Multiplikasi
Multiplikasi.Com

ANAK-ANAK MEMBUTUHKAN ORANG TUA YANG BERDOA

0

ANAK-ANAK MEMBUTUHKAN ORANG TUA YANG BERDOA

Pada tahun 1979, ayah saya, Larry, adalah seorang manajer operasional komputer untuk sebuah perusahaan minyak yang besar. Tanpa alasan yang jelas, ruang komputer (pada waktu itu, komputer-komputer membutuhkan ruangan, bukan meja atau sekedar dipangku) – mati – benar-benar mati. Operator komputer tidak dapat me-‘reboot’ komputer dan tidak dapat menemukan alasan untuk masalah tersebut.

Ruangan itu penuh dengan para operator, manajer, dan teknisi junior dan senior semua menggaruk-garuk kepala. Keesokan harinya, seorang anak magang yang baru kembali dari liburan muncul di kantor dan bertanya-tanya, apa yang menjadi masalahnya. Dia berjalan di sekitar ruangan untuk menghabiskan waktu dan kemudian bertanya, “Bukankah seharusnya tombol ini ditekan?” Dia menekannya, dan komputer pun dapat ‘re-boot’ kembali.

Para teknisi dan manajer, termasuk ayah saya, telah berusaha keras untuk mengatasi masalah tersebut. Namun demikian, solusinya sangat sederhana; hanya saja tidak ada yang berhenti untuk memikirkan hal yang mendasar tersebut.

Dengan cara yang sama, sebagai orang tua, kita sangat ingin memberikan anak-anak kita semua yang kita pikir mereka butuhkan. Kita memberi mereka makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Kita memberi mereka hiburan dan memperkaya mereka sebagai seorang pribadi. Kita mengorbankan hobi, preferensi, dan minat pribadi untuk mereka. Sebagian besar dari kita akan memberikan hidup kita sendiri untuk memastikan kesuksesan dan kebahagiaan mereka. Namun, mungkinkah kita kehilangan kebutuhan terpenting mereka?

Sebagai orang tua kita harus bertanya pada diri sendiri, “Apakah berdoa untuk anak-anak kita adalah bagian normal dari kehidupan kita sehari-hari … atau apakah itu sesuatu yang kita lakukan hanya ketika kita merasa tidak berdaya?” Yang benar adalah, kita tidak pernah cukup berdoa. Kita membutuhkan kekuatan dari Allah untuk melakukan semua yang merupakan panggilan-Nya untuk kita lakukan, dan begitu juga anak-anak kita. Selain itu, kita membesarkan anak-anak di dunia dengan nilai-nilai yang bertentangan dengan nilai-nilai kita – dunia yang berupaya menyerang dan menghancurkan anak-anak kita. Kita tidak bisa membentengi mereka dari semua serangan ini, tetapi kita selalu dapat berdoa!

Kesalahpahaman yang umum

Dengan semua kebutuhan yang diperlukan anak-anak, banyak orang tua bertanya-tanya apakah doa merupakan kebutuhan terbesar mereka. Hal ini sering kali berasal dari sebuah kesalah pahaman yang sangat umum. Sebagai orang tua kita terperangkap dalam kepercayaan bahwa kita lah orang yang harus menyediakan makanan, pakaian, dan tempat tinggal.

Kita berpikir kita adalah orang-orang yang harus memberi mereka kasih dan perhatian yang mereka butuhkan, membangun karakter dalam kehidupan mereka, dan mengajarkan mereka kebenaran rohani. Benar, kita adalah orang yang dipakai oleh Allah sebagai alat untuk kebutuhan-kebutuhan ini, tetapi Allahlah  yang selalu menyediakan segala sesuatu, dan Allah adalah pribadi yang bertanggung jawab untuk menggerakkan hati mereka (Matius 6: 25-33).

Allah sedang bekerja dalam kehidupan dan hati anak-anak saudara. Dialah Pribadi yang menahan anak-anak saudara – dan saudara – agar tidak menjadi yang terburuk di antara orang berdosa. Allah mengatur peristiwa-peristiwa dalam hidup mereka, dan pada akhirnya mereka percaya & beriman hanya ketika Roh-Nya menarik mereka.

Itulah sebabnya berdoa untuk anak-anak kita harus menjadi prioritas utama dalam mengasuh anak.

Berdoa bagi anak-anak kita

Walaupun  kita menyadari pentingnya berdoa bagi anak-anak kita, kita sering membiarkan diri kita dihalangi, bahkan putus asa, dalam proses itu. Berikut adalah beberapa saran untuk membantu saudara berdoa bagi anak-anak saudara dengan efektif dan penuh kuasa.

  • A: Akui di hadapan Tuhan bahwa anak-anak saudara adalah pertama milik-Nya, kemudian milik saudara. Akui bahwa kasih-Nya bagi mereka bahkan lebih besar daripada kasih saudara bagi mereka. Akui bahwa Dia dapat mempengaruhi mereka lebih dari saudara. Akui ketergantungan saudara sendiri kepada-Nya untuk memenuhi panggilan yang Dia berikan kepada saudara sebagai orang tua (Yohanes 15: 5).
  • B: Jadilah contoh integritas kristiani untuk anak-anak saudara Jangan biarkan mereka menjadi alasan bagi saudara, sehingga saudara tidak melakukan apa yang seharusnya. Bersedialah untuk berdoa bersama mereka, dan bukan hanya untuk mereka. Jadilah orang yang dapat dipercaya sebagai model dari keserupaan dengan Kristus bagi mereka. Ingatlah apa yang dikatakan Paulus dalam 1 Korintus 11: 1: “Jadilah penurutku, sama seperti aku juga adalah penurut dari Kristus.” Panggilannya adalah ini: Jadilah seperti apa yang saudara inginkan dari mereka .
  • C: Konsistensi adalah kunci. Jangan menyerah untuk mereka. Biarkan konsistensi menggambarkan kehidupan doa saudara bagi mereka seperti kasih dan perhatian saudara terhadap mereka. Pertimbangkan untuk menggunakan buku panduan doa seperti While They Were Sleeping atau buku seperti How a Man Prays for his Family untuk mendorong agar dapat berdoa secara teratur. Jangan biarkan perilaku anak-anak menjauhkan saudara dari doa. Mereka akan merasakan kurangnya konsistensi saudara; mereka akan merasakan konsistensi saudara juga (Mazmur 1).

Benar-benar dapat sesederhana seperti itu – dan sekaligus menantang. Seperti rumitnya mengasuh anak, betapa menyedihkan mengetahui begitu banyak orang yang telah melupakan berkat sederhana dan melihat berkat dari orang tua yang  berdoa. Ketika kita belajar dan mengasah teknik pengasuhan yang efektif, kita harus mengingat panggilan mendasar untuk berdoa …. untuk berdoa tak berkeputusan (1 Tesalonika 5:17). Ada saatnya anak-anak kita mungkin tidak mengungkapkan kasih mereka kepada kita dengan cara yang sama. Sepertinya mereka sedang menarik diri. Jangan biarkan kecenderungan ini menciptakan jarak. ‘Kejar’ anak-anak saudara dengan semangat tinggi. Terus dan lebih lagi berdoa – menjadi perantara bagi anak-anak saudara.

Ini adalah jenis kasih dan doa yang penuh pengorbanan yang perlu dilihat, dirasakan, dan dialami oleh kita semua. Jika anak-anak kita berhasil dalam hidup, mari kita bersyukur kepada Tuhan atas pekerjaan-Nya yang luar biasa dalam hidup mereka.

Jika mereka ‘berpetualang’ di dunia ini, janganlah itu terjadi karena ayah dan ibu mereka gagal memohon kepada Tuhan atas nama mereka. Dan, jika atau ketika mereka kembali, marilah kita kembali mengucapkan syukur dan pujian kepada Allah sendiri, yang adalah Bapa kita yang luar biasa.

(Oleh: Rob Flood, diterjemahkan oleh RS), diambil dari :

https://www.cru.org/us/en/communities/families/children-need-praying-parents.html

Jika saudara diberkati dengan Artikel di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave A Reply

Your email address will not be published.

BERLANGGANAN
GRATIS
Masukkan email kamu untuk mendapatkan pemberitahuan ketika ada berita atau renungan terbaru!
BERLANGGANAN
close-link