Multiplikasi
Multiplikasi.Com

Things You Need to Know About Life After College

0

By. Rachel Ferchak

Mendengar nama saudara dipanggil dari podium, saatnya saudara harus berjalan di stage.

Di tengah kegembiraan keluarga dan teman-teman, dekan memindahkan rumbai  topi ke arah yang berlawanan. Itu merupakan momen istimewa dalam hidup saudara.

Saudara menghabiskan masa remaja dan menantikan saat-saat di mana saudara lulus kuliah. Sekarang saudara mengalaminya –  selesai kuliah.

Kegembiraan dan rasa takut menjadi satu, takut akan masa transisi yang ada di depan.

Apa yang saudara perlu ketahui tentang kehidupan setelah selesai kuliah ?

  1. Saudara diijinkan untuk merasa sedih.

 Saudara mungkin akan mendengar orang berkata,”Waktunya untuk maju. Tidak ada gunanya melihat ke belakang.

Setelah lulus, saya begitu sibuk dengan semua hal berikut yang harus dilakukan, sehingga saya menghindar untuk merenungkan apa yang pernah terjadi di kampus. Beberapa bulan kemudian, saya menangis tanpa tahu apa sebabnya. Saya menyadari bahwa semua emosi itu disebabkan karena tidak membiarkan diri saya bersedih atau merasakan dampak karena masa itu telah berakhir.

Inilah akhir dari masa penting dalam hidup saudara. Saudara telah menyelesaikan tahun-tahun kerja keras – belajar mengelola waktu, tugas-tugas kuliah dan waktu bersosialisai. Saudara berhasil tinggal jauh dari orang tua, makan mie instan dan makan dengan sangat irit, bertemu kawan-kawan baru. Menemukan passion dan talenta saudara. Saudara bertumbuh dalam iman. Saudara bertumbuh.

Saudara boleh sedih pada akhir masa ini. Kenyataannya, penting untuk merenungkan kembali pengalaman saat di kampus dan bagaimana hal itu membentuk saudara.

  1. Memulai sesuatu yang baru, membutuhkan lebih banyak waktu dari yang saudara harapkan. 

Ketika saudara tiba di kampus sebagai mahasiswa baru, ada kamar di asrama atau tempat kost, jadwal kuliah, ada kakak kelas dan orang tua menolong saudara saat masuk. Ada makanan ketika di asrama. Ketua asrama membuat perencanaan bagaimana saudara dapat bertemu dengan teman-teman dari kamar yang lain, klub-klub di kampus bersaing menarik perhatian saudara. Saudara memiliki banyak tanggung jawab dan kebebasan lebih dari sebelumnya, tetapi saudara diharapkan melakukan yang terbaik,

Setelah selesai kuliah, semua tanggung jawab ada di pundak saudara.

“Ketika saya pindah ke Orlando, rasa terkejut karena segala sesuatu saya lakukan sendiri. Membuat saya seperti menabrak tembok. Duduk di ruangan yang asing, di kota yang asing,” dengan air mata saya meratapi hidup saya yang baru kepada kawan lama saya. Mencari di mana tempat untuk berbelanja, kantor pos, menjalani perjalanan dari rumah ke kampus, semua itu membutuhkan energi. Saya berada ribuan mil dari teman terdekat saya dan ketika terbangun ingin cepat merasa ‘settle’ di tempat tersebut.

“Rach, beradaptasi di tempat yang baru membutuhkan waktu 1 tahun.” kata seorang teman dengan empati.

“Satu tahun?” Respon saya, tak percaya.

“Jalani saja hari demi hari,” katanya. Itu adalah frasa yang sebenarnya tidak saya sukai. Tetapi ia benar.

Kita megharapkankan hasil yang instan. Kita berpikir bahwa kita dapat segera beradaptasi, mencoba sekali dan sudah mengerti. Kita berharap dapat bersahabat segera kita bertemu dengan seseorang. Tetapi hidup tidak berlaku seperti itu.

Setelah 15 bulan berada di Orlando, saya baru saja merasa settle. Dan ketika saya menyadari hal itu, saya ingat, bahwa saya berhasil melaluinya.  Kasih karunia Allah cukup untuk setiap hari. Berikan saudara waktu.

  1. Pertemanan saudara akan berubah

 Di kampus, saudara tinggal bersama 20.000 orang yang menghadapi fase kehidupan yang sama. Dengan banyaknya organisasi dan organisasi mahasiswa, saudara perlu menemukan tempat di mana saudara dapat cocok berada di situ. Selama 4 tahun, saudara tinggal, makan belajar dan bertumbuh bersama sahabat.

Tetapi tahun pertama dan kedua setelah selesai kuliah kemungkinan merupakan saat-saat yang sepi. Apakah saudara kembali tinggal bersama orang tua supaya tidak menghabiskan biaya untuk kost lagi, tinggal di kota yang sama dan mencari pekerjaan, tinggal di luar negeri, atau berlibur di keluarga – pertemanan tidak akan sama lagi.

Bahkan jika saudara pindah di kota yang sama seperti beberapa teman kuliah, hubungan tersebut mau tak mau berubah. Itu tidak berarti mereka bukan teman saudara lagi.

Saya menangis karena teman-teman kuliah saya tidak tahu semua rincian kehidupan saya yang baru dan mereka tidak ada di samping saya ketika saya mengalami transisi. Kami mencari cara supaya dapat bertemu, tetapi perlu niat yang kuat dan komunikasi yang intens.

Tetapi jangan terlalu terpaku dengan teman lama sehingga saudara kehilangan kesempatan bertemu kawan baru. Allah tidak menciptakan kita untuk hidup seorang diri, jadi percaya bahwa Ia akan membawa pada hubungan pertemanan yang berarti di mana pun saudara berada sekarang ini.

Bersiaplah untuk pertemanan baru agar makin mendalam. Saudara akan mendapati bahwa saat ini orang sulit untuk menanyakan hal-hal yang dalam dalam budaya kita. Ini bisa jadi melelahkan, tetapi berikanlah waktu.

Salah satu teman memberikan saran yang baik,”Jangan duduk di rumah sendiri nonton video.” Ajak teman lain nonton bersama. Bersosialisasilah dan jangan bersembunyi di sosial media berharap saudara sedang ada bersama teman-teman kampus saudara. Hal itu akan memperpanjang proses pertemanan. Bukalah diri saudara dan saudara akan settle. Ajak seorang teman kerja ngopi bersama. Perkenalkan diri saudara dengan teman di gereja. Ikutilah Penelaahan alkitab. Ikuti senam, dsb.

  1. Persekutuan saudara dengan Yesus sangatlah penting dalam masa Transisi.

 Di kampus, mungkin saudara dapat menemukan pelayanan kristiani yang dapat menolong saudara bertumbuh dalam iman. Saya terlibat dengan Cru sejak mahasiswa, dan merasa iman saya bertumbuh dengan cepat. Allah menunjukkan saya jika ada dosa yang harus saya akui, dan saya melihat Roh Kudus mengubah hidup saya. Kasih saya kepada Yesus bertumbuh.

Setelah kuliah, saya merasa saya tidak bertumbuh seperti ketika saya kuliah. Saya merasa ada ‘jeda secara rohani’, di mana Allah terlihat diam. Saya tidak selalu dikelilingi komunitas orang-orang yang membuat saya berbalik kepada Tuhan. Tetapi Allah selalu  berjalan maju. Hanya terlihat berbeda. Ia tetap  bekerja dalam segala sesuatu untuk kebaikan saudara, pertumbuhan saudara bagi kemuliaan-Nya.

Tanggung jawab saudara adalah fokus pada untuk tetap terhubung dengan Yesus pada saat-saat kebingungan masa transisi. Ingat, kebiasaan yang anda pelajari di kampus – melakukan Saat Teduh, berbicara kepada orang lain tentang apa yang Tuhan ajarkan pada saudara, pergi ke gereja secara teratur, berinvestasi dalam pertumbuhan rohani seseorang. Hal-hal tersebut akan memolong saudara tetap kuat pada masa kehidupan berikutnya.                  Untuk tetap maju melalui masa transisi:

  • Berdoa agar Allah menuntun saudara pada gereja dan komunitas yang tepat.
  • Menemukan gereja yang berpusat pada alkitab, sehingga dapat menolong saudara mengembangkan fondasi yang berdasarkan Firman Tuhan. Proses yang dilalui dapat saja melelahkan dan sepi, khususnya di awal. Jangan kaget jika diperlukan beberpa waktu untuk merasa connect.
  • Temukan gereja yang tidak hanya memberikan saudara ajaran Firman Tuhan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi saudara untuk melayani dan terlibat dalam pelayanan dan kelompok kecil.

Salah satu ayat Firman Tuhan yang menolong saya saat saya berjalan dalam masa Transisi adalah  Ratapan 3:22-24

“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! “TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.”

Saat saudara memasuki fase kehidupan saudara yang baru, ingat bahwa Allah tidak akan meninggalkan saudara sendiri. Ia berjalan setiap langkah bersama saudara. Saudara memiliki harapan dan masa depan bersama-Nya.

Walaupun banyak hal telah berubah, Allah tidak berubah.

Ia adalah batu karang yang kokoh di mana kita dapat bergantung ketika segala sesuatu tidak pasti.

Masa ini memiliki tantangannya sendiri, tetapi Allah akan memberikan saudara karunia untuk menjalani hari demi hari. Jika saudara baru saja lulus kuliah, sampaikan kepada kami apa yang membuat saudara gelisah, gembira atau takut tentang masa yang baru ini.

Jika saudara telah lulus beberpa waktu lamanya, apa yang saudara pelajari, yang dapat saudara bagikan kepada mereka yang baru lulus?

(Translated by Reva – Februari 2018)

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave A Reply

BERLANGGANAN
GRATIS
Masukkan email kamu untuk mendapatkan pemberitahuan ketika ada berita atau renungan terbaru!
BERLANGGANAN
close-link