Kampus

ORANG YANG TEPAT UNTUK DIMURIDKAN

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
344views

Orang yang Tepat untuk Dimuridkan

Siapa yang harus saya muridkan? Kepada siapa saya harus menginvestasikan hidup saya? Kenyataannya, Anda tidak dapat memuridkan setiap orang. Anda seorang mahasiswa. Secara realistis, sebagai mahasiswa penuh waktu, Anda bisa memuridkan dua atau tiga orang. Yesus tidak memuridkan semua orang, dan kita juga tidak dapat melakukannya, jadi kita harus memilih dengan bijak.
Keputusan terpenting yang Anda buat di awal setiap tahun pelayanan, adalah memilih siapa orang yang akan Anda layani. Mari kita bicara tentang mengapa kita harus memilih dengan bijak, dan bagaimana melakukannya.

Mengapa Kita Harus Memilih dengan Bijak?

Dalam Lukas pasal 6, amati bagaimana Yesus memilih murid-murid-Nya, dan fakta bahwa Ia tidak memuridkan semua orang. Lukas 6:12 mengatakan, “Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. “
Teks tersebut tidak mengatakan apa yang Yesus doakan, namun Dia menghabiskan sepanjang malam untuk berdoa kepada Allah. Anda mungkin bertanya-tanya paling tidak sebagian waktu dihabiskan untuk berbicara dengan Bapa tentang orang-orang yang akan membangun kerajaan-Nya.
Mengapa? Lihat ayat 13 – ” Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: “ Di sana saudara melihat nama orang-orang itu – Simon dan Andreas, Filipus dan Bartolomeus, dan kawan-kawannya. Dia memilih dua belas murid.

Sekarang lihat ayat 17-19:

” Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. 

Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.

Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.. “

Ketika Dia turun bersama kedua belas murid itu, ada banyak murid yang lain yang ingin menjadi pengikut, orang lain yang ingin belajar dari Kristus. Yesus memiliki banyak orang yang dapat dipilihnya. Tapi dia memilih dua belas. Apakah dia mengasihi semua orang yang lain? Apakah dia peduli dengan kebutuhan mereka? Apakah dia memiliki belas kasihan?  Tentu saja. Tapi Dia juga tahu, bahkan sebagai Anak Allah,  Dia tidak dapat melakukan apa yang tidak dapat kita lakukan. Dia tidak dapat menginvestasikan hidup-Nya sepenuhnya pada ratusan orang, meskipun Dia adalah Tuhan dalam wujud manusia. Dia juga dibatasi sebagai seorang manusia. Dia adalah Tuhan dan juga manusia. Dia terbatas dalam ruang dan waktu dan dalam berapa banyak jumlah orang yang dapat menghabiskan waktu bersama-Nya, jadi Yesus memilih dua belas orang.

Mengapa?  Lima Alasan Memilih dengan Bijak

  1. Anda hanya bisa memuridkan beberapa orang – Sebagai seorang mahasiswa, tidak mungkin untuk terlibat secara mendalam dalam kehidupan sepuluh, dua belas, atau lima belas orang. Anda tidak bisa melakukannya. Anda tidak dapat berinvestasi secara emosional. Anda tidak punya waktu untuk menghabiskan banyak waktu dengan banyak orang itu. Mungkin ada lusinan orang yang mengikuti PA dan sering hang-out bersama. Tapi Anda tidak bisa memberikan perhatian pribadi kepada banyak orang dan pada saat yang sama menjadi mahasiswa sepenuh waktu.
  1. Itulah yang Yesus lakukan – Yesus berinvestasi dalam kehidupan beberapa orang. Kita belajar dari Dia karena Dia adalah Sang Guru.
  1. Tidak semua orang ingin dimuridkan oleh LPMI – Inilah kenyataannya: ada banyak orang Kristen di kampus. Tidak semua ingin dimuridkan. Dan Tuhan tidak memanggil LPMI untuk memuridkan semua orang. Ada banyak pelayanan lain yang baik di kampus, dan kita tidak dapat memuridkan semua orang. Kita akan bekerja dengan orang-orang yang ingin menjadi bagian dari apa yang kita lakukan, dan di mana Tuhan memanggil kita.
  1. Tidak semua orang ingin dimuridkan – Ada beberapa orang percaya di kampus yang tidak ingin dimuridkan oleh siapa pun. Ada orang-orang percaya yang berada pada titik di dalam kehidupan mereka, di mana terus terang, Yesus bukanlah Tuhan atas kehidupan mereka. Yesus bukanlah kekasih nomor satu dan hasrat terdalam mereka.Mungkin ada isu komitmen atau isu prioritas. Ada beberapa orang Kristen yang memiliki kekasih yang menjadi seperti penguasa atas kehidupan mereka. Ada beberapa orang Kristen yang IPK atau resume mereka lebih menjadi prioritas daripada mengikuti pemuridan.Beberapa tahu bahwa menjadi murid berarti mati bagi diri sendiri, mengatur kembali prioritas, menyerahkan agenda mereka kepada Yesus dan mengambil sebuah agenda baru – agenda Tuhan. Ada beberapa orang percaya yang tidak ingin mengikuti Mereka tidak mau membayar harga. Mereka tidak mau menghitung biayanya. Itu sebabnya kita harus memilih dengan bijak.
  1. Dampak jangka panjang adalah kunci – Jika Anda ingin menginvestasikan hidup Anda pada seseorang, jika Anda akan menanamkan hal-hal yang telah Tuhan masukkan ke dalam hidup Anda, jika Anda akan mempercayai mereka dengan hal-hal yang telah diajarkan Tuhan kepada Anda, bukankah Anda ingin tahu bahwa mereka akan mengambil apa yang Anda ajarkan kepada mereka dan setia kepadanya suatu hari nanti? Bahwa mereka akan menggunakan apa yang Anda berikan kepada mereka, bukannya mengubur dan membiarkannya sia sia?Prinsip ini harus menjadi sebuah informasi dalam semua keputusan pemuridan yang Anda buat pada tahun-tahun mendatang. Sekarang, kita tidak dapat menjamin siapa pun. Tidak peduli seberapa menjanjikan seseorang pada saat itu, dia mungkin memilih untuk tidak berjalan dengan Tuhan; dia mungkin tidak memiliki dampak jangka panjang seperti yang kita Tetapi dengan memilih murid-murid dengan bijak, gerakan kita akan mereproduksi pemimpin yang pada gilirannya akan berdampak pada orang lain.

Bagaimana? Empat Cara Memilih dengan Bijak

  1. Mengamati calon murid dengan seksama. Ajukan pertanyaan-pertanyaan kepada orang yang akan Anda muridkan. Ada beberapa hal yang harus dicari:
  2.  Apakah mereka memiliki hati untuk Tuhan? – Apakah mereka menunjukkan rasa lapar untuk bertumbuh secara rohani? Apakah mereka membaca Firman Tuhan? Apakah mereka memiliki waktu Saat Teduh dan menunjukkan keinginan untuk mengenal Tuhan? Apakah mereka mengajukan pertanyaan tentang perjalanan dan pertumbuhan mereka sendiri dan tentang Tuhan? Apakah mereka berurusan dengan dosa dalam hidup mereka sehingga Roh Kudus mengungkapkannya kepada mereka? Apakah mereka memanfaatkan peluang untuk tumbuh?
  3. Apakah mereka F.A.T.? (Faithful/Setia, Available/Bersedia, Teachable/Mau Diajar)
    i.  Faithful/Setia – Apakah mereka mereka mau dibina? Apakah mereka menghadiri pelajaran Alkitab secara konsisten? Apakah mereka ingin menjadi bagian dari tubuh?
    ii. Available/Bersedia – Apakah mereka punya waktu untuk bertemu? Jika Anda mengajak untuk bertemu dan mereka selalu sibuk dengan pertemuan lain, akan sulit untuk memuridkan mereka.                                                  iii. Teachable/Mau Diajar – Anda dapat mengetahui apakah seseorang dapat diajar dengan cara mereka menanggapi hal-hal yang Anda coba berikan kepada mereka. Jika Anda mendapat tanggapan seperti, “Oh, ya, saya pernah mendengarnya sebelumnya,” “Saya tahu itu,” atau “Saya pernah diajarkan tentang hal itu sebelumnya,” orang itu mungkin tidak bisa diajar. Salah satu kekecewaan terbesar tentang pemuridan adalah ketika Anda mencoba bekerja dengan seseorang yang mengira mereka telah mengerti segalanya.
  4. Apakah mereka dewasa secara sosial dan emosional? – Semua orang memiliki masalah. Dan Anda tidak mencari orang yang sempurna yang tidak memiliki masalah. Kematangan emosional berarti murid tersebut mengakui bahwa dia mempunyai masalah, namun bertumbuh dalam kemampuannya untuk mempercayakan masalahnya kepada Yesus dan terlibat dalam kehidupan orang lain dan dia dapat terus berfungsi dan bertumbuh.Terkadang Anda akan mendapatkan orang yang kebutuhan emosionalnya sangat dalam sehingga mereka tidak bebas masuk dalam kehidupan orang lain. Beberapa orang mungkin memerlukan bantuan profesional untuk membantu mereka menjalani kehidupan.

Dalam 2 Timotius 2: 2, Paulus mengatakan kepada Timotius, Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.”

Perhatikan empat generasi multiplikasi rohani: Paulus kepada Timotius, Timotius kepada orang-orang yang setia, orang-orang yang setia mengajar orang lain lagi. Implikasi Paulus adalah bahwa Timotius harus mengajar orang-orang yang memiliki kemampuan untuk mengajar orang lain. Tanyakan pada diri Anda apakah orang ini bisa berhubungan cukup baik dengan orang lain sehingga orang lain akan mau mengikutinya.

  1. Apakah mereka akan pergi ke tempat ke mana Tuhan memanggil kita? Sebagai sebuah gerakan di kampus kita ingin mengajar orang untuk berjalan, berkomunikasi, dan melipatgandakan iman mereka. Jika seseorang tidak ingin pergi ke sana, mungkin tidak baik bagi Anda untuk memuridkan dia. Kami ingin mengembangkan orang, dan jika orang ini tidak mau pergi ke sana, itu bukan tugas Anda untuk memaksanya. Tidak perlu memuridkan seseorang yang tidak memiliki passion dengan tujuan kita.
  2. Buatlah kegiatan ‘Sharing Visi’ tentang panggilan Tuhan untuk pemuridan. Duduklah bersama orang yang telah Anda amati dan katakan, “Ke sinilah tujuan kita. Kami benar-benar berkomitmen untuk pemuridan berdasarkan Alkitab. Kami ingin membantu orang untuk berjalan, berkomunikasi, dan melipatgandakan iman mereka. ”
    Sampaikan visi sehingga Anda dapat mengundang orang ini untuk mengikuti pemuridan dengan Anda. Anda mengundang mereka untuk datang ke mana Anda pergi. Pertimbangkan waktu kuliah – semua yang ingin kita bangun menjadi kehidupan seorang murid selama empat tahun ini termasuk di dalamnya memperlengkapi mereka menjadi murid Kristus selama lima puluh tahun berikutnya dalam kehidupan mereka.
    Tidak peduli apa panggilan pekerjaan mereka, atau jika mereka berada dalam jenis pelayanan yang sama, kami ingin mereka berjalan, berkomunikasi, dan memultiplikasi iman mereka selama sisa hidup mereka. Jika mereka seorang insinyur, bukankah anda akan senang jika mereka tahu bagaimana menolong insinyur lainnya datang kepada Kristus?
  3. Tunjukkan padanya harga sebuah pemuridan. Jika ini adalah visi yang layak Anda bagikan, Anda harus menjelaskan apa yang diperlukan untuk mencapainya. Anda mungkin berkata, “Saya ingin meminta Anda untuk berkomitmen untuk datang ke Studi Alkitab setiap minggu, tidak hanya jika itu sesuai dengan jadwal Anda yang lain.”
    Tantang orang ini untuk dimuridkan oleh Anda. Anda akan membuat komitmen untuk hidupnya, jadi mintalah mereka untuk mendapatkan komitmen timbal balik – datang ke kelompok PA, bertemu secara pribadi untuk pemuridan, dan menghadiri pertemuan mingguan sehingga mereka akan menjadi bagian dari tubuh orang percaya yang lebih besar.
    Sampaikan kepadanya bahwa inilah visinya, inilah yang akan Anda lakukan untuk mencapainya, dan ini adalah komitmen bersama yang Anda buat untuk pengembangan spiritualnya. Dalam Lukas 14: 25-35, Yesus mendorong orang percaya untuk menghitung biaya sebelum melakukan.
    Mintalah orang tersebut untuk dengan penuh doa memutuskan apakah ini tujuannya. Dorong dia untuk mengajukan pertanyaan ini: Apakah saya bersedia membayar harganya? Apakah saya bersedia berkomitmen?
  4. Mintalah orang tersebut untuk dengan penuh doa memutuskan apakah ini tujuannya. Dorong dia untuk mengajukan pertanyaan ini: Apakah saya bersedia membayar harganya? Apakah saya bersedia berkomitmen?
    Dengan cara ini, Anda tidak memilih mereka; Anda tidak menentukan apakah mereka pantas dimuridkan. Anda melemparkan visi dan berkata kepada mereka, “Ke mana Anda ingin pergi?” Mereka dapat memutuskan, “Ya, ke sanalah saya ingin pergi,” atau “Tidak, saya tidak benar-benar ingin pergi ke sana. Aku lebih suka menyerahkan hidupku pada hal lain. ”
    Anda dapat memilih orang yang ingin Anda ajak bekerja sama berdasarkan pengamatan anda terhadap orang tersebut, namun merekalah yang mengambil keputusan. Terserah mereka untuk membayar harganya dan menanggapi, “Ya, saya mau.”

Akhirnya, ketika Anda memulai Pemahaman Alkitab untuk pertama kalinya, sadarilah bahwa akan ada orang baru yang masih muda dalam iman mereka, dan bahwa mereka mungkin tidak memiliki kualitas yang kita cari dalam seorang murid potensial – mereka mungkin tidak dapat diajar; mereka mungkin tidak datang setiap minggu. Sadarilah mereka mungkin belum sampai di situ.

Anda tidak menantang seluruh kelompok untuk pemuridan. Mulailah dengan sejumlah besar orang yang memungkinkan – enam sampai delapan calon murid. Seiring berjalannya waktu, Anda akan dapat membedakan mana dari orang-orang tersebut yang benar-benar memiliki hati untuk menjadi murid dan apakah mereka memiliki kualitas yang membuat Anda ingin menginvestasikan diri anda di dalamnya. Kemudian beri mereka tantangan yang spesifik.
Anda mungkin berakhir dengan hanya tiga murid yang setia, namun jika dipilih dengan bijak, mereka akan memultiplikasikan diri  dan memberi dampak kekal.

(By Tim Henderson, Translated by Reva) 

Article taken from The Compass.

Tim Henderson is the Campus Director at Penn State University and has authored or co-authored many of the Campus Ministry resources like Compass and The Community.

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave a Response