Multiplikasi
Multiplikasi.Com

WHEN YOU ARE THE TARGET OF CRITICISM

0

Dikritik dan dituduh secara tidak adil adalah sesuatu yang menyakitkan. Berikut adalah beberapa ide bagaimana menghadapi pengalaman tersebut.

Ketika Marthin Luther mulai mengkhotbahkan “Orang benar akan hidup karena Iman”, pelayanannya diserang dengan kejam. Kaisar Roma Charles V memerintahkan agar Luther tidak diberi makan dan minum serta harus dipenjarakan. Maklumat ini juga diberlakukan bagi semua teman Luther dan pengikutnya, menyita semua harta milik mereka. Maklumat ini juga melarang membeli dan menjual hasil karya tulisan Luther. Dua abad berikutnya ketika terjadi kebangunan rohani Wesleyan, John Wesley tidak diijinkan untuk berkhotbah di gereja Inggris, dan dilempari dengan batu dan telur busuk sebagai hadiah untuk khotbah yang ia lakukan.

Saat itu, ketika tuaian rohani seperti belum pernah terjadi sebelumnya, beberapa orang kristen dipenjara atau dibuang oleh keluarga karena iman mereka. Mereka yang lain yang melayani Tuhan kita dengan setia melakukan hal ini dengan membayar harga yang besar, dengan rela menjadi warga negara kelas dua, karena mereka diidentifikasi sebagai orang kristen. Jelas sekali, ada seseorang yang tidak suka kenyataan bahwa ada jutaan orang yang mendengar Kasih dan Pengampunan Allah dalam Yesus Kristus. Bagi iblis, musuh jiwa kita, penginjilan dan pemuridan adalah hal terburuk yang terjadi karena dapat merusak kerajaannya dan rencananya bagi dunia ini. Ia tidak dapat berdiam diri dan membiarkan semua itu berlangsung. Ia melakukan upaya terbaik untuk menyerang kita orang-orang kristen dan menumpulkan kesaksian kita bagi Tuhan.

Di Amerika Serikat, serangan iblis sering kali disamarkan oleh kritik dari orang-orang kristen. Selama puluhan tahun ketika saya terlibat dalam penginjilan dan pemuridan di seluruh dunia, saya telah dikritik oleh berbagai media cetak dan individu. Beberapa diantaranya benar dan saya telah belajar dari mereka. Tetapi sering kali kritik itu adalah serangan kejam, kadang suatu kebohongan. Dalam menghadapi serangan tersebut, Allah memberikan saya anugerah untuk mempraktekkan 1 Tesalonika 5:16-18, ”Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

Bukannya putus asa, saya justru dipenuhi sukacita karena saya tahu bahwa apa yang Allah lakukan adalah membuat nama-Nya makin dipuji dan dimuliakan sebagai akibat dari serangan ini. Saya tidak dapat membayangkan bahwa Pencipta Maha Kuasa, yang saya sembah mengijinkan lidah yang beracun dari tulisan dan mulut manusia yang membenci Dia yang memiliki motivasi yang salah untuk menghancurkan apa yang telah Ia berkati dengan luar biasa. Saya sungguh percaya bahwa serangan ini adalah untuk kebaikan kita dan bagi kemuliaan Tuhan.

Bandingkan, misalnya, nabi-nabi dalam Perjanjian Lama. Mereka tidak dipuji karena usaha mereka. Yesaya 30:6-11, Allah mengatakan kepada Yesaya, “Maka sekarang, pergilah, tulislah itu di depan mata mereka di suatu loh, dan cantumkanlah di suatu kitab, supaya itu menjadi kesaksian untuk waktu yang kemudian, sampai selama-lamanya. Sebab mereka itu suatu bangsa pemberontak, anak-anak yang suka bohong anak-anak yang enggan mendengar akan pengajaran TUHAN; yang mengatakan kepada para tukang tilik: “Jangan menilik,” dan kepada para pelihat: “Janganlah lihat bagi kami hal-hal yang benar, tetapi katakanlah kepada kami hal-hal yang manis, lihatlah bagi kami hal-hal yang semu, menyisihlah dari jalan dan ambillah jalan lain, janganlah susahi kami dengan Yang Mahakudus, Allah Israel.”

Kemudian Tuhan kita datang, walalupun Ia adalah Mesias, Anak Allah yang dijanjikan, Juru selamat manusia, Ia dikritik dan disalibkan. Sebagian besar dari mereka yang melakukan perintah-Nya dengan sungguh-sungguh mati sebagai martir. Sepanjang abad, jutaan orang telah dianiaya dan banyak orang telah memberikan hidup mereka untuk memberitakan Injil.

Hal ini sebenarnya telah diprediksi  oleh Tuhan kita ketika ia berkata dalam Yohanes 15:20-21,” Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.”

Sekarang, sebuah peringatan. Apa yang terjadi sejauh ini hanyalah petasan dibandingkan sengan serangan nuklir yang sedang dipersiapkan musuh untuk menyerang tubuh Kristus di seluruh dunia. Iblis memiliki perencanaan yang matang, dan kita harus siap untuk itu. Bukannya melarikan diri, atau seperti banyak orang kristen lainnya, mempercayai gosip dan meneruskan kebohongan, kita harus siap siaga seperti seorang prajurit Kristus yang baik. Kita harus mengenakan seluruh pelengkapan senjata Allah dan siap untuk memberikan sespons atas berbagai gosip, kebohongan dan kritik yang bermaksud untuk meyerang Kristus.

Bagaimana kita melakukan hal itu?

Pertama, sadari bahwa sumber semua serangan adalah iblis. Terimalah kritik atas diri saudara dan orang kristen lain, atau atas organisasi kristen  dengan sikap sebagai orang kristen yang dewasa dan dipenuhi roh Kudus – dengan kerendahan hati dan doa.

Kedua, miliki asumsi bahwa orang lain tidak bersalah sampai ia terbukti bersalah. Bahkan hukum di pengadilan kita juga menganut hal ini. Ingatlah, bahwa referensi kebohongan, gosip dan kritik tertulis, sering kali tidaklah seperti hal yang sebenarnya. Jangan pernah membuat konklusi sebelum saudara memiliki fakta.

Ketiga, jangan mau menjadi ‘duta iblis’ dengan meneruskan gosip. Karena hal itu menghancurkan kesatuan tubuh Kristus. Firman Tuhan mengingatkan kita dalam Amsal 11:13,” Siapa mengumpat, membuka rahasia, tetapi siapa yang setia, menutupi perkara.”

Keempat, jika tuduhan terbukti benar, bahwa orang atau organisasi yang dikritik bersalah seperti yang dituduhkan, ikuti prosedur yang alkitabiah seperti dijelaskan dalam Matius 18:15-17.

“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.”

Kelima, minta Allah menolong saudara untuk mengetahui apa yang Allah ingin saudara pelajari dari kritik tersbut.  Pelajaran terbaik yang saya dapatkan adalah ketika saya dikritik, dan saya masih terus belajar.

Keenam, kasihi dan berdoalah bagi orang atau organisasi yang telah berbohong atau mengkritik saudara. Misalnya, saya telah memutuskan untuk mengasihi mereka yang mengkritik saya, dan saya telah mengatakan kepada mereka saya tidak membenci atau memiliki niat buruk kepada mereka. Dengan tulus saya berdoa dan telah mengatakan kepada mereka agar hidup mereka dipakai untuk kemuliaan Tuhan bukan bukan dipakai oleh iblis.

Kita sedang ada dalam peperangan –  peperangan rohani, dan tidak ada harapan bagi orang kristen duniawi untuk menikmati kemenangan rohani. Jadi jangan menyimpan kepahitan atau kemarahan karena akan merusak persekutuan saudara dengan Tuhan dan orang lain, dan saudara menjadi orang kristen yang bertabiat duniawi.

Hanya pribadi yang berjalan dengan rendah hati di hadapan Allah yang dipimpin dan dikuasai oleh Roh Kudus, yang benar-benar siap terhadap tekanan hari ini, orang kristen yang menyerah pada kritik dan mencari-cari kesalahan, menghakimi, bergabung dengan musuh. Tuhan kita memerintahkan kita untuk mengasihi  sesama dan musuh kita. Teruslah mengasihi orang yang mengkritik mau pun yang dikritik, apakah bersalah atau tidak, menurut  1 Korintus 13,. Perhatikan khususnya ayat 7,” Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.”

Ingatlah juga, ketika belajar dari kitab Amsal,”Jawaban yang lemah lembut meredakan amarah,” dan dengan memiliki roh yang mengasihi, murah hati dan mengampuni, membuat saudara dapat tidar nyenyak dan membuat saudara terhindar dari sakit lambung. Kasih itu membebaskan. Kebencian, kemarahan, dan kritik menghancurkan. Saudara dan saya mendapat kehormatan untuk menjadi budak Yesus Kristus. Dan adalah tanggung jawab Tuan kita untuk melindungi milik-Nya. Tanggung jawab kita adalah berjalan dengan rendah hati di hadapan Tuhan, dipimpin dan dikuasai oleh Roh Kudus. Kita diminta untuk menyerahkan segala kekuatiran kita – termasuk kritik dan serangan – kepada-Nya, karena Ia mempedulikan kita. Jika kita melakukan hal ini, kita dapat yakin bahwa Tuhan Yesus KRistus adalah pribadi yang akan berperang untuk kita. Kemenangan adalah jaminannya. (By. Bill Bright, late founder and President of CCC)

Translated from Worldwide Challenge, by Reva 2018

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave A Reply

Your email address will not be published.

BERLANGGANAN
GRATIS
Masukkan email kamu untuk mendapatkan pemberitahuan ketika ada berita atau renungan terbaru!
BERLANGGANAN
close-link