Renungan

MATIUS

331views

MATIUS

Bacaan : Matius 9 : 9 – 13

“Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: ‘Ikutlah Aku, “Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.” (Matius 9:9)

Diantara bangsa-bangsa lain pada masanya, bangsa Yahudi merupakan bangsa yang paling membenci pemungut cukai. Tidak hanya reputasi mereka yang buruk; tidak jujur, tamak, tetapi karena mereka juga mendukung pemerintah penjajah Romawi pada waktu itu. Dalam bab Perjanjian Baru pemungut cukai dikelompokkan sama dengan pembunuh, perampok serta mereka yang tidak mengenal Allah (Matius 21:31) dan orang berdosa (Matius 9:10-11; 11:19; Markus 2:15-16; Lukas 5:30) Seorang pemungut cukai bahkan dianggap tidak layak untuk berdoa. Itulah sebabnya dalam Lukas 18:13 pemungut cukai berdoa tidak berani dekat-dekat Bait Allah. Itulah keadaan Matius ketika dipanggil oleh Tuhan Yesus.
Setelah menerima Yesus, hidupnya diubahkan. Yesus telah memberinya hidup yang baru, ia mempunyai kelompok yang menerima dia apa adanya. Yesus memberi tujuan hidup yang baru. Karena hidupnya diubahkan setelah bertemu Yesus, ia ingin orang lainpun mengenal Yesus. Ia menggunakan satu-satunya alat yang ia bawa dari pekerjaannya terdahulu, yaitu pena. Dengan pena itulah ia mencatat berbagai pengalaman bersama dengan Yesus. Oleh karena itulah salah satu dari Injil synopsis itu disebut Injil Matius.

Demikian halnya dengan kita, segala kemampuan yang Tuhan berikan kepada kita dapat kita gunakan untuk melayani Dia.

Inspirasi : Apakah saudara memiliki kerinduan yang sama dengan Matius, setelah diubahkan ia ingin teman dan keluarganya juga diubahkan? Apakah keterampilan dan kemampuan yang  saudara miliki? Saudara dapat menggunakannya untuk melayani orang lain. ( R ).

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave a Response