KeluargaKomunitas

7 HAL MENDASAR DALAM KEHIDUPAN KRISTEN

234views

7 HAL MENDASAR DALAM KEHIDUPAN KRISTEN

APA HAL- HAL YANG TIDAK BISA DI NEGOSIASIKAN DALAM HIDUP ANDA?

Oleh: Dennis Rainey

Jika Anda pernah membeli sebuah mobil, anda tentu melihat manual pemilik. Itu adalah sebuah buku yang memberitahu anda tentang hal- hal yang tidak bisa dinegosiasikan dalam perawatan mobil. Buku itu berisi hal- hal seperti mengganti oli, mengisi tangki dengan bensin, mengoles oli persneling, dan memastikan lapisan ban dalam keadaan baik. Kita menghabiskan banyak waktu untuk memastikan bahwa hal- hal yang tidak bisa dinegosiasikan tersebut dilaksanakan sehingga ketika naik mobil itu, mobil itu berjalan lancar.

Prinsip yang sama juga berlaku dalam kehidupan orang percaya. Kita harus menyediakan waktu dalam hal- hal yang tidak bisa dinegosiasikan sehingga kehidupan kita dapat memuliakan Tuhan. Tetapi apa saja hal- hal yang tidak bisa dinegosiasikan tersebut? Hal- hal itu harus di definisikan supaya kita bisa menjaga dan melaksanakannya. Dalam mencari Tuhan, saya telah menemukan apa yang saya yakini sebagai 7 hal yang tidak bisa dinegosiasikan dalam kehidupan. Setiap prinsip berpusat pada Tuhan, membawa kemuliaan hanya pada Dia dan pelaksanaan setiap prinsip adalah hal mendasar bagi kesehatan kehidupan Kristen.

  1. Mencari Tuhan, bukan dosa. Amos 5:4

Tuhan adalah pemberi hidup. Kita tidak akan menemukan kehidupan di luar Dia. Tetapi sebagai ciptaan yang berdosa, hati kita mudah mengembara dari Pencipta kita. Jiwa kita diciptakan untuk mencari Tuhan, mengenal Tuhan, dan berjalan bersama Tuhan- bukan yang lain. Hanya ketika kita mencari Tuhan, kita bisa hidup. Dalam kitab Amos, Tuhan mencoba dan mencoba lagi menarik perhatian umat-Nya. Dia mengijinkan mereka untuk mengalami kelaparan, kekeringan dan wabah, namun, seperti yang Tuhan katakan dalam Amos 4:11, “kamu tidak berbalik kepada-Ku.” Tetapi Amos 5:4 mengingatkan kita dimana kehidupan dapat ditemukan. Tuhan berkata,”Carilah Aku, maka kamu akan hidup!” Kata- kata ini seharusnya kita perhatikan. Kita hanya akan menemukan kehidupan dalam mencari Dia.

  1. Takut akan Tuhan, bukan manusia. Amsal 19:23

    Tuhan kita itu kudus dan adalah Allah yang Mahakuasa. Ketika saya memikirkan kuasa yang Dia miliki, saya tidak takut  dan takjub dalam penghormatan kepada-Nya. Apakah anda lebih peduli akan apa yang orang lain pikirkan tentang anda daripada Tuhan? Kalau begitu, belajarlah takut akan Tuhan, dan anda akan disibukkan dengan berjalan dalam hadirat-Nya, tidak disibukan dengan pemikiran akan apa yang orang lain pikirkan tentang anda. Anda akan mulai menjalani kehidupan anda dalam terang kekekalan, dan pandangan sementara dari manusia tidak akan berarti lagi.
Takut akan Tuhan juga menjaga kita dari kejahatan dan dosa. A.W Tozer menulis, “Adalah tidak mungkin untuk menjaga tindakan moral dan sikap hati yang benar sementara pemikiran kita tentang Tuhan itu salah atau tidak lengkap. “Ketika kita kehilangan rasa takut akan Tuhan dan tidak menghormati Dia dan perintah- perintah-Nya, kita akan menjalani kehidupan tanpa pertanggungjawaban terhadap Tuhan dan terhadap satu sama lain, yang adalah penyebab sejumlah dosa.

  1. Mengasihi Tuhan, bukan dunia. I Yohanes 2:15-17

   Apa obyek kasih anda? Kekuasaan? Pengakuan? Hobby? Belum lama ini, saya mengunjungi sebuah rumah yang menakjubkan, dan sementara saya berjalan mengitarinya, sejenak saya berpikir, “Sebenarnya saya bisa memiliki rumah seperti ini.” Tetapi saya di sadarkan bahwa sebuah rumah bukanlah segala-galanya dalam hidup. Dunia berusaha menggoda kita untuk terlibat skandal cinta dengannya, tetapi kita harus mengasihi Tuhan dan disibukkan hanya dengan hal-hal yang menyenangkan-Nya.
Ketika saya pertama kali jatuh cinta kepada Barbara, tidak diragukan bahwa saya mencintainya; saya disibukkan untuk menyenangkannya. Kita juga harus mengasihi umat-Nya dan peduli terhadap tujuan kekal mereka. Kita harus melihat mereka dengan belas kasihan, seperti Yesus dan tergerak dengan tindakan untuk melakukan sesuatu bagi mereka. Mereka yang mengasihi Tuhan akan melakukan apa yang Dia inginkan dan peduli terhadap misi dan kehendak-Nya, dan mereka akan memenuhi panggilan-Nya.

  1. Percaya kepada Tuhan, bukan si pendusta. Yohanes 8:44

   Pada tahun 1938, seorang laki- laki Long Island memesan sebuah barometer cuaca yang sangat mahal. Dia membukanya dan menyadari bahwa panah yang semestinya menunjukkan cuaca dia alami terdesak di bawah, menunjuk pada “Hurricane/ topan”. Jadi dia membantingnya beberapa kali, dan ketika tidak ada respon, dia menulis sebuah surat pedas kepada pabrik barometer itu dan mengirimnya lewat pos dalam perjalanan berangkat bekerja. Ketika dia kembali ke rumah, dia mendapati bahwa sebuah topan badai telah menghantam, dan segalanya lenyap.
Sebagai orang percaya, kadangkala kita tidak mau mempercayai kebenaran. Ketika kehidupan dan Alkitab berbentrokan, mana yang akan anda percayai dan yakini? Si pendusta mau agar kita mempercayai dusta. Akankah anda mempercayai Tuhan? Alkitab mengatakan pada kita bahwa tanpa iman tidak mungkin orang berkenan pada Allah, tetapi natur kita bergerak ke ketidakpercayaan. Jangan pernah lupa bahwa musuh anda adalah bapa pendusta. Dia ingin menghancurkan anda, jadi dia bekerja untuk membuat kita meragukan janji- janji Allah dan mendakwa saudara- saudara seiman.

  1. Taat kepada Tuhan, bukan nafsu kita. I Korintus 9: 24-27

   Nafsu kita adalah hasrat yang kita miliki nafsu dalam kedagingan kita, bertentangan dengan roh, haus dan berjuang untuk dipuaskan. Jika anda menyerah pada bahkan keinginan yang terkecil dari hasrat- hasrat itu,  musuh dapat menggunakannya untuk meluncurkan sebuah serangan dalam hidup anda. Pada saat yang sama, sebuah tindakan kecil dalam ketaatan pada Tuhan dapat digunakan untuk meluncurkan sebuah pelayanan penuh kuasa yang mengubah hidup. Hasrat- hasrat kita harus tundukkan dibawa salib.
Ketaatan pada Tuhan menuntut 2 hal utama. Ia menuntut keberanian untuk berkata TIDAK pada diri sendiri TIDAK pada nafsu, TIDAK pada hasrat daging, TIDAK terhadap hal- hal yang mudah, dan YA untuk memikul salib. Ia juga menuntut kesetiaan- ketekunan terus- menerus terhadap Tuhan, terhadap panggilan-Nya, dan terhadap hal di mana Dia panggil anda untuk menderita. Hanya dengan menyerah pada salib anda dapat menaati Tuhan, bukan nafsu anda.

  1. Melayani Tuhan, bukan diri. Yesaya 6:8

  Konsep menjadi seorang hamba yang terikat dalam Alkitab berarti bahwa kita adalah budaknya, dan Dia adalah sang tuan. Itu berarti bahwa kita harus menyerah sepenuhnya, tanpa syarat. Banyak orang akan melihat jenis pelayanan ini rendah, dan sederhana, tetapi itu seharusnya dilihat sebagai sebuah kehormatan untuk melayani Tuhan yang penuh kasih. Di tahun 1972, dalam tahun pertama pernikahan kami, Barbara dan saya memutuskan bahwa sebelum kami memberikan sesuatu sama lain, kami akan menyerahkan kehidupan kami secara tertulis pada Yesus Kristus, memberikan kepada-Nya segala hal yang pernah kami impikan untuk kami miliki. Kami menyerahkan semua pada-Nya dan memberikan kepada Dia kontrak dan hak atas kehidupan kami. Menengok kembali pada hari itu, saya sekarang melihat bahwa kami tidak memberikan apa- apa kepada-Nya, tetapi saya takjub melihat bahwa Dia telah memberikan segalanya sebagai gantinya.

  1. Menyembah Tuhan, bukan kenyamanan. Habakuk 3:17-18

    Saya tidak mengenal seseorang yang menikmati penderitaan, tetapi saya mengenal banyak yang memperoleh manfaat dari pertumbuhan yang terjadi sebagai akibat penderitaan. Apakah anda merayakan Tuhan dan menyembah Dia di tengah penderitaan ataukan anda mencari kenyamanan dengan berusaha melarikan diri darinya? Ketika penderitaan datang, anda harus bergerak melewati penderitaan menuju Tuhan yang mengijinkan itu terjadi sampai anda menghasilkan buah. Saat anda melarikan diri, anda melewatkan penghiburan yang Tuhan berikan di tengah penderitaan.
Barbara dan saya telah mengucap syukur atas gaji yang kecil, atas kesalahpahaman yang dalam dan harapan- harapan yang tidak terpenuhi, atas anak laki- laki remaja yang mengalami penyakit otot menyusut, atas kehilangan persahabatan karena panggilan Tuhan – Daftarnya bertambah dan bertambah. Penderitaan mendorong kita memandang pada Juruselamat dan mengingatkan kita bahwa kita bukan pemegang kendali. Penderitaan menghasilkan pertumbuhan dan buah yang lebih besar bagi Tuhan. Kita menyembah Tuhan melalui musik, doa, Firman Tuhan, dan baptisan. Tetapi kita juga seharusnya menyembah Tuhan di tengah penderitaan dan rasa sakit.

   Ketujuh hal yang tidak bisa dinegosiasikan tersebut adalah hal mendasar bagi kehidupan Kristen yang kuat, dan jika ada yang diabaikan, kitalah yang harus membayarnya, bukan Tuhan. Sekarang setelah anda tahu apa data hal- hal yang tidak dapat dinegosiasikan itu, mengapa anda tidak duduk di tempat sunyi dan merenungkan bidang- bidang yang anda jaga dengan baik dalam kehidupan rohani anda dan kemudian mintalah Tuhan menunjukkan pada anda dan kemudian mintalah Tuhan menunjukan pada anda bidang-bidang di mana anda memerlukan pertolongan. Dan kemudian pilihlah seorang sahabat dekat atau partner tanggung- gugat dan berbagilah dengannya bidang- bidang di mana anda membutuhkan pertolongan dan dukungan doa. Segera anda akan mulai mengalami kehidupan yang lebih sehat secara mental, emosional dan rohani.

Diterjemahkan oleh Ratnaningsih. (Ditulis kembali dari Majalah Multiplikasi Edisi Mei 2013 )

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave a Response