimbulkannya.

Tetapi terus-menerus dikuasai oleh ketakutan dan kekuatiran adalah salah.

Apa yang harus kita lakukan ketika dikuasai oleh rasa takut, cemas dan kuatir? Mazmur 56:4, 5 mengatakan,”Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; kepada Allah,yang Firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. …..”

“Orang-orang yang percaya kepada TUHAN adalah gunung Sion yang tidak goyang, yang tetap untuk selama-lamanya. Yerusalem, gunung-gunung sekelilingnya; demikianlah TUHAN sekeliling umat-Nya, dari sekarang sampai selama-lamanya.” (Mazmur 125:1-2).

Inspirasi:  Keadaan, situasi dunia ini, harta kekayaan/ materi, orang-orang di sekitar kita dapat berubah dan tidak ada lagi. Tetapi Allah adalah Pribadi yang dapat dan layak kita percayai. Ia tidak pernah berubah. Ia tidak dapat digoncangkan oleh berbagai perubahan yang dialami dunia ini.  Dialah obyek iman yang kita percaya.  (R)

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave A Reply

Your email address will not be published.

BERLANGGANAN
GRATIS
Masukkan email kamu untuk mendapatkan pemberitahuan ketika ada berita atau renungan terbaru!
BERLANGGANAN
close-link