Berita

BE A GOOD STEWARD

127views

BE A GOOD STEWARD

Banyak hal dapat membuat kita bersyukur, salah satu di antaranya adalah selesainya kelas pemuridan The Significant Woman yang dilakukan di kantor LPMI setiap hari Rabu, jam 10.00- 13.00 yang dimulai sejak tanggal 25 April yang lalu.

Pada hari Rabu, 16 Mei, 2018 kelas Pemuridan diakhiri dengan acara Woman Gathering. Acara dimulai jam 10.00, dengan menghadirkan pembicara Ibu dr. Magdalena Susangobeng, MM, dari Bandung. Dengan baik beliau menyampaikan materi berdasarkan tema yang diusung “How to be A Good Steward”.

Wanita umumnya rentan  terhadap stres: apakah karena urusan pekerjaan, mengurus suami/anak-anak, atau karena ingin melakukan segala sesuatu dengan sempurna, atau ketika melakukan relasi dengan orang lain, sehingga tanpa sadar  stres yang dialami berdampak pada kondisi fisik/kesehatan wanita itu sendiri.

Beliau menyampaikan bahwa pada umumnya ada 3 faktor utama penyebab penyakit fisik di antaranya:

Pertama, stress (75-90%) – ini berkenaan dengan apa yang kita pikirkan dan katakan.

Kedua, penyakit yang berkenaan dengan apa yang kita lakukan dan makan: apakah karena kurang berolahraga, pola makan tidak sehat.

Ketiga, penyakit karena genetik (<20%) – penyakit yang diturunkan (oleh orang tua)

Bahkan ia mengatakan ketika kita marah, mempunyai rasa bersalah, memiliki kepahitan terhadap seseorang; merasa ketakutan, serakah, iri hati, dsb, maka hal-hal tersebut dapat mempengaruhi sistem atau organ-organ tertentu dalam tubuh.  Misalnya, ketika marah, organ yang berdampak adalah kardiovaskular. Ketika kita menyimpan rasa bersalah, maka hal itu berdampak pada fungsi syaraf, jika menyimpan kepahitan hal itu berpengaruh pada pencernaan.

Sebagai anak-anak Tuhan, kadang kala tanpa sadar kita menyangkali perasaan-perasaan tersebut dan memendamnya. Kita tidak tahu bahwa hal-hal tersebut berdampak pada tubuh kita dan ada tanda-tanda yang ditunjukkan secara psikhis bagaimana perasaan itu sebenarnya ada dalam diri seseorang. Misalnya, ketika seseorang memiliki kepahitan, maka fungsi organ yang diserang adalah sistem pencernaan. Caranya menyangkali adalah, “saya hanya terluka; saya tidak dapat melupakan apa yang mereka perbuat pada saya; jika dingatkan maka ‘luka lama’ saya kembali terbuka.

Cara mengungkapkan kepahitan juga bermacam-macam, misalnya: mudah tersinggung, sering kali mengungkapkan kata-kata kasar, mudah menghakimi.

Dan solusinya tentu dari Firman Tuhan, Amsal 4:23

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan”, agar dapat menjadi penatalayan yang baik dari kesehatan fisik dan emosi, sehingga menghasilkan sikap, “Apa maksud Tuhan sehingga saya mengalami hal itu?”

Saya perhatikan, semua yang hadir sungguh menikmati acara ini.

Selain materi yang disampaikan, maka dalam Woman Gathering kali ini, para peserta kelas TSW angkatan ke-4 menerima sertifikat. Ibu Mieke dan Ibu Hotmaida, mewakili para peserta pemuridan memberikan kesaksian bagaimana materi yang mereka terima di kelas, memperlengkapi mereka dalam melakukan tugas pelayanan di tempat mereka masing-masing.

Diakhir acara ibu drg.Niken Wairata sebagai koordinator Pelayanan Doa dan Perempuan LPMI menantang peserta yang hadir untuk terlibat dalam acara EXPLO 27-29 Jui 2018, di Wisma Kinasih, Cisarua, Bogor.

Segala puji hanya bagi Tuhan. (R)

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave a Response