Komunitas

PENTINGNYA GEREJA SETEMPAT

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
305views

Sebuah Refleksi tentang Pentingnya Gereja Setempat

Bagi sebagian besar orang kristen, Allah adalah konsep mental belaka yang hanya didasarkan pada setiap Minggu pagi. Tentu saja dosa terbesar di gereja adalah ketidakpercayaan. Tidak mungkin kita ‘berapi-api’ bagi Allah kalau Ia tidak nyata bagi kita.

George Barna, seorang yang secara rutin mengadakan polling untuk mengetahui perkembangan orang-orang kristen, memberikan laporan yang membuat jantung berdebar.

Ia menulis, para pengamat di Inggris percaya bahwa Amerika sedang mengalami perubahan menuju kehancuran seperti yang pernah dialami oleh Inggris pada waktu yang lalu. Para pengamat ini “teringat ketika Inggris adalah bangsa dengan gereja yang merupakan lembaga sentral dalam masyarakat. Nilai-nilai moral, perilaku sosial, budaya, pengembangan keluarga, gaya hidup, dan bahkan pengambilan keputusan berdasarkan perspektif liburan dan kebahagiaan rohani. keyakinan yang sudah berakar dalam pemikiran nasional adalah bahwa tujuan hidup tertinggi adalah untuk memuji dan melayani Tuhan.” Barna juga melanjutkan:

Kemudian hari (di Inggris) nilai-nilai luhur seperti itu telah digerogoti oleh sekularisme. Orang lebih mementingkan materi daripada hal-hal yang rohani. Allah tidak lagi menjadi pusat segala kegiatan nasional. Komunitas kristen telah lenyap. Pernah suatu ketika, dari seluruh penduduk di negara itu, jumlah orang yang benar-benar tidak terduga diperkirakan hanya mencapai kurang lebih 2%.

Ada beberapa persamaan yang mencolok antara kemerosotan moral di Inggris dan kondisi rohani Amerika Serikat sekarang ini. Evaluasi yang cermat amerika modern – sosial, politik, spiritual, moral dan ekonominya – menunjukkan dasar pondasi kita saat ini ( di Amerika – red. ) sedang menuju kehancuran. Kita juga adalah masyarakat yang materialistis, lebih mementingkan kenyamanan duniawi pada masa ini dibandingkan dengan kebutuhan rohani pada masa depan. Sangat berat bagi kita untuk belajar dengan serius dampak-dampak perubahan budaya terhadap keyakinan dan perilaku keagamaan kita.

Akibatnya adalah komunitas kristen, di tengah-tengah gejolak perubahan dan lingkungan sosial yang memusuhinya, sedang kalah perang… peristiwanya, Amerika pada tahun 90-an sedang dirongrong dari dalam… Pelayanan kepada Allah telah diganti dengan pemuasan akan keinginan pribadi.

Pentingnya Gereja Setempat

Lembaga yang paling penting dan paling berpengaruh bagi umat manusia dari segala lapisan masyarakat adalah gereja. Namun banyak orang yang jauh dari gereja.

Sebagai contoh, ketika berada di pesawat ke Chicago, beberapa waktu yang lalu, saya bersaksi kepada seorang penumpang. Ketika saya bertanya, apakah ia seorang kristen, dengan polos agak main-main, ia mengatakan bahwa ia seorang yang taat beragama. Ia pergi ke gereja ketika masih kecil dan berjanji pada diri sendiri bahwa suatu ketika jika ia meninggalkan rumah (orang tuanya), ia tidak akan pernah pergi ke gereja lagi.

Saya bertanya kepadanya, apakah ia mau tinggal di lingkungan yang tidak ada gereja. Ia saya melihat agak terkejut dan berkata, “tentu saya tidak mau!”

“Pernahkah anda menyadari bahwa anda adalah parasit?” Saya bertanya.

“Apa maksud pertanyaan itu?” ia bertanya kepada saya.

‘Yah, anda menghendaki hal-hal yang baik saja dari gereja, tetapi anda tidak mau memberikan sumbangsih apapun, saya menjelaskan kepadanya.

Ia diam untuk beberapa saat, kemudian memberikan tanggapan dengan penuh antusias. “Saya akan ke gereja hari Minggu nanti.”

Banyak pergi ke gereja hanya karena mereka merasa nyaman, namun mereka tidak mau terlibat dalam pekerjaan Tuhan. Mereka membayar para pendeta untuk mengunjungi para anggota baru, memberikan konsultasi, menyiapkan acara pemuda, dan untuk kedua kalinya, menyampaikan khotbah yang membangun dari Mazmur 23.

Selama lebih dari lima puluh tahun perjalanan saya bersama Tuhan, saya membantu melayani di gereja saya. Saya bersama istri menjadi orang kristen karena pengaruh dari First Presbyterian Church of Hollywood, yaitu gereja tempat kami mulai dilayani sebagai orang yang baru percaya.

Tidak lama setelah menerima Kristus, sambil menjalankan usaha, saya belajar di Princeton Theological Seminary dan kemudian pindah ke Fuller Theological Seminary agar lebih dekat dengan tempat usaha saya. Saya melanjutkan studi saya selama lima tahun, sementara saya juga melayani sebagai diaken di gereja dan memimpin tim penginjilan yang besar. Lebih dari seratus orang yang terlibat secara aktif dalam acara acara.

Sejak awal, saya dan Vonette telah memandang sebagai bagian yang paling vital dari karya Allah di dunia. Salah satu kebijakan lembaga yang saya dirikan adalah mewajibkan anggota stafnya terlibat aktif di jemaat.

Begitu pentingnya keterikatan kami pada gereja setempat sehingga saya menganggap penting menulis dalam buku Empat Hukum Rohani, “ pentingnya menjadi anggota gereja .”

( Disadur dari buku “Menyongsong kebangunan Rohani” oleh Bill Bright, hal.67-70)

Oleh RS, Maret 2018

Jika saudara melihat dengan Renungan di atas, silahkan klik pilihan di bawah ini :

Atau tuliskan komentar saudara melalui kolom berikut :

Facebook Comments

Leave a Response