Renungan

SUMBER KEJATUHAN

379views

Bacaan : Amsal 6 : 18 – 19

“Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. Lebih baik merendahkan diri dengan orang yang rendah hati dari pada membagi rampasan dengan orang congkak.” 

(Amsal 6:18-19)

Ketinggian hati merupakan dosa tertinggi, demikian pendapat Bapak gereja, Agustinus. Kitab Amsal mencatat bahwa salah satu tipe orang dan tindakan yang dibenci Allah adalah sombong atau tinggi hati. Tinggi hati pertama kali muncul ketika iblis berusaha menempatkan tempat duduknya di tempat tertinggi dan hendak menyamai Allah (Yesaya 14:12-14).

Iblis yang telah jatuh menanamkan keinginan untuk menjadi sama dengan Allah ke dalam diri Adam dan Hawa, sehingga seluruh tabiat manusia dijangkiti ketinggian hati. Amsalpun sangat tegas dalam menolak kesombongan. Bahkan ‘sombong’ menduduki peringkat pertama dalam daftar 7 perkara yang menjadi kekejian bagi Allah.

Amsal mencatat bahwa kesombongan:

a) Mendatangkan cemooh (Amsal 11:2);

b) Menimbulkan pertengkaran (Amsal 13:10);

c) Tidak akan luput dari hukuman (Amsal 16:5b);

d) Membawa kehancuran dan kejatuhan (Amsal 18:12).

Kita mendengar atau bahkan telah melihat film “Titanic”, kisah tragis sebuah kapal mewah terbatas dan terkuat saat itu, yang tenggelam pada pelayaran perdananya. Titanic berhasil diselesaikan dan memulai pelayaran pada tahun 1912, dari Inggris menuju New York, Amerika. Seorang anak buah kapal menyombongkan kondisi kapal yang besar dan kuat dan berkata, “  Bahkan Allahpun tidak dapat menenggelamkan kapal ini”. Dan kita tahu akhir ceritanya, lebih dari 1500 orang –terdiri dari pria, wanita dan anak-anak mati tenggelam di laut yang sangat dingin. Kesombongan mengawali kehancuran.

Inspirasi: Kita tidak berhak sombong dengan apa yang kita capai: Kita tidak berhak sombong dengan apa yang kita miliki: karunia, talenta, kekayaan, kepandaian, kecantikan, dan lain sebagainya. Karena semuanya itu adalah anugerah Allah. Kita hanyalah penatalayan dari semua milik Allah itu. ( R )

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave a Response