Multiplikasi
Multiplikasi.Com

KASIH DALAM KELUARGA “BROKEN HOME”

0

Bagaimana Tumbuh Melampaui Penderitaan Dalam Keluarga Broken Home

Konflik yang tak terselesaikan antar anggota keluarga akan berdampak terhadap semua hubungan yang lain. Namun ada satu cara untuk mengatasi hambatan masa lalu saudara.

Orang tua saya, keduanya bertengkar dalam keadaan sama-sama mabuk.

Saya sedang tidur di sofa, atau setidaknya itulah yang mereka pikirkan.

Ayah mendorong ibu dengan kekuatan yang cukup untuk  bisa mematahkan tulang panggul ibu. Dan benar, ibu berakhir di rumah sakit. Saya ingat di waktu yang lain saat mereka membangunkan dua saudara laki-laki saya, saudara perempuan saya dan saya dari tempat tidur di tengah malam. Masih dalam keadaan mabuk, keduanya menyampaikan kepada kami, mereka mau bercerai.

Kami diminta memilih dengan siapa kami ingin tinggal.  Itu semua hanya dua di antara banyak pengalaman gila yang saya miliki bersama keluarga saya. Sebagian pertumpahan darah yang terjadi pada masa-masa itu tetap menjadi rahasia. Sebagai seorang anak kecil, keputusasaan dan kesedihan memenuhi hidup saya seperti kabut. Pikiran untuk bunuh diri terkadang menyelinap di dalam kabut itu.

Dan berbagai pengalaman dengan orang-orang terdekat saya mendefinisikan hidup saya dalam cara yang tidak yakin bisa saya atasi.

Bagaimana dengan saudara? Apakah saudara bergumul dengan kenangan akan hubungan dalam keluarga yang lebih terasa seperti bekas luka, bahkan mungkin luka -luka yang masih terbuka?

Hubungan Saudara dengan keluarga inti Membentuk Keseluruhan Hubungan Yang Lain

Saya adalah seorang penyintas. Sebagian bahkan melihat saya sebagai seorang yang sukses saat saya berhasil lulus dari sekolah dan universitas dengan terhormat, bagaimanapun kehidupan yang terjadi di dalam rumah saya. Akan tetapi dalam keberhasilan bertahan hidup itu ada beban masa kecil saya.

Saya telah menyimpan kemarahan yang mendalam serta kegetiran terhadap ayah saya. Kemarahan itu menjangkiti hubungan lainnya

Saya memang tidak mempunyai bukti ilmiah namun saya meyakini bahwa ketika saudara memiliki permasalahan yang penting dan tidak terselesaikan dalam keluarga saudara, hal itu akan mempengaruhi hubungan saudara yang lain.  Saya menyebutnya sebagai “teori hubungan keluarga inti”.

 Pengampunan Adalah Sesuatu Yang Mudah Dikatakan Namun Sulit Dilakukan

Saya tidak akan pernah melupakan sebuah perbincangan dengan teman sekamar saya di Universitas Colorado. Dia menanyakan banyak sekali pertanyaan, hingga topik pembicaraan tentang ayah saya muncul.

Teman saya berkata, “Mike, kamu perlu mengasihi ayahmu.”

Saya tahu bahwa saya tak pernah mengasihinya, bahkan tidak yakin bisa mengasihinya. Sebaik-baiknya paling yang saya rasakan adalah kemarahan yang bercampur dengan rasa kasihan. Saya tidak yakin ayah saya memahami bagaimana perilakunya mempengaruhi saya, namun saya tahu bagaimana tindakan saya berpengaruh terhadapnya. Jadi saya memutuskan memberinya kasih sebagai hadiah.

Beberapa bulan kemudian, saya menatap mata ayah saya dan mengatakan kepadanya, “Aku mengasihi ayah.”

Saya tidak yakin ayah saya memahami bagaimana perilakunya mempengaruhi saya, namun saya tahu bagaimana tindakan saya berpengaruh terhadapnya. Jadi saya memutuskan memberinya kasih sebagai hadiah.

Kemudian, pada Hari Ayah, saya menuliskan surat untuknya, mengatakan padanya hal-hal baik yang telah dia lakukan sebagai orang tua. Saya tidak pernah mendapat balasan darinya, namun ibu saya mengatakan, “Ayahmu menerima suratmu, Dia duduk di kursinya, membacanya dan menangis.”

Memperbaiki hubungan dengan ayah saya mengajarkan sebuah pelajaran yang akhirnya meningkatkan kualitas hubungan saya yang lain. 

Bagaimana Berubah dari Kemarahan yang Getir Kepada Kasih dan Pengampunan

Hanya dengan mengalami sendiri kasih dan pengampunan, saya mengerti bagaimana mengasihi dan mengampuni orang-orang yang menyakiti saya.

Saudara perempuan saya, yang berbagi kenangan pahit dengan saya, menolong saya memahami bahwa Tuhan mengasihi saya bahkan ketika saya memilih untuk menolak-Nya. Ia mengatakan pada saya bahwa Yesus mati untuk menunjukkan kasih Allah bagi saya, dan bangkit dari kematian untuk memberikan pengampunan kepada saya.

Saat saya mengalami pengampunan Tuhan hari demi hari, saya membangun kapasitas yang lebih besar untuk mengasihi dan mengampuni orang lain. Hubungan saya dengan ayah saya menjadi ujian akhir dari kemampuan untuk mengampuni. Jika Allah memilih untuk mengasihi dan mengampuni saya, bagaimana mungkin saya tidak dapat melakukan hal yang sama untuk ayah saya?

Saat saya mengalami pengampunan Tuhan hari demi hari, saya membangun kapasitas yang lebih besar untuk mengasihi dan mengampuni orang lain. Hubungan saya dengan ayah saya menjadi ujian akhir dari kemampuan untuk mengampuni. Jika Tuhan memilih untuk mengasihi dan mengampuni saya, bagaimana mungkin saya tidak dapat melakukan hal yang sama untuk ayah saya ?

Penderitaan dan rasa sakit yang berasal dari “relasi kita dengan keluarga inti” dapat terbawa seumur hidup. Hasilnya adalah kesengsaraan yang berlipat ganda. Atau, ini bisa diletakkan saat kita memilih untuk menerima pengampunan yang ditawarkan oleh Allah kepada kita.

Bagaimana saudara menerima apa yang Tuhan tawarkan kepada saudara ?

Ini kedengarannya terlalu sederhana. Namun pada dasarnya saudara hanya perlu meminta kepada-Nya.

Orang Kristen lebih suka menyebutnya berdoa, tetapi sebenarnya itu hanya berarti bicara dengan Tuhan.

Tuhan sudah mengetahui apa yang saudara pikirkan dan rasakan. Jadi Ia tidak mempertimbangkan kata-kata saudara lebih dari sikap hati saudara. Jika saudara merasa siap untuk menerima pengampunan yang Tuhan ingin saudara alami, saudara dapat berdoa seperti ini:

 “Tuhan Yesus, Saya ingin mengenal-Mu. Terima kasih telah mati di kayu salib sehingga saya mengerti pengampunan di saat-saat saya berbalik dari-Mu. Saat ini saya mengundang Engkau ke dalam hidup saya dan memilih untuk menyerahkan kendali hidup saya kepada-Mu. Ubahkan saya menjadi pribadi yang Kau kehendaki.”

Sudahkah saudara berdoa seperti saran doa di atas?

Jika sudah, saudara telah mengambil langkah iman yang besar. Allah akan menemui saudara saat anda datang pada-Nya setiap hari dengan harapan-harapan, mimpi-mimpi, rasa takut dan penderitaan akan masa lalu saudara.

Semua hubungan membutuhkan waktu dan niat yang sungguh-sungguh agar bisa bertumbuh. Demikian pula hubungan dengan Tuhan. Kami ingin menolong saudara memiliki hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan, dengan menggunakan materi-materi yang akan membantu anda mengambil langkah selanjutnya dan langkah yang lain setelah itu.

Jika saudara belum siap mengucapkan doa tersebut diatas, kami dapat membantu saudara untuk menjelaskan apa artinya mengenal Tuhan sehingga saudara dapat mengalami kehidupan seperti yang Dia kehendaki..

 Adapted from article first published on familylifecanada.com

 By Mike Woodard (Diterjemahkan oleh Anna Triyono)

https://www.cru.org/us/en/communities/families/how-to-forgive-when-a-parent-break-your-heart.html

Jika saudara diberkati dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave A Reply

Your email address will not be published.

BERLANGGANAN
GRATIS
Masukkan email kamu untuk mendapatkan pemberitahuan ketika ada berita atau renungan terbaru!
BERLANGGANAN
close-link