Berita

RETREAT FAMILY LIFE – I STILL DO

229views

I STILL DO

Memiliki keluarga yang harmonis dan bahagia adalah impian semua pasangan suami istri. Tetapi sering kali apa yang diimpikan kandas di tengah jalan. Hal itu terjadi karena masing-masing memiliki harapan dan tuntutan kepada pasangan. Dan ketika ‘bulan madu’ sudah usai, tahun demi tahun berlalu, banyak kali suami atau istri menjadi kecewa karena semua yang didambakan tidak terjadi.

Di era digital seperti saat ini, pernikahan menjadi sangat rentan dan menjadi sasaran tembak iblis yang sangat empuk. Apalagi jika suami istri tidak memiliki fondasi rohani yang kokoh, yaitu Firman Tuhan. Maraknya perselingkuhan yang nyata-nyata dilakukan, juga yang tidak kelihatan ~ secara online: melalui chat-chat di WA, Messenger, Facebook, dan sebagainya. Materialisme dan hedonisme, juga menimpa pasangan kristiani.

RETREAT PENTING

Kerinduan agar keluarga-keluarga kristen dapat mengalami kehidupan yang harmonis dan mengalami indahnya rancangan Allah bagi pernikahan kristen. Drs. Bambang Siswanto, ibu Sarah dan tim Family Life Ministry Jakarta, mengadakan retreat  I STILL DO ~ HOW TO CONNECT BETTER WITH YOUR SPOUSE. Retreat ini bertujuan agar para pasutri mengingat kembali janji nikah mereka, untuk saling mengasihi, menghormati, dan menghargai, memiliki dan. mempertahankan pernikahan sampai kematian memisahkan.

Acara yang berlangsung tgl 23-24 Nopember, berlangsung dengan baik. Materi yang disampaikan bukan hanya dengan metode ceramah, tetapi juga diskusi. Ada games2 seru. Dan yang paling indah adalah ketika setiap pasangan diberikan waktu untuk berbicara dari hati ke hati dengan pasangan masing- masing.

Bagaimana rancangan Allah dalam pernikahan kristen, apa peran suami istri sesuai Firman Tuhan, mengatasi konflik, dan sebagainya. Peserta juga merasa diberkati dengan materi 5 Bahasa Kasih. Banyak diantara peserta yang baru mengetahui apa bahasa kasih pasangannya. Juga materi intimasi seksual disampaikan dengan baik oleh pak Bambang.

Acara diakhiri dengan ibadah minggu sekaligus menutup acara retreat, yang dipimpin oleh Wilfred Soplantila. Khotbah yang disampaikan,  mengingatkan semua yang hadir bahwa Kristus harus menjadi pusat dalam keluarga. Karena itu ada langkah-langkah konkrit yang harus dilakukan dlm keluarga: membangun mezbah keluarga, menggenapi ikrar/janji pernikahan. Peserta juga diajak untuk melihat keluarga2 di sekitar mereka. Dan mendorong pasutri di lingkup pengaruh mereka memegang janji pernikahan mereka.

Di bagian paling akhir, para peserta mengingat kembali janji nikah mereka, dan mengucapkannya kembali. Setiap kata yang terucap begitu penuh arti, lahir dari hati yang sungguh-sungguh ~ karena  telah dan sedang diuji dalam tahun-tahun pernikahan yg sedang dilalui. Sebuah janji untuk tetap memelihara dan mempertahankannya, apapun resiko dan harga yang harus dibayar…. I STILL DO ~ YA, (MASIH) DENGAN SEGENAP HATIKU…sampai saat ini.

Segala Pujian hanya bagi Tuhan !! (R)

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave a Response