Multiplikasi
Multiplikasi.Com

KOMUNITAS ORANG PERCAYA

0

KOMUNITAS

“Sebuah tempat untuk berubah dan bertumbuh”

BY : TIM KELLER

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri,  supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib” (1 Petrus 2:9)

“Bangsa yang kudus” artinya dipisahkan, unik, berbeda. Jadi ide tentang bangsa yang kudus, Tuhan katakan, “Aku ingin kalian menjadi umat-Ku, yang unik dan berbeda. Aku ingin kalian menjadi masyarakat baru. Agar kalian menunjukkan kepada dunia cara hidup orang yang ada di dalam kerajaan Allah.”

Kita harus menjadi komunitas yang hidup berdasarkan prinsip-prinsip kehidupan yang berbeda dengan dunia ini. Setiap aspek dalam hidup kita harus diubahkan oleh Firman Allah, oleh Injil dan dengan demikian kita disebut sebagai bangsa yang kudus.

Tetapi Petrus juga mengatakan bahwa kita adalah “Imamat Rajani”. Imam adalah mediator, mereka berbicara kepada Allah mewakili umat. Imam membawa kebutuhan umat kepada Tuhan. Imam juga adalah konselor. Mereka terlibat secara aktif di dalam kehidupan umatnya. Bukan membawa Allah kepada umat tetapi membawa umat kepada Allah. Dan dikatakan di sini, kita adalah kerajaan imam. Oleh karena itu kita sebagai orang percaya harus melayani dan terlibat dalam kehidupan orang di sekitar kita agar kita dapat membawa segala pergumulan mereka kepada Allah.

Jadi kita adalah bangsa yang kudus, unik dan beda dengan dunia di sekitar kita, tetapi pada saat yang bersamaan kita adalah imamat rajani yang terlibat secara mendalam dalam kehidupan dunia dan umat di sekitar kita. Oleh karena itu kita seperti Yesus beda dengan dunia tetapi hidupnya untuk dunia. Seharusnya seperti itulah kehidupan komunitas orang percaya.

Bahasa yang dipakai dalam Perjanjian Lama tentang imamat, bait Allah, persembahan korban ketika diambil dan diterapkan di Perjanjian Baru dalam kehidupan kita sungguh luar biasa. Jadi kita tidak hanya pergi ke rumah Tuhan setiap minggu dan melihat pendeta mempersembahkan persembahan kepada Allah, tetapi diri kita sendiri adalah bait Allah. Dan dikatakan kita semua adalah imam, setiap aspek hidup kita, baik pekerjaan, rekreasi, hidup sebagai warga negara atau keluarga, seluruh hidup kita sekarang adalah persembahan yang hidup. Dengan kata lain, kita tidak dapat hidup sehari-hari dengan nilai dan sikap hidup seperti orang dunia dan kemudian kembali hidup sebagai orang percaya sore hari atau akhir pekan. Tidak! Kita adalah komunitas yang harus terus menerus memancarkan kemuliaan Allah dalam setiap aspek kehidupan kita. Jadi jangan meremehkan ide tentang komunitas orang percaya. Mengapa?

Pertama, Saudara tidak akan dapat mengenal Allah jika tidak hidup dalam komunitas orang percaya.

Ketika kita membaca Alkitab tentang bagaimana Yesus memuridkan, la mengumpulkan mereka bersama-sama, mereka hidup bersama, makan bersama, membangun kedekatan spiritual sosial dan emosional. Oleh karena itu, hal mendasar dalam pemuridan ialah untuk mengenal Yesus melalui komunitas. Misalnya persekutuan atau persahabatan adalah tempat yang baik untuk mendiskusikan Firman Tuhan melalui dialog dan aplikasi kebenaran firman Allah.

Allah memanggil saudara untuk membangun hubungan dengan Dia, la juga selalu memanggil saudara untuk hidup dalam komunitas orang percaya. Itu berarti saudara tidak bisa hanya datang ke gereja, bahkan tiap minggu mendapat inspirasi, informasi, tetapi tidak masuk dalam komunitas. Saudara menjadi bagian komunitas baru. Hanya dengan muncul di gereja, tidak menjadikan Saudara bagian sebuah komunitas, melainkan hanya ada dalam kerumunan manusia. Apakah saudara bertemu secara regular dengan orang lain dan berbicara tentang bagaimana mengenal Allah dan menjadi murid Kristus? Apakah saudara belajar melalui hubungan itu? Kita tidak mungkin mengenal Allah tanpa komunitas.

Kedua, Saudara tidak dapat berubah mendalam tanpa komunitas. 

Karakter kita diubahkan melalui interaksi dengan mereka yang makan dan bermain dengan kita. Oleh karena itu komunitas sosial kita yang utamalah yang membentuk kita. Jonathan Edward mengatakan, sebelum kita menerima anugerah Allah, apapun yang kita lakukan untuk kepentingan diri sendiri. Kita memiliki pandangan dan harga diri, itu berarti kita bekerja bukan sekedar untuk pekerjaan itu, kita berhubungan dengan orang bukan untuk orang itu.

Mengapa? Karena kita ingin mendapatkan nilai diri dari mereka, maka semua hubungan saya ialah tentang saya. Ketika Injil, kasih Allah masuk dalam hati saya, maka itu akan mengubah saya dalam berhubungan dengan orang. Saya akan bergaul demi mereka, menerima mereka apa adanya bukan untuk memuaskan perasaan saya. Injil mengubah seluruh hubungan Saya. Injil membentuk orang untuk membentuk komunitas yang kuat dan hanya ketika kita ada dalam komunitas yang kuat, dapat mengubah orang dengan Injil. Jadi jika saudara ingin Injil membentuk saudara, saudara harus sedia berbagi hidup.

Saudara harus makan, bermain bersama, saling mengaku dosa dan saling menjagai. Saudara harus bertukar pikiran dam mengambil keputusan bersama. Saudara harus belajar bersama sampai hubungan di antara saudara mencapai level yang kuat, saling mendukung, menantang dan berkomitmen maka akan ada transformasi hidup. Dalam satu perikop di Alkitab, ada petunjuk bagaimana kita dapat membangun komunitas seperti itu. Kita harus saling menghormati, saling bersikap ramah (Roma 5:10), saling melayani (Galatia 5:13), ramah terhadap satu dengan yang lain (1 Petrus 4:9), saling mendorong, saling sabar, saling mengajar, saling mengasihi, itulah seharusnya komunitas kita.

Injil akan mengubahkan seseorang hanya melalui komunitas yang kuat. Sangat mungkin saudara memiliki kedekatan rohani dan emosi tetapi hidup saudara tidak benar-benar berubah karena saudara menolak memberi diri, berbagi dan terbuka pada komunitas orang percaya dimana saudara ada.

Ketiga, Saudara tidak dapat memenangkan dunia tanpa komunitas 

Komunitas orang percaya adalah hasil dari pemberitaan Injil, dan memang demikian, tetapi kita jangan hanya berpikir bahwa komunitas adalah hasil pemberitaan injil. Komunitas itu sendiri adalah bagian dari pekabaran Injil, bagian dari Kabar Baik.

Misalnya dalam komunitas kita menunjukkan bahwa kita hidup berdasarkan nilai-nilai yang berbeda dengan dunia, dalam mengelola keuangan, keluarga, seksualitas dll. Kita tidak melihat uang sebagai alat untuk mendapatkan sesuatu, tetapi cara melayani orang dan membawa kehidupan bagi orang. Kita tidak melihat seks sebagai pemuas diri, tetapi cara untuk membangun keintiman hubungan dalam pernikahan dan keluarga. Kita melihat kekuasaan bukan tujuan tetapi cara berbagi dan membawa keadilan.

Injil mengubah, uang, seks dan kekuasaan sebagai sesuatu yang membawa kehidupan.  Juga kuasa Injil telah mengubahkan kita menjadi orang yang rendah hati, memberi kita identitas baru. Dengan demikian komunitas baru ini mengkomunikasikan kekuatan Injil. Ketika dunia melihat komunitas yang baik akan tertarik menjadi bagian dan meyakinkan orang kebenaran dari pesan Yesus. Dalam Yohanes 17:23, Yesus mengatakan ini ketika berdoa untuk kita, “Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.” Luar biasa, di sini Yesus berkata, cara utama orang percaya bahwa Dia Sungguh datang dan bahwa kita telah mendapatkan kasih Allah melalui Dia, yaitu dengan menunjukkan kualitas kesatuan kita.

Kualitas dari komunitas kita adalah rahasia utama dalam misi. Kita tidak akan dapat memenangkan dunia tanpa komunitas. Tujuan keselamatan Yesus adalah membentuk komunitas orang percaya sebagai tanda bahwa Yesus adalah Tuhan bagi dunia.

Saudara tidak akan dapat menunjukkan siapa Yesus sesungguhnya kecuali melalui komunitas. Saudara tidak akan diubahkan tanpa komunitas. Saudara tidak dapat mengalami pengampunan Allah tanpa komunitas. Oleh karena itu komunitas sangat penting.  Kita tidak akan dapat mengenal Allan, berubah, bertumbuh dan memenangkan dunia tanpa komunitas.

( Ditulis kembali dari Majalah Multiplikasi Edisi MEI 2015 – By Karen )

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave A Reply

Your email address will not be published.

BERLANGGANAN
GRATIS
Masukkan email kamu untuk mendapatkan pemberitahuan ketika ada berita atau renungan terbaru!
BERLANGGANAN
close-link