Renungan

SEKEJAP NAMUN SANGAT BERMAKNA

94views

SEKEJAP NAMUN SANGAT BERMAKNA

Bacaan : Lukas 10 : 30 – 37

“Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kau belanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.” (Lukas 10:35)

Sering kita mendengar kata “ Kesan pertama bermakna selamanya”, memang penampilan pertama harusnya memberi kesan baik. Dalam bacaan kali ini kita tidak melihat penampilannya, namun apa yang dilakukan sangat bermakna bagi sesamanya.
Dalam sebuah film, terkadang ada sosok yang tampil hanya sekelebat saja. Meski kehadirannya seolah-olah tidak punya arti penting bagi plot sebuah film, namun tak jarang sosok itu justru menjadi penentu plot.

Dalam sinematografi, sosok yang tampil hanya sekelebat itu disebut Cameo. Tahukah kita bahwa dalam kehidupan yang sesungguhnya, bahwa saudara dan saya dapat menjadi Cameo. Bukan hanya sekedar ada dan tampil, namun kehadiran kita sungguh berdampak dan mempengaruhi kehidupan orang lain menjadi lebih baik. Dalam kisah perumpamaan orang Samaria yang murah hati, tokoh “protagonisnya “adalah orang Samaria yang bersedia menolong orang Israel yang sedang dirampok dan dalam keadaan sekarat. Yang menjadi tokoh “antagonis” justru imam dan orang Lewi yang enggan menolong sesamanya. Siapa Cameonya? Pemilik penginapan! Hanya diceritakan dalam satu ayat, tapi sebenarnya punya peran yang sangat penting.

Kebaikan dan kemurahan hati pemilik penginapan terlihat dari kesediaannya merawat si korban meski hanya dengan uang muka dua dinar saja. Bayangkan, merawat pasien yang hampir meninggal dengan uang “dua dinar” yang senilai dengan “upah dua hari kerja” saja?
Tanya saja rumah sakit mana yang bersedia merawat pasien kritis dan harus segera dilakukan tindakan medis, dengan muka uang sebesar upah dua hari kerja saja? Memang tidak semua rumah sakit hanya berorientasi dengan uang.  Kita dapat menjadi seperti pemilik penginapan itu. Menjadi “Cameo”. Punya peran kecil, tapi sesungguhnya sangat mempengaruhi jalan cerita kehidupan sesama.

Inspirasi : Dalam hidup ini, mungkin kita tidak ‘seberuntung’ orang lain yang dapat menjadi matahari, Namun walaupun kita hanya menjadi lilin yang kecil, jadilah lilin yang mengubah hidup sesama menjadi lebih baik dari sebelumnya. (WS)

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave a Response