KeluargaKomunitas

BERPACARAN DENGAN ORANG YANG TEPAT

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
101views

BERPACARAN DENGAN ORANG YANG TEPAT      

Setelah 20 tahun melayani banyak orang, saya memahami sesuatu: kita sering kali mengalami ‘sakit hati’ karena orang-orang yang kita pilih. Dalam setiap jenis masalah klinis yang dihadapi oleh para psikolog sehubungan dengan pasien mereka, relasi dengan orang lain, adalah penyebab terbesar.

Pertimbangkan beberapa pertanyaan di bawah ini:

  • Apakah anda mengalami masalah atau perasaan yang sama seperti yang pernah anda alami dalam relasi sebelumnya?
  • Apakah anda merasa bahwa anda terus memilih atau jatuh cinta pada seseorang atau menjadi teman dekat/sahabat yang menyakiti saudara dengan cara tertentu?
  • Apakah anda pernah bertanya-tanya, apakah ada “orang yang lebih baik” di luar sana?
  • Apakah anda sering mengalami emosi yang naik turun sebagai akibat dari memilih seseorang yang ‘tidak baik’ bagi saudara?
  • Apakah “Mengapa saya mengalami hal ini?” merupakan pertanyaan yang sering anda ajukan pada diri sendiri?

 

Banyak orang pernah merasakan hal-hal tersebut di atas. Hubungan yang mereka jalin membawa kekosongan, sehingga mereka merasa, mengapa hubungan mereka berakhir dalam situasi seperti ini. Mereka bertanya-tanya kesalahan apa yang telah mereka lakukan, mengapa mereka ‘patut’ diperlakukan seperti itu, dan bukan hal yang sebaliknya.

Sebenarnya, pilihan yang buruk dalam sebuah relasi  adalah kesalahan yang dilakukan orang itu sendiri, namun hal itu dapat diubah dengan sedikit usaha. Kebanyakan orang mendapati diri mereka ada dalam satu hubungan yang buruk terus menerus, dan tidak berhenti untuk menganalisa mengapa mereka membuat pilihan ini. Mereka hanya menganggap mereka tidak beruntung, sering kali tidak mempertimbangkan mungkin ada cara yang lebih baik untuk membuat pilihan dalam hubungan.

Sebelum kita berbicara tentang memilih, mari kita lihat pilihan menyakitkan yang dibuat oleh seseorang. Apa yang membuat seseorang membuat pilihan yang buruk? Satu kata – karakter. Kualitas seseorang menentukan apakah mereka akan baik dalam suatu hubungan atau tidak. Kita tertarik pada penampilan luar seseorang: penampilan mereka, status, kecerdasan, atau prestasi mereka. Tapi, kita akan merasakan ‘bagian dalam’ seseorang: karakter mereka. Riasan karakter seseorang menentukan apa yang akan mereka sukai dalam sebuah hubungan. Jika mereka tidak memiliki kemampuan untuk melakukan hal-hal tertentu yang membutuhkan karakter yang baik, maka mereka tidak akan mampu bersikap baik dalam suatu hubungan.

Bekerja dengan banyak orang selama bertahun-tahun, saya menemukan bahwa masalah relasi terjadi ketika salah satu atau kedua pihak tidak dapat memenuhi tuntutan hubungan yang realistis. Hal ini biasanya karena mereka secara emosional tidak berkembang dalam bidang tertentu. Dan hasilnya adalah banyaknya rasa sakit yang ditimbulkan karena kebutuhan dasar yang belum terpenuhi.
Sepanjang sisa artikel ini, kita akan melihat empat prinsip yang akan membantu Anda memilih orang yang tepat, menjadi orang yang tepat, dan mengembangkan hubungan yang sehat.

1.Kedekatan

Dalam sebuah hubungan, yang pertama dan terutama adalah kedekatan emosional. Kedekatan kita pada orang lain disebut “ikatan”, hal itu diciptakan dan dipertahankan oleh kemampuan seseorang untuk berbagi dan terhubung dengan hati, dengan semua kerentanan emosional dan kelembutan perasaan .

Banyak orang dapat berelasi secara umum dan dengan tingkatan yang dangkal. Tetapi hubungan jangka panjang dalam bentuk apapun, menjadi semakin penting jika Anda dapat berbagi isi hati dengan seseorang, dan membuat Anda sendiri merasa nyaman. Dalam mengevaluasi orang-orang tempat anda berbagi isi hati, anda perlu berhati-hati untuk melihat apakah mereka dapat merespons secara bertanggung jawab atas kerentanan perasaan Anda, dan juga apakah mereka dapat membagikan isi hati mereka sendiri kepada Anda. Begitulah cara ikatan ini dibangun dan dipelihara.

Pertimbangkan pertanyaan ini:

  • Dapatkah mereka mendengarkan dan berempati dengan perasaan dan kerentanan Anda? Bisakah mereka berbagi pada tingkat emosional?
  • Apakah dari waktu ke waktu kebersamaan bersama mereka membuat anda merasa terhubung, atau apakah Anda merasa sendiri dalam hubungan ini?
  • Apakah ada jaminan bahwa kedekatan Anda akan terjaga?

2.Batasan

Aspek penting lain dari sebuah hubungan adalah menghormati batasan pribadi masing-masing. Batasan adalah garis properti yang menentukan di mana batas milik Anda berakhir, dan batas orang lain dimulai. Hubungan yang baik memiliki tingkat kehormatan yang tinggi terhadap setiap orang yang menghormati milik “orang lain”.
Salah satu cara untuk melihat seseorang menghormati batas-batas Anda, adalah apakah Anda merasa bebas untuk mengendalikan diri sendiri, atau apakah Anda merasa diserang, atau dikendalikan oleh orang lain. Orang yang ‘sehat’ akan menghormati keinginan Anda untuk mengendalikan diri saudara sendiri dan apa yang ingin Anda lakukan, atau tidak ingin anda lakukan. Apakah mereka menjadi ‘tidak masuk akal’ bila Anda menolak melakukan sesuatu? Dapatkah mereka membiarkan Anda terpisah dari mereka dan memiliki tempat Anda sendiri? Apakah mereka melihat Anda sebagai perpanjangan dari diri mereka sendiri, dalam beberapa hal, dan merasa memiliki hak untuk mengendalikan Anda dan melakukan apapun yang mereka inginkan dari Anda?

Pertimbangkan pertanyaan berikut:

  • Apakah mereka menekan Anda untuk menghabiskan terlalu banyak waktu dengan mereka, atau dapatkah Anda mengatakan “tidak” terhadap keinginan mereka dan masih dapat diterima?
  • Apakah mereka memaksakan kehendak di bidang lain, seperti dalam hal fisik, ketika berpacaran?
  • Dapatkah mereka mendengar dan menghormati ketika anda berkata “tidak” saat mereka mendesak Anda lebih jauh?
  • Apakah mereka membiarkan Anda memiliki kebebasan untuk memiliki pendapat, nilai, dan keinginan yang berbeda daripada mereka? Atau apakah Anda merasa Anda harus menjadi “tiruan” dari apa yang mereka inginkan?
  • Apakah Anda merasa pilihan Anda dihormati? Atau apakah Anda merasa hanya ada satu “kehendak” dalam hubungan itu? Apakah yang anda lalui adalah their way atau high way?”

 

3.Perfeksionisme

Bidang penting lainnya adalah cara menangani ketidaksempurnaan masing-masing. Di dunia ini, kita tidak akan menjadi sempurna, atau menemukan orang yang sempurna untuk dicintai. Bagaimana masing-masing orang menghadapi ketidaksempurnaan dalam sebuah hubungan?
Pernahkah Anda ada dalam sebuah hubungan di mana Anda merasakan tekanan untuk menjadi “ideal”? Dampak dari hubungan semacam itu bisa menjadi hal yang sulit, dan yang terburuk adalah bencana. Anda bisa merasa tidak enak untuk menjadi diri sendiri, terbuka dengan  kesalahan dan ketidaksempurnaan Anda, dan bahkan saat membuat kesalahan.
Dalam hubungan berpacaran, perfeksionisme dapat ditampilkan dalam tekanan untuk melihat atau bertindak dengan cara tertentu sehingga pasangan Anda akan suka/bahagia dengan Anda. Dalam persahabatan, bisa jadi tekanan untuk tidak membuat kesalahan atau mengecewakan mereka. Dalam hubungan orang tua-anak, ini bisa menjadi anak “piala” yang ideal, membuat orang tua bahagia dengan memenuhi harapan yang tidak realistis.
Pikirkan pertanyaan-pertanyaan ini:

  • Apakah pasangan Anda merasa biasa saja saat Anda dalam keadaan “kurang dari ideal”? Apa yang terjadi bila berat badan Anda naik beberapa kilogram atau tidak terlihat persis seperti yang diinginkan pasangan? Atau jika Anda tidak sesukses selayaknya pasangan “ideal”?
    • Bila Anda membuat kesalahan, apakah Anda merasa bebas untuk mengakuinya bahwa Anda gagal?
    • Apakah Anda bebas untuk menjadi diri
    sendiri bersama pasangan Anda? Dapatkah Anda mengungkapkan kesalahan dan bagian diri Anda yang tidak begitu hebat?
    • Apakah ada “tekanan
    menjadi orang lain” dalam hubungan itu? Apakah Anda merasakan tekanan untuk tampil sebagai sesuatu yang tidak Anda inginkan, dan berharap Anda bisa menjadi diri Anda sendiri?

4.Kesetaraan

Kualitas terakhir yang akan kita lihat adalah kemampuan melihat orang lain sebagai ‘signifikan’ dan setara dalam hubungan. Hubungan yang sulit seringkali memiliki dinamika yang disebut “satu di atas, satu di bawah.” Salah satu selalu harus menjadi bos dalam hubungan, dan merupakan “orang tua” yang ditunjuk sendiri. Mereka berhubungan dengan yang lain terutama dalam hal “keharusan,” Memberitahu mereka apa yang harus mereka lakukan dan jangan lakukan. Ini bekerja dengan baik untuk anak kecil dan orang tua, tapi dalam persahabatan dewasa, berkencan, dan menikah, ia gagal jika salah satu pihak dipandang tidak layak untuk dihormati.
Singkatnya, ini ada hubungannya dengan dominasi. Mendominasi sebuah hubungan sangat tidak dewasa, dan menyebabkan pertumbuhan emosional terhambat bagi  ke dua pihak. Hubungan ini mungkin nyaman, tapi lebih sering menyedihkan dan sangat membatasi. Dan berada di bawah kendali orang lain tidak menimbulkan keintiman.

Ketika menentukan apakah hubungan Anda memiliki masalah kesetaraan, pertimbangkan pertanyaan berikut:

  • Apakah Anda merasa bahwa orang lain selalu berada di posisi superior?
  •  Apakah Anda sering merasa seperti anak kecil di sekitar mereka?
  • Apakah Anda merasa didominasi atau direndahkan, bahkan dengan cara yang baik?
  • Apakah menghakimi’ ada dalam hubungan Anda?

Masalah karakter ini membantu hubungan bertahan dan berkembang. Tidak peduli seberapa menarik seseorang, atau seberapa besar kita menyukai mereka, jika mereka memiliki masalah karakter seperti yang baru kita lihat, Anda sedang mencari masalah. Dalam memilih hubungan penting berikutnya, pertimbangkan sifat-sifat ini dengan hati-hati saat Anda melihat apa pun yang menarik dari orang tersebut.

Mengatasi Masalah

 Alangkah baiknya jika dapat segera melihat permasalahan yang ada dan menghindari orang bermasalah, tetapi tak satu pun dari kita yang yakin bagaimana seseorang akan bereaksi terhadap situasi tertentu. Hari ini mereka mungkin tampak seperti orang yang memiliki penghormatan yang sehat terhadap batasan, namun enam bulan kemudian mereka mungkin menyita banyak waktu dan perhatian Anda. Tak satu pun dari kita bisa mengevaluasi yang lain dengan sempurna. Tapi kita dapat terus semakin baik dalam hal ini!

Cara kita belajar menemukan orang-orang yang dapat menjalin hubungan yang sehat, hanya sebagian didasarkan pada pengetahuan. Bagian terbesar dari solusi ada hubungannya dengan karakter kita sendiri. Untuk memilih karakter yang baik, kita harus terlebih dahulu menjadi seorang dengan karakter yang sehat. Untuk menemukan seseorang dan dapat terhubung, kita harus menjadi orang yang mudah terhubung. Untuk berhubungan dengan seseorang yang memiliki batasan yang baik, kita harus memiliki batasan yang baik bagi kita sendiri. Untuk dapat bersama seseorang yang tidak berpura-pura, kita juga harus bertumbuh menjadi orang yang tidak berpura-pura.

Proses di mana kita membuat perubahan yang diperlukan dalam karakter kita disebut pertumbuhan spiritual.

 Saat kita bertumbuh dari dalam untuk menjadi seperti yang kita inginkan, kita mendapati bahwa kita memiliki karakter yang lebih baik dan lebih baik, dan sebagai hasilnya, membuat pilihan yang lebih baik dalam hubungan yang signifikan. Hal ini membutuhkan usaha dalam kehidupan rohani kita, dan itu bukan proses yang mudah. Tapi bagi mereka yang telah mengambil tantangan ini, mereka akan mendapati bahwa itu sesuatu yang berharga untuk dilakukan.
Jadi, mulailah bekerja. Temukan komunitas yang baik di mana Anda bisa belajar bagaimana bertumbuh dalam kemampuan Anda untuk terhubung, bebas dari kendali orang lain, menjadi diri sendiri, dan setara. Kembangkan kehidupan spiritual Anda di komunitas seperti itu, sementara Anda belajar terhubung dengan Tuhan dan orang lain dengan cara yang lebih dalam. Hasil yang mengejutkan akan anda rasakan seumur hidup anda.

(By Henry Cloud, translated by Reva)

Adapted from Changes That Heal by Dr. Henry Cloud, Zondervan Publishers, and Safe People by Dr. Henry Cloud and Dr. John Townsend, Zondervan Publishers. ©1996, Henry Cloud, Ph.D.

©2007 Cru Press, Cru, Inc. All rights reserved.

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave a Response