Multiplikasi
Multiplikasi.Com

APAKAH TUHAN MENJAWAB DOA-DOA KITA?

0

Doa. Bagaimana kerja Doa? Temukan jawaban Tuhan….

Oleh: Marilyn Adamson

 

Apakah saudara pernah bertemu dengan seseorang yang benar-benar mempercayai Tuhan?  Saat saya masih menjadi seorang atheis, saya punya teman baik yang sering sekali berdoa.  Setiap minggu ia bercerita pada saya tentang satu hal yang telah ia percayakan pada Tuhan.  Dan setiap minggu juga saya melihat Tuhan melakukan hal yang luar biasa dalam menjawab doanya.  Tahukah saudara bagaimana sulitnya bagi seorang atheis seperti saya melihat hal seperti ini minggu demi minggu.  Setelah beberapa saat, tampaknya kata “kebetulan” adalah argumen yang lemah.

Jadi, mengapa  Tuhan menjawab doa-doa dari teman saya ?  Penyebab terbesarnya ialah karna ia,  memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan.  Ia mau mengikut Tuhan, dan ia benar-benar mau mendengar firmanNya.  Ia berpikir bahwa Tuhan memiliki hak untuk mengarahkan hidupnya, dan ia sendiri membuka diri terhadap arahan Tuhan!  Berdoa merupakan hal yang wajar baginya, sebagai bagian dari hubungan pribadinya dengan Tuhan.  Ia merasa nyaman untuk kapan saja datang pada Tuhan dengan membawa permohonan tentang kebutuhannya, apa yang sedang menjadi keprihatinannya, dan juga permasalahan hidupnya.  Lagipula, ia diyakinkan oleh firman Tuhan bahwa Tuhan mau dirinya bersandar pada Tuhan seperti itu.

Ia benar-benar mempertontonkan firman Tuhan yang mengatakan, “Inilah keyakinan yang kita miliki saat menghampiri Tuhan: yaitu apabila kita meminta segala sesuatu yang sesuai dengan kehendakNya, Ia akan mendengarnya.”1 “Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar dan telingaNya pada doa-doa mereka….. “2

Jadi, mengapa Tuhan tidak menjawab doa semua orang?

Bisa jadi hal itu karna orang-orang itu tidak memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan.  Mungkin saja mereka tahu bahwa Tuhan itu ada, dan mereka bahkan memuji Tuhan setiap saat.  Akan tetapi mereka, yang doa-doanya tidak dijawab, kemungkinan tidak memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan.  Selain itu, mereka tidak pernah menerima pengampunan yang tuntas atas segala dosa-dosanya.  Pertanyaannya, apa hubungan dari semua ini?  Inilah penjelasannya, “Sesungguhnya, tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.”3

Merupakan hal yang sangat alami bila seseorang merasa terpisah dari Tuhan.  Apa yang biasanya orang lakukan saat ia ingin meminta sesuatu dari Tuhan?  Biasanya mereka akan memulai dengan kata-kata, “Tuhan, saya sungguh-sungguh memerlukan pertolonganMu untuk masalah ini……”  Kemudian ia akan terdiam beberapa saat, lalu dilanjutkan lagi… “saya menyadari bahwa saya bukanlah orang yang sempurna, saya sebetulnya tidak berhak untuk meminta hal ini…”  Ada kesadaran akan dosa-dosa dan kegagalan pribadinya.  Orang itu menyadari bahwa sebetulnya bukan hanya dirinya  saja yang tahu akan dosa-dosanya, tapi Tuhan juga tahu.  Ada perasaan yang mengatakan, “siapa yang saya bohongi?”  Yang tidak mereka ketahui adalah, mereka dapat menerima pengampunan dari Tuhan untuk segala dosa-dosanya.  Mereka mungkin juga tidak tahu bahwa mereka dapat datang pada Tuhan untuk memiliki hubungan pribadi denganNya dan dengan itu Tuhan akan dapat mendengar mereka.  Inilah dasar supaya Tuhan mau menjawab doamu.

Bagaimana kerja Doa?

Pertama-tama, kamu harus memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan.  Mengapa? Gambarannya seperti ini.  Seorang pria bernama Mike bermaksud untuk meminta surat referensi dari Rektor Universitas Princeton guna pengajuan pinjaman untuk membeli mobil.  Pengajuan ini tidak mungkin akan terwujud.  Akan tetapi, apabila anak gadis dari Rektor tersebut meminta ayahnya untuk menandatangani referensi pengajuan pinjaman, pasti tidak akan ada masalah.  Hubungan sangatlah berarti.

Begitu pula halnya dengan Tuhan, bila seseorang benar-benar anak Tuhan, ia adalah milik Tuhan, Tuhan mengenalnya, maka  Tuhan pasti menjawab doanya.  Yesus berkata, “Aku adalah gembala yang baik.  Aku mengenal domba-dombaKu, dan domba-dombaKu mengenal Aku… domba-dombaKu mendengarkan suaraKu.  Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku.  Aku memberikan hidup yang kekal dan mereka tidak akan binasa; tidak seorangpun dapat merampas mereka dari tanganKu.”4

Jadi mengenai hubungan dengan Tuhan yang perlu ditanyakan, apakah saudara benar-benar mengenal Tuhan, dan apakah Dia mengenalmu?  Apakah saudara memiliki hubungan pribadi denganNya yang dapat menjamin bahwa Tuhan akan menjawab doa-doamu?  Ataukah sebaliknya Tuhan terasa begitu jauh darimu, Ia hanyalah bagaikan sebuah gambaran abstrak dalam hidupmu?  Apabila Tuhan terasa jauh, atau saudara merasa tidak pasti bahwa kamu mengenal Tuhan, ini adalah cara bagaimana kita dapat mulai untuk dapat memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan sekarang juga.

Apakah Tuhan pasti akan menjawab doamu?

Bagi mereka yang telah mengenal Tuhan dan hidup bersandar padaNya, Yesus tampak sangat bermurah hati dalam penawaranNya: “apabila kamu tetap tinggal didalamKu dan firmanKu tinggal didalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.”5  Kalimat ‘tetap tinggal didalamKu dan firmanKu didalam kamu’ artinya mereka menjalani hidup dengan kesadaran penuh akan kehadiran Tuhan, bersandar kepadaNya, juga mendengarkan firmanNya.  Baru setelah itu mereka dapat meminta apapun yang mereka mau.  Hal lain yang memenuhi syarat agar dapat meminta kepadaNya: “Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendak Nya.  Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepadaNya.”6  Tuhan menjawab doa-doa kita seturut dengan kehendak Nya (dan sesuai dengan hikmat-Nya, cinta-Nya, kekudusan-Nya, dan lain sebagainya). 

Adakalanya kita membuat kesalahan dengan beranggapan bahwa kita tahu kehendak Allah, karena kita menggunakan akal pikiran kita sendiri!  Kita menganggap bahwa hanya ada satu jawaban untuk doa khusus kita, dan pasti itulah yang menjadi kehendak Nya.  Inilah saat yang sulit.  Kita hidup dalam keterbatasan waktu dan pengetahuan.  Kita memiliki pengetahuan yang terbatas tentang masa depan kita, bagaimana keadaan kita dan apa tindakan yang harus diambil dalam keadaan itu?  Tetapi pemahaman Tuhan itu tidak terbatas.  Bagaimana kesudahan hidup maupun sejarah hanya Dialah yang tahu.  Dan Tuhan mempunyai maksud jauh melebihi apa yang dapat kita bayangkan.  Jadi, Tuhan tidak akan bertindak sederhana hanya karna kita telah ‘menentukan’ apa yang menjadi kehendakNya.

Apakah maksud Tuhan ?  Apa yang ingin Tuhan sampaikan ?

Berhalaman-halaman buku yang dibutuhkan untuk menuliskan harapan-harapan Tuhan bagi kita.  Keseluruhan isi Alkitab menggambarkan hubungan seperti apa yang Tuhan mau untuk kita miliki bersamaNya, dan juga kehidupan seperti apa yang ingin Tuhan berikan pada kita.  Ada beberapa contoh di bawah ini.

“… Tuhan menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasihNya kepada kamu; sebab itu ia bangkit hendak menyayangi kamu.  Sebab Tuhan adalah adil;  berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia.”7  Apakah kamu bisa menangkap maksudnya?  Seperti seseorang yang bangkit terburu-buru dari kursinya untuk datang menolongmu, “Tuhan bangkit hendak menyayangi kamu.”  “Adapun Allah, jalan-Nya sempurna…. Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.”8  “Tuhan suka kepada mereka yang hidup takut akan Tuhan, yang menaruh harapnya pada kasih Tuhan yang tidak pernah gagal.”9

Akan tetapi, kasih dan komitmen terbesar yang diperlihatkan Allah kepadamu adalah ini: “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seseorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”10  Itulah yang telah Tuhan lakukan bagi kita.  “Bila Tuhan di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?  Ia, yang tidak menyayangkan sendiri, tetapi yang menyerahkanNya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?’11

Pastinya setiap orang pernah sakit, atau bahkan ada yang mati:  masalah ekonomi adalah hal yang lumrah, juga kondisi-kondisi yang sangat sulit lainnya bisa saja terjadi.  Lalu bagaimana?

Tuhan berkata bahwa kita hanya perlu memandang kepadaNya.  Bahkan saat situasi tidak berubah, “serahkanlah segala kuatirmu kepadaNya, karna Ia peduli padamu.”12  Keadaan bisa saja tampak tak terkendali, akan tetapi sebetulnya tidak seperti itu.  Meskipun dunia tampaknya hancur lebur, namun Tuhan sanggup membuat kita untuk tetap bertahan.  Hal ini membuat kita sangat bersyukur karna memiliki Tuhan.  “Tuhan sudah dekat.  Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.  Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”13  Tuhan sanggup memberikan jalan keluar, sebuah  jalan keluar yang mungkin tidak akan pernah terpikirkan olehmu bahwa hal itu mungkin terjadi.  Mungkin orang-orang percaya dapat membuat daftar berbagai kejadian seperti itu yang pernah mereka alami.  Akan tetapi bisa saja kondisi tidak membaik, namun Tuhan akan tetap memberikan damai sejahtera Nya pada kita.  Yesus berkata, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu.  Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.  Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”14

Dalam situasi sulit seperti ini, dimana tidak terjadi perubahan keadaan, Tuhan minta agar kita terus mempercayaiNya – untuk “berjalan dengan iman, dan bukan penglihatan” itulah yang dikatakan firman Tuhan.  Tapi tentunya bukanlah iman yang membabi buta.  Yang dimaksud disini adalah iman yang berdasarkan karakter Tuhan.  Sebuah mobil yang berjalan di atas jembatan Golden Gate ditopang sepenuhnya oleh integritas dari jembatan itu.  Apapun yang dirasakan atau dipikirkan oleh sang pengemudi, atau apakah ia sedang berdiskusi dengan penumpangnya, tidaklah memberi pengaruh apa-apa.  Hal yang dapat menjamin keselamatan pengemudi sampai ke ujung jembatan adalah integritas jembatan itu, dan hal inilah yang ingin diyakini oleh sang pengemudi. 

Begitu juga dengan Tuhan, Dia ingin agar kita yakin akan integritasNya, karakterNya, belas kasihanNya, cintaNya, hikmatNya, dan kebenaranNya bagi kita.  Tuhan berkata, “Aku mengasihimu dengan kasih yang tak berkesudahan, oleh karena itu Aku melanjutkan kesetiaanKu kepadamu.”15  “Percayalah kepadaNya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu dihadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.”16

RINGKASAN

Tuhan menawarkan untuk menjawab doa-doa anak-anakNya.  Yang dimaksud dengan anak-anakNya adalah mereka yang telah menerima Tuhan didalam hidupnya dan meminta untuk menjadi pengikutNya.  Tuhan minta kita untuk mencari perhatianNya dengan berdoa dan Tuhan sendiri akan menanggapi doa kita sesuai dengan kehendakNya.  Saat kita berada dalam masa-masa sulit, kita hanya perlu mengalihkan perhatian kita kepada Tuhan untuk memperoleh damai sejahtera dari padaNya agar kita mampu menghadapi masa-masa sulit itu.  Dasar dari iman dan pengharapan kita adalah karakter Tuhan sendiri.  Semakin baik kita mengenal Tuhan, maka kita akan semakin condong untuk lebih mempercayaiNya.

Jika saudara diberkati dengan Artikel di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave A Reply

Your email address will not be published.

BERLANGGANAN
GRATIS
Masukkan email kamu untuk mendapatkan pemberitahuan ketika ada berita atau renungan terbaru!
BERLANGGANAN
close-link